pojok ide – pemikiran dan obrolan mengenai investasi

Entries categorized as ‘Uncategorized’

Sejarah Reksa Dana

June 6, 2008 · Leave a Comment

Keberadaan reksa dana saat ini sudah tidak asing lagi. Reksa dana telah menjadi instrumen investasi bagi rumah tangga-rumah tangga di Indonesia. Untuk mencapai itu semua diperlukan waktu yang cukup lama. Di bawah ini akan dibahas mengenai sejarah reksa dana.


Masa-masa Awal Reksa Dana

Sejarah reksa dana dimulai saat seorang pedagang Belanda bernama Adriaan van Ketwich pada tahun 1744 membuat sebuah reksa dana. Reksa dana ini bernama Eendragt Maakt Magt yang berarti ”persatuan menciptakan kekuatan”. Langkah van Ketwich ini kemudian diikuti oleh raja Belanda pada saat itu, William I dengan mendirikan sebuah perusahaan investasi pada tahun 1822. Sejak saat itu, reksa dana lainnya mulai bermunculan, antara lain di Swiss tahun 1849 dan instrumen serupa yang muncul di Skotlandia pada tahun 1880. Satu hal yang perlu dicatat, pada masa-masa tersebut reksa dana yang ada bersifat closed-end. Artinya, penerbit reksa dana tidak memiliki kewajiban untuk membeli kembali reksa dana yang telah dijualnya. Pembeli reksa dana hanya dapat menjual reksa dana yang dimilikinya kepada investor lain.

Selanjutnya, ide mengenai reksa dana ini mulai mengakar di Inggris dan Perancis dengan adanya Joint Stock Companies Act pada tahun 1862 dan 1867 yang mengijinkan investor untuk mendapatkan bagian keuntungan perusahan investasi dan risiko investasinya hanya sebatas dana yang diinvestasikan.

Reksa dana kemudian dibawa ke Amerika Serikat pada tahun 1890. Reksa dana pertama yang diterbitkan di Amerika Serikat adalah “The Boston Personal Property Trust” pada tahun 1893. Langkah penting yang menjadi tonggak munculnya reksa dana modern adalah diterbitkannya Alexander Fund di Philadelphia pada tahun 1907. Apa yang menjadikan reksa dana ini disebut sebagai peletak dasar reksa dana modern? Reksa dana ini dijual secara berkala dalam periode 6 bulanan dan hal terpenting lainnya, investor dapat menjual kembali reksa dananya kepada penerbit. Sebelumnya, investor hanya dapat menjual reksa dananya kepada investor lain.

Munculnya Reksa Dana Modern

Munculnya reksa dana modern ditandai dengan diterbitkannya Massachusetts Investors’ Trust di Boston pada tanggal 21 Maret 1924. Penerbitan reksa dana ini dipelopori oleh 3 eksekutif sekuritas di Boston. Reksa dana ini mendapat sambutan yang sangat bagus. Satu tahun setelah kemunculannya, dana kelolaannya tumbuh pesat dari $50.000 menjadi $392.000. Manajer Investasi reksa dana tersebut sampai sekarang masih ada dengan nama MFS Investment Management. Pada saat itu tidak ada yang menyangka bahwa reksa dana akan menjadi industri raksasa dan mendunia. Pada akhir tahun 2007, secara keseluruhan total aset kelolaan reksa dana di dunia adalah $26,1 triliun dengan jumlah produk sebanyak 66.350 buah. Sebuah perkembangan yang sangat luar biasa.

Sejarah Reksa Dana di Indonesia

Di Indonesia, reksa dana pertama kali muncul saat pemerintah mendirikan PT. Danareksa pada tahun 1976. Pada waktu itu PT. Danareksa menerbitkan reksa dana yang disebut dengan sertifikat Danareksa. Pada tahun 1995, pemerintah mengeluarkan peraturan tentang pasar modal yang mencakup pula peraturan mengenai reksa dana melalui UU No. 8 tahun 1995 mengenai pasar modal. Adanya UU tersebut menjadi momentum munculnya reksa dana di Indonesia yang diawali dengan diterbitkannya reksa dana tertutup oleh PT. BDNI Reksa Dana.

Categories: Uncategorized

Memetakan Reksa Dana

April 14, 2008 · Leave a Comment

Mungkin di antara pembaca ada yang bertanya-tanya. Apa maksud pemetaan reksa dana?
Yang saya maksud dengan pemetaan reksa dana adalah penggolongan reksa dana berdasarkan kriteria tertentu. Pemetaan ini akan berguna bagi kita untuk memilih reksa dana mana yang akan kita masuki. Pertanyaan selanjutnya, kriteria apa saja yang menjadi dasar pemetaan reksa dana?Sebagai seorang investor, tentu salah satu hal yang penting yang ingin diketahui tentu berapa return suatu investasi. Bergandengan dengan return, tentu kita juga ingin mengetahui seberapa besar risiko jika kita berinvestasi di sana? Kedua kriteria tersebut (return dan risiko) merupakan kriteria dasar dalam memilih sebuah instrumen investasi.
Jika kita memutuskan untuk berinvestasi di reksa dana, tentu ada kriteria tambahan yang ingin kita ketahui. Kriteria ini spesifik untuk reksa dana. Yang pertama adalah seberapa besar NAB suatu reksa dana? Jangan tertukar lho pengertian NAB dengan NAB/Unit. Kriteria kedua adalah sudah berapa lama suatu produk reksa dana diterbitkan? Umur suatu produk reksa dana ini penting karena semakin panjang umur suatu reksa dana, maka kita akan semakin bisa melihat perkembangannya saat melalui berbagai macam gelombang pasar.
Berdasarkan penjelasan singkat di atas, kita telah memiliki empat kriteria yang kita perlukan sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana tertentu. Kriteria-kriteria tersebut adalah:

  1. Return
  2. Risiko (biasanya risiko tergambar dari seberapa besar fluktuasi pergerakan NAB/unit suatu reksa dana, bahasa statistiknya standar deviasi)
  3. NAB
  4. Umur reksa dana

Kurang enak rasanya kalau kita hanya membicarakan teori tanpa praktek dan analisa ?
So, here we go!
Studi Kasus : Pemetaan reksa dana saham selama 2 tahun ke belakang
Kasus yang saya pilih kebetulan adalah reksa dana saham, namun tidak menutup kemungkinan analisa ini digunakan untuk reksadana jenis lain.
Kalau melihat angka-angka mungkin akan membuat kita agak bingung. Lebih enak kalau angka-angka tersebut dikonversikan menjadi kata-kata ?
Penggolongan yang akan saya gunakan adalah sebagai berikut:

  1. Return (dari yang terendah sampai tertinggi) : LOW –> MED-LOW –> MED-HIGH –> HIGH
  2. Risiko : LOW –> MED-LOW –> MED-HIGH –> HIGH
  3. NAB : SMALL –> MED-SMALL –> MED-BIG –> BIG
  4. Umur : VERY YOUNG –> YOUNG –> OLD –> VERY OLD

Pemetaan di atas saya buat berdasarkan kuartil(dibagi menjadi 4 bagian). Sebagai contoh, untuk return:

  • LOW : return bulanan rata-rata suatu reksa dana berada di kelompok peringkat terbawah (return
  • MED-LOW : return bulanan rata-rata suatu reksa dana berada di kelompok peringkat tertinggi nomor 3 (2.08% <= return
  • MED-HIGH : return bulanan rata-rata suatu reksa dana berada di kelompok peringkat tertinggi nomor 2 (2.93% <= return
  • HIGH : return bulanan rata-rata suatu reksa dana berada di kelompok peringkat tertinggi (return >= 3.25%)
  • Cara penggolongan yang sama juga saya terapkan untuk ketiga kriteria yang lain.
    Hasilnya adalah sebagai berikut:
    Jika kita menginginkan reksa dana dengan karakter sebagai berikut:
    Return –> tinggi
    Risiko –> rendah
    NAB –> besar
    Umur –> tua

    Berdasarkan pemetaan reksadana saham tersebut mungkin pilihan kita bisa jatuh pada reksa dana Phinisi Dana Saham. Ini bukan anjuran lho, hanya misalnya.
    Selamat berinvestasi!

Categories: Uncategorized