Tentu sebagian pembaca akan bertanya-tanya, apakah yang hendak saya sampaikan dalam tulisan ini? Ada beberapa kemungkinan mengenai topik yang akan saya sampaikan. Sebagian dari Anda mungkin berpikir mengenai liburan yang menyenangkan bersama keluarga di kota-kota tersebut (bagi yang bertempat tinggal di luar kota Jakarta). Warga Jakarta sendiri sepertinya tidak banyak yang menyadari bahwa kota mereka adalah tempat liburan karena sudah terlalu lelah bergulat dengan kemacetan, keruwetan, dan panasnya ibukota tercinta ini. Beberapa dari Anda mungkin berpikir bahwa tulisan ini bermuatan politis. Tidak, tidak. Saya tidak akan berbicara mengenai politik di sini. Lalu apa? (more…)
Entries tagged as ‘Add new tag’
Antara Jakarta, New York, dan Shanghai
June 7, 2008 · Leave a Comment
Categories: Obrolan Warung Kopi
Tagged: Add new tag, pasar modal
Tahankah Anda terhadap Risiko?
June 7, 2008 · Leave a Comment
Sebuah Tinjauan Ulang Mengenai Crash Industri Reksa Dana di Indonesia Tahun 2005
Satu pertanyaan yang sering muncul dalam pikiran saya adalah apakah industri reksa dana di Indonesia masih memiliki masa depan setelah diterpa berbagai macam goncangan yang cukup hebat?Badai terakhir yang menghantam industri reksa dana hampir sepanjang tahun 2005 telah mengikis Nilai Aktiva Bersih (NAB) keseluruhan reksa dana dari Rp 113,7 triliun pada bulan Februari 2005 menjadi hanya Rp 34 triliun pada akhir bulan September 2005. Tentu saja hal tersebut menjadi mimpi buruk bagi para manajer investasi, terlebih manajer investasi yang menerbitkan produk reksa dana pendapatan tetap yang terkena pukulan paling telak. Secara kasar dapat dikatakan bahwa pendapatan para manajer investasi yang berasal dari management fee anjlok hingga sepertiga dari jumlah sebelumnya.
Bapepam sebagai pemegang otoritas pasar modal kemudian berinisiatif untuk mengizinkan penerbitan jenis reksa dana yang baru yaitu reksa dana terproteksi. Pada awalnya, reksa dana ini bertujuan untuk menerima limpahan investor reksa dana pendapatan tetap yang tidak tahan melihat NAB reksa dana yang dimilikinya terus-menerus menurun dari waktu ke waktu sebagai akibat dari adanya gelombang massive redemption. Perkembangan reksa dana terproteksi ini cukup menggembirakan. Pada bulan Oktober 2005, NAB keseluruhan reksa dana terproteksi adalah Rp 2,8 triliun. Jumlah ini meningkat tajam sepanjang tahun 2006. Pada akhir bulan September 2006, NAB reksa dana terproteksi telah mencapai Rp 9,8 triliun atau 24% dari jumlah seluruh NAB reksa dana yang ada. (more…)
Categories: Obrolan Warung Kopi
Tagged: Add new tag, pasar modal, risiko investasi
