Mungkin inilah crash terburuk dalam sejarah Amerika Serikat. Crash ini telah memicu terjadinya depresi yang berkepanjangan. Terdapat tiga istilah yang mewakili dimulainya crash ini, yaitu Black Thursday, Black Monday, dan Black Tuesday. Black Thursday mengacu pada hari Kamis tanggal 24 Oktober 1929 di mana Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun sebesar 2.09%. Pada hari itu, jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 12.9 juta lembar, tiga kali lipat dari kondisi normal. Black Monday mengacu pada hari Senin tanggal 28 Oktober 1929 di mana DJIA mengalami penurunan tajam sebesar 13.47% dalam sehari (dari penutupun hari Jumat di 301.22 ke 260.64 pada penutupan perdagangan hari Senin). Black Tuesday mengacu pada tanggal 29 Oktober di mana DJIA turun tajam sebesar 11.73% dengan volume yang sangat besar. Pada hari itu, jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 16.4 juta lembar. Rekor jumlah lembar saham yang diperdagangkan pada hari itu tidak terpecahkan sampai dengan 40 tahun kemudian pada tahun 1968. DJIA terus merosot sampai ke titik nadirnya pada tanggal 8 Juli 1932 di 41.22. Penurunan dari titik tertinggi ke titik terendah adalah sekitar 89%. Level tertinggi DJIA di 386.1 yang dicapai pada tanggal 3 September 1929 tidak terlampaui sampai dengan tahun 1954. (more…)
Entries categorized as ‘Seri Bubble dan Crash Bursa Saham’
Seri Bubble dan Crash Bursa Saham 4: Great Depression of 1929
December 12, 2008 · 1 Comment
Categories: Investasi · Seri Bubble dan Crash Bursa Saham
Tagged: crash, depresi, pasar modal, resesi, Saham
Seri Bubble dan Crash Bursa Saham 3: Panic of 1907
December 10, 2008 · 1 Comment
Panic of 1907 adalah krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat di mana bursa saham jatuh sampai dengan 50% dari puncaknya tahun sebelumnya. Kepanikan ini terjadi pada saat terjadi resesi ekonomi.
Kepanikan ini bermula dari kegagalan Otto Heinze untuk melakukan cornering (menggoreng) saham United Copper pada tanggal 17 Oktober 1907 yang menyebabkan Otto Heinze tidak dapat membayar utang-utangnya. Kegagalan ini menyebabkan bank di mana Otto Heinze menjaminkan saham United Copper yang dimilikinya, State Savings Bank of Butte Montana mengumumkan kebangkrutannya. Bank Montana ini adalah milik F. Augustus Heinze, saudara dari Otto. Kepanikan segera menular ke Mercantile Bank karena bank ini merupakan bank korespondensi dari Bank Montana. Para nasabah segera menyerbu ke bank tersebut untuk menarik simpanannya. Tidak hanya sampai di situ, para nasabah mulai menyerbu National Bank of North America dan New Amsterdam National miliki Charles W. Morse yang merupakan rekan dari Heinze.
Rush tidak hanya melanda bank, namun juga perusahaan trust (semacam manajer investasi). Perusahaan trust pertama yang terkena adalah Knickerbocker Trust Company, perusahaan trust terbesar ketiga di New York. Para nasabah melakukan rush karena perusahaan trust ini adalah milik Charles T. Barney yang diduga memberikan dana bagi Heinz untuk melakukan cornering. Kepanikan segera menjalar ke perusahaan trust lain yaitu Trust Company of America dan Lincoln Trust Company.
Categories: Investasi · Obrolan Warung Kopi · Seri Bubble dan Crash Bursa Saham
Tagged: banking, bubble, cornering, crash, pasar modal, Saham
Seri Bubble dan Crash Bursa Saham 2: South Sea Bubble
December 6, 2008 · Leave a Comment
South Sea Bubble merupakan salah satu bubble terburuk sepanjang sejarah. Pada tahun 1700-an, Inggris Raya merupakan negara besar yang koloninya terdapat di seluruh penjuru dunia. Abad ke-18 merupakan zaman kemakmuran Inggris Raya. Mania ini dimulai pada tahun 1711 di mana pemerintah Inggris berutang sebesar 10 juta poundsterling. Untuk membiayai perang dengan Perancis, House of Lords mengeluarkan South Sea Bill yang memberikan izin monopoli kepada South Sea Company untuk melakukan perdagangan dengan Amerika Selatan. Izin ini merupakan imbalan dari pinjaman yang diterima oleh Inggris. South Sea Company menjadi penjamin emisi English National Debt senilai 30 juta poundsterling yang memberikan bunga sebesar 6% per tahun. Dengan diterbitkannya surat utang ini, pemerintah Inggris berkewajiban untuk membayar bunga sebesar 576,534 poundsterling per tahun kepada South Sea Company.
Categories: Investasi · Seri Bubble dan Crash Bursa Saham
Tagged: bubble, crash, fraud, Saham
Seri Bubble dan Crash Bursa Saham 1: Tulip Bulb Mania
December 6, 2008 · 2 Comments
Note:
Tulisan ini merupakan tulisan pembuka dari seri tulisan bubble dan crash bursa saham. Dari abad pertengahan sampai dengan saat ini bubble dan crash merupakan fenomena yang seringkali terjadi. Sangat menarik untuk membahas mengenai hal ini. Selamat menikmati
Tidak dapat disangkal bahwa tulip bulb mania merupakan cikal bakal dari bubble ekonomi di dunia modern. Tulip bulb mania mengacu pada periode keemasan Belanda di mana pada saat itu tulip mencapai harga yang luar biasa tinggi dan kemudian jatuh dalam dalam waktu singkat. Sebagai gambaran, pada puncak dari bubble ini di bulan Februari 1637, harga satu kontrak tulip setara dengan 20 kali gaji tahunan seorang pengrajin berpengalaman. Sampai dengan saat ini, tulip bulb mania merupakan simbol dari bubble dan crash ekonomi.

Categories: Investasi · Seri Bubble dan Crash Bursa Saham
Tagged: bubble, bursa saham, crash, krisis
