Mengukur Pertumbuhan (Materi) dengan GDP?


Jika kita menghitung jumlah semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara, maka angka yang kita peroleh dinamakan GDP.  Kita semua akan senang apabila dari waktu ke waktu GDP naik terus.  Kenaikan GDP memberikan indikasi bahwa aktivitas ekonomi di suatu negara meningkat. Jumlah barang dan jasa yang diproduksi terus bertambah.  Jika GDP tetap atau menurun, kita akan bertanya-tanya. Apa gerangan yang sedang terjadi. Sedang ada masalah kah?

GDP sudah umum dijadikan patokan tingkat pertumbuhan suatu negara. Well, at least GDP berguna untuk mengukur tingkat aktivitas ekonomi.  Bagilah GDP dengan jumlah penduduk dan Anda akan mendapatkan GDP per kapita. Pada tahun 2009, GDP Indonesia adalah 5,600 triliun rupiah dengan GDP per kapita  adalah sekitar 24.3 juta rupiah. IMF mengestimasikan GDP per capita Indonesia pada tahun 2011 adalah 42 juta rupiah.

Bayangkan sebuah keluarga yang terdiri atas ayah, ibu, dan satu anak. Mereka akan disebut keluarga berpenghasilan rata-rata apabila memperoleh pendapatan 126 juta rupiah per tahun atau 10 juta rupiah per bulan.  Angka tersebut cukup mencengangkan dan bisa memberikan gambaran bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia sangatlah pesat. Pada tahun 2009 saja keluarga di atas rata-rata berpenghasilan 6 juta rupiah per tahun dan tetaplah merupakan jumlah yang besar.

Jika kita berbicara tentang standar hidup, maka nilai GDP per kapita yang terus meningkat akan memberikan indikasi bahwa kita bisa membeli lebih banyak barang dan jasa (dengan asumsi inflasi tidak terlalu tinggi). Kita akan bisa membeli makanan yang lebih berkualitas, menggunakan wahana transportasi yang lebih nyaman, membiayai anak ke sekolah yang lebih baik (lebih mahal?), ataupun berlibur lebih sering.

Sayang GDP tidak memberikan informasi yang lebih mendalam tentang peningkatan kualitas hidup. Para ekonom pun bukannya tidak menyadarinya. GDP akan mengukur pertumbuhan secara material dan tidak mengukur kualitas hidup secara langsung.  Apakah kenaikan GDP mengindikasikan bahwa tingkat pendidikan meningkat? Apakah kenaikan GDP mengindikasikan bahwa kita menjadi lebih sehat? Saya meragukannya. Pada tahun 1990, seorang ekonom Pakistan, Mahbub ul Haq mengemukakan bahwa sudah saatnya untuk mengubah fokus ekonomi pembangunan dari menghitung pendapatan nasional menjadi kebijakan yang berpusat pada orang-orang. Seorang peraih nobel, Amartya Sen kemudian memperincinya dalam format yang lebih fungsional.

Berdasarkan pemikiran tersebut, lahirlah Human Development Index (HDI) pada tahun 2010. Apa saja yang diukur oleh HDI?

  • Tingkat harapan hidup saat kelahiran, sebagai indeks kesehatan dan harapan hidup  suatu populasi.
  • Pengetahuan dan pendidikan, yang diukur berdasarkan tingkat melek huruf orang dewasa
  • Standar hidup, yang diindikasikan dengan logaritma natural dari GDP per kapita terhadap PPP (Purchasing Power Parity).

Terlihat bahwa tingkat kemakmuran seperti yang diperlihatkan oleh GDP hanya muncul sebagai salah satu komponen pada HDI. Itu pun dengan membandingkannya dengan PPP untuk memastikan bahwa kenaikan GDP per kapita sebanding dengan kenaikan harga.

Sebenarnya ada beberapa indeks lain sebagai alternatif dari GDP seperti Gross National Happiness, Happy Planet Index, dan Genuine Progress Indicator. Mungkin ketiganya dapat kita diskusikan di lain waktu.

Inti dari apa yang ingin saya sampaikan adalah bahwa GDP sesungguhnya hanya mengukur sebagian aspek dari kemajuan sebuah populasi. GDP yang meningkat akan membuat kita mampu membayar lebih mahal untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik, namun tidak mengindikasikan apakah memang benar kualitas hidup terus membaik.

About these ads
Gallery | This entry was posted in Dongeng Investasi and tagged , . Bookmark the permalink.

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s