pojok ide – pemikiran dan obrolan mengenai investasi

Entries tagged as ‘Investasi’

Ketika Anda Harus Membayar 100 Ribu Rupiah untuk Sepiring Nasi

June 6, 2009 · 3 Comments

Terkadang jika sedang bosan makan siang di kantor, saya pergi ke warteg yang ada di belakang kantor saya. Makanan favorit saya adalah sayur lodeh dengan telur dadar dan ditambah dengan tahu tempe dan sambal. Dengan lauk seperti itu, saya harus membayar sekitar 6 – 8 ribu rupiah. Jika ditambah dengan ayam goreng mungkin harga yang harus saya bayar menjadi sekitar 10 ribu rupiah. Apakah Anda masih ingat berapa harga yang harus Anda bayarkan untuk lauk yang sama 2 – 3 tahun yang lalu. Hampir pasti tentu lebih murah. Mungkin dahulu sepiring makan siang dengan lauk-pauk seperti itu harganya hanya 5 ribu rupiah. Mungkin sampai sini Anda sudah bisa menerka apa yang akan kita bicarakan. Ya, saya ingin berbicara mengenai inflasi. Selama kita menggunakan uang kertas, selama itu pula kita akan menyaksikan harga akan naik setiap tahunnya. Berikut adalah data tingkat inflasi di Indonesia selama 28 tahun terakhir:

inflation

Sumber: IMF, World Economic Outlook Database, April 2009


Dari tahun 1980 hingga 2008, tingkat inflasi tahunan rata-rata di Indonesia adalah 11,1%. Dalam kurun waktu tersebut, tingkat inflasi tertinggi terjadi pada tahun 1998, yaitu 77,5% yang disebabkan oleh krisis moneter yang melanda negeri ini.

Saat ini mungkin kita sedang dalam masa produktif dan sedang bekerja/berwirausaha. Jika Anda pegawai kantoran, Anda bisa berharap untuk mendapatkan uang pensiun. Pernahkah Anda membayangkan apa yang Anda hadapi saat masa pensiun menjelang?

Katakanlah Anda saat ini berusia 30 tahun. Anda masih memiliki 25 tahun masa kerja sebelum pensiun. Dengan asumsi tingkat inflasi rata-rata adalah 11,1% maka harga sepiring nasi yang sekarang adalah 8 ribu rupiah akan menjadi sekitar 111 ribu rupiah. Terlihat fantastis? Menurut saya itu realistis. Kita baru berbicara masalah makan siang. Jika saat ini kebutuhan hidup bulanan adalah 5 juta rupiah, maka saat Anda pensiun, Anda membutuhkan dana 70 juta rupiah per bulan hanya untuk menjaga agar standar hidup Anda tidak turun. Silakan mencari tahu mengenai program pensiun yang Anda ikuti saat ini. Berapakah yang akan Anda dapatkan saat pensiun nanti. Apakah jumlah tersebut akan dapat memenuhi kebutuhan hidup Anda nantinya?

Sepertinya sebagian besar akan menjawab tidak :D
Sebaiknya kita jangan menyalahkan pemakaian uang kertas yang menyebabkan inflasi. Akan lebih bermanfaat bagi kita untuk memikirkan bagaimana caranya mengalahkan inflasi. Anda bisa saja merampok bank dan memperoleh uang yang cukup sampai anak cucu, akan tetapi tentu saja tidak disarankan karena Anda bisa masuk penjara :) . Cara yang lebih tepat adalah berinvestasi atau lebih tepatnya berinvestasi yang returnnya dapat mengalahkan tingkat inflasi. Investasi apa saja? Banyak alternatifnya. Bisa saham, obligasi, atau mungkin tanah. Return dari instrumen-instrumen tersebut biasanya dapat mengungguli tingkat inflasi. Sebagai contoh, dalam jangka panjang harga saham akan naik sesuai dengan pertumbuhan ekonomi. Logikanya, semakin tinggi tingkat inflasi, maka perusahaan akan dapat menjual barang dengan harga yang lebih tinggi kan? Oleh karenanya dengan adanya inflasi saja harga saham akan cenderung naik.

Bagi saya, investasi saja belum cukup. Kita harus lebih fokus lagi dengan membuat suatu perencanaan investasi agar tujuan-tujuan keuangan kita dapat tercapai. Rasanya petuah orang tua kita dahulu untuk menabung ada benarnya, namun sayangnya dengan menabung saja kita akan kesulitan menghadapi laju inflasi. Mari berpindah dari budaya menabung ke budaya berinvestasi!

Categories: Investasi · Obrolan Warung Kopi
Tagged: , ,

Kasus Sarijaya Sekuritas yang menyedihkan

January 6, 2009 · 8 Comments

Sekali lagi dunia investasi di Indonesia diguncang skandal. Belum terlupa kasus Bank Century dari ingatan, muncul lagi kasus di Sarijaya Sekuritas. Terjadi penggelapan dana di sekuritas tersebut yang diperkirakan jumlahnya mencapai Rp 245 miliar yang merupakan dana dari sekitar 8.700 orang nasabahnya. Sangat disayangkan karena Sarijaya merupakan salah satu sekuritas yang cukup terpercaya. (more…)

Categories: Berita · Obrolan Warung Kopi
Tagged: , , , ,

ASII: The Automotive Giant Revisited

January 5, 2009 · 5 Comments

Jika kita berbicara mengenai ASII, asosiasi kita adalah suatu kerajaan otomotif terbesar di Indonesia. Walaupun pemikiran itu tidak sepenuhnya benar (di dalam ASII ada perkebunan, bank, dan juga alat berat), tidak dapat dipungkiri bahwa trade mark ASII adalah otomotif. Di saat krisis seperti ini, harga saham ASII terombang-ambing karena badai. Harga sahamnya sempat turun tajam ke 7,100 dan sekarang sudah kembali ke level 12,200. Sebagai catatan, harga saham ASII sempat mencapai rekor tertinggi di 30,100 pada tanggal 14 Januari 2008. Sangat tragis bagi pemegang sahamnya namun sebuah peluang bagus bagi pemburunya.

Bagaimana dengan harga wajar ASII? Tentu kita harus melakukan valuasi sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi. Mari kita mulai. (more…)

Categories: Investasi · Valuasi
Tagged: , , , , ,

Featured article: Tahankah Anda Terhadap Risiko?

January 5, 2009 · Leave a Comment

Sebuah Tinjauan Ulang Mengenai Crash Industri Reksa Dana di Indonesia Tahun 2005

Satu pertanyaan yang sering muncul dalam pikiran saya adalah apakah industri reksa dana di Indonesia masih memiliki masa depan setelah diterpa berbagai macam goncangan yang cukup hebat?Badai terakhir yang menghantam industri reksa dana hampir sepanjang tahun 2005 telah mengikis Nilai Aktiva Bersih (NAB) keseluruhan reksa dana dari Rp 113,7 triliun pada bulan Februari 2005 menjadi hanya Rp 34 triliun pada akhir bulan September 2005. Tentu saja hal tersebut menjadi mimpi buruk bagi para manajer investasi, terlebih manajer investasi yang menerbitkan produk reksa dana pendapatan tetap yang terkena pukulan paling telak. Secara kasar dapat dikatakan bahwa pendapatan para manajer investasi yang berasal dari management fee anjlok hingga sepertiga dari jumlah sebelumnya.

Bapepam sebagai pemegang otoritas pasar modal kemudian berinisiatif untuk mengizinkan penerbitan jenis reksa dana yang baru yaitu reksa dana terproteksi. Pada awalnya, reksa dana ini bertujuan untuk menerima limpahan investor reksa dana pendapatan tetap yang tidak tahan melihat NAB reksa dana yang dimilikinya terus-menerus menurun dari waktu ke waktu sebagai akibat dari adanya gelombang massive redemption. Perkembangan reksa dana terproteksi ini cukup menggembirakan. Pada bulan Oktober 2005, NAB keseluruhan reksa dana terproteksi adalah Rp 2,8 triliun. Jumlah ini meningkat tajam sepanjang tahun 2006. Pada akhir bulan September 2006, NAB reksa dana terproteksi telah mencapai Rp 9,8 triliun atau 24% dari jumlah seluruh NAB reksa dana yang ada. (more…)

Categories: Investasi · Reksadana
Tagged: , , ,

Renungan Akhir Tahun 2008

January 1, 2009 · 1 Comment

Bagi para investor, tahun 2008 ini sangat “berkesan”. Setelah sempat rebound ke level 2.830 pada awal Januari 2008, sepanjang tahun IHSG terus meluncur turun dan sempat menyentuh level 1.113 pada tanggal 28 Oktober yang kemudian ditutup di 1.355 pada penghujung tahun.

Tentu saja tahun 2008 bukan tahun yang nyaman bagi sebagian investor. Saya bilang sebagian karena saya yakin ada investor yang sempat “mencairkan” investasinya sebelum merosot dan sekarang sedang menunggu saat-saat untuk menanam lagi. Bagi para investor yang menyaksikan nilai investasinya jatuh sampai dengan lebih dari 50%, tentu banyak hikmah yang dapat diambil. Seandainya Anda menerapkan DCA, lanjutkan. Jika Anda secara disiplin menerapkannya, semestinya harga rata-rata perolehan investasi Anda cukup murah. Jika Anda investor Buy n Hold, sabar lah. Tentunya dengan menjadi investor Buy n Hold, horison investasi Anda pasti cukup panjang untuk dapat menahan gejolak bursa.

Tidak selamanya market akan jatuh. Demikian juga sebaliknya. Tidak akan bursa mengalami bullish terus-menerus. Harus diakui, krisis 2008 ini adalah salah satu krisis terburuk sejak great depression 1929 di AS. Toh, terbukti DJIA mampu untuk bangkit walaupun membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Saat saya menulis artikel ini, jam menunjukkan pukup 23:25, 35 menit menjelang pergantian tahun. Saya tidak akan mengatakan tahun 2009 akan menjadi tahun yang mudah. Tahun 2009 kita akan menghadapi Pemilu yang sangat rentan akan gejolak. Kembali lagi, kita harus pandai-pandai menyikapinya. Disiplinlah dengan tujuan dan metode investasi Anda. Palin tidak Anda akan dapat mengambil keputusan dengan lebih rasional.

SELAMAT TAHUN BARU 2009!!!

Categories: Obrolan Warung Kopi
Tagged: , , ,