Klub Investasi, Bukan Hanya Sekedar Investasi Bareng


Klub investasi adalah sekumpulan orang yang menginvestasikan uangnya secara bersama-sama. Keputusan pembelian dan penjualan saham dilakukan dengan pengambilan suara. Jika kita lihat sekilas, klub investasi memiliki persamaan dengan reksadana. Pada kedua skema tersebut, ada penghimpunan dana untuk diinvestasikan bersama-sama. Perbedaan utamanya, pada klub investasi yang menjalankan investasinya adalah investor sendiri, bukan manajer investasi seperti di reksadana.

Salah satu keuntungan dari klub investasi adalah meningkatnya kemampuan untuk diversifikasi. Jika berinvestasi sendiri-sendiri, ada kemungkinan masing-masing investor akan mengalami kesulitan untuk mendiversifikasikan investasinya dengan baik. Dengan bergabung pada sebuah klub investasi, himpunan dana masing-masing investor akan bisa terdiversifikasi dengan lebih baik.

Bagi saya, sebenarnya keuntungan utama dari klub investasi bukanlah diversifikasi. Jika hanya itu keuntungan yang kita harapkan, mungkin akan lebih baik kita menginvestasikan uang kita di reksadana yang dikelola oleh manajer investasi yang handal.

Lalu apa kelebihan sebuah klub investasi?

Klub investasi adalah sarana belajar yang sangat bagus  jika kita ingin meningkatkan pengetahuan dan pengalaman kita tentang investasi. Di dalam sebuah klub investasi, setiap keputusan pembelian dan penjualan saham akan dikaji bersama. Adanya banyak kepala akan terasa menguntungkan karena kita akan bisa melihat dari sudut pandang lain yang mungkin selama ini tidak terpikirkan. Berdasarkan pengalaman saya, semakin kita banyak berdiskusi dengan investor lain, semakin cepat kita akan belajar. Kita bisa saja membaca lusinan buku tentang investasi namun masukan dari investor lain seringkali lebih berharga karena pendapat mereka adalah hasil dari pengalaman praktis di pasar.

Seperti yang kita ketahui, hanya sekitar 300 ribu investor yang terdaftar di bursa efek Indonesia, sangat sedikit apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang telah mencapai 240 juta jiwa. Pandangan bahwa bursa saham bersifat ekslusif dan mirip seperti kasino mungkin adalah salah satu penyebabnya. Padahal seperti yang kita ketahui, pandangan tersebut tidaklah benar. Saat ini sangatlah mudah untuk mulai berinvestasi saham. Jika kita memahami bahwa saham adalah bukti kepemilikan kita atas suatu perusahaan dan memandangnya sebagai sebuah entitas bisnis, maka berinvestasi saham bukanlah judi.

Di Amerika Serikat, menurut National Association of Investors Corporation (NAIC), selama tiga tahun terakhir jumlah klub investasi naik menjadi dua kali lipat. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, motivasi utama untuk bergabung dengan klub investasi adalah keinginan untuk belajar dan pertumbuhan yang pesat tersebut sangat menggembirakan.

Bagaimana dengan Indonesia?

Saya tidak mengetahui secara pasti karena belum menemukan data yang mendukung. Selain itu, mungkin diperlukan perangkat hukum untuk mendukung keberadaan klub investasi. Entah nanti bakal seperti apa.

About these ads
Gallery | This entry was posted in Basic Investing and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to Klub Investasi, Bukan Hanya Sekedar Investasi Bareng

  1. gusfionil says:

    Setuju Bung parahita, 10 Tahun lalau, Ikatan Pialang Efek Indonesia sudah mengagas ini dan kliatannya kurang banyak volunteer yg bersedia ‘men-tutor’ kegiatan ini. Saya sendiri akhirnya lakukan sendiri dengan membuat klub-klub investasi dengan konsep tersebut..Ayo kita sosialisasikan, agar jumlah investor lokal kita , gak kalah dengan tetangga…

    Like

  2. gorofaiz says:

    Apa Pak Parahita ada klub investasi-nya? Saya mau donk join :)

    Like

  3. Pak kucing says:

    Memang betul, saham bukan lah melulu sebuah judi.. Asal kita sebagai investor betul betul berinvestasi dan bukan trading atau cari untung jangka pendek..bhanya masalah nya di indonesia ini.. Bursa saham nya masih sangat kecil.. Dan lebih srata spekulasi daripada investasi nya.. Pemain besar akan mudah mengontrol bursa.. Dibandingkan bursa yg jauh lebih besar seperti hongkong jepang atau eropa amerika sana. Yg mana bursa lebih “dewasa” dan banyak riil investasi nya daripada goreng bgorengan ala bursa indonesia

    Like

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s