pojok ide – pemikiran dan obrolan mengenai investasi

Entries tagged as ‘resesi’

Renungan Akhir Tahun 2008

January 1, 2009 · 1 Comment

Bagi para investor, tahun 2008 ini sangat “berkesan”. Setelah sempat rebound ke level 2.830 pada awal Januari 2008, sepanjang tahun IHSG terus meluncur turun dan sempat menyentuh level 1.113 pada tanggal 28 Oktober yang kemudian ditutup di 1.355 pada penghujung tahun.

Tentu saja tahun 2008 bukan tahun yang nyaman bagi sebagian investor. Saya bilang sebagian karena saya yakin ada investor yang sempat “mencairkan” investasinya sebelum merosot dan sekarang sedang menunggu saat-saat untuk menanam lagi. Bagi para investor yang menyaksikan nilai investasinya jatuh sampai dengan lebih dari 50%, tentu banyak hikmah yang dapat diambil. Seandainya Anda menerapkan DCA, lanjutkan. Jika Anda secara disiplin menerapkannya, semestinya harga rata-rata perolehan investasi Anda cukup murah. Jika Anda investor Buy n Hold, sabar lah. Tentunya dengan menjadi investor Buy n Hold, horison investasi Anda pasti cukup panjang untuk dapat menahan gejolak bursa.

Tidak selamanya market akan jatuh. Demikian juga sebaliknya. Tidak akan bursa mengalami bullish terus-menerus. Harus diakui, krisis 2008 ini adalah salah satu krisis terburuk sejak great depression 1929 di AS. Toh, terbukti DJIA mampu untuk bangkit walaupun membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Saat saya menulis artikel ini, jam menunjukkan pukup 23:25, 35 menit menjelang pergantian tahun. Saya tidak akan mengatakan tahun 2009 akan menjadi tahun yang mudah. Tahun 2009 kita akan menghadapi Pemilu yang sangat rentan akan gejolak. Kembali lagi, kita harus pandai-pandai menyikapinya. Disiplinlah dengan tujuan dan metode investasi Anda. Palin tidak Anda akan dapat mengambil keputusan dengan lebih rasional.

SELAMAT TAHUN BARU 2009!!!

Categories: Obrolan Warung Kopi
Tagged: , , ,

Seri Bubble dan Crash Bursa Saham 4: Great Depression of 1929

December 12, 2008 · 1 Comment

Mungkin inilah crash terburuk dalam sejarah Amerika Serikat. Crash ini telah memicu terjadinya depresi yang berkepanjangan. Terdapat tiga istilah yang mewakili dimulainya crash ini, yaitu Black Thursday, Black Monday, dan Black Tuesday. Black Thursday mengacu pada hari Kamis tanggal 24 Oktober 1929 di mana Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun sebesar 2.09%. Pada hari itu, jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 12.9 juta lembar, tiga kali lipat dari kondisi normal. Black Monday mengacu pada hari Senin tanggal 28 Oktober 1929 di mana DJIA mengalami penurunan tajam sebesar 13.47% dalam sehari (dari penutupun hari Jumat di 301.22 ke 260.64 pada penutupan perdagangan hari Senin). Black Tuesday mengacu pada tanggal 29 Oktober di mana DJIA turun tajam sebesar 11.73% dengan volume yang sangat besar. Pada hari itu, jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 16.4 juta lembar. Rekor jumlah lembar saham yang diperdagangkan pada hari itu tidak terpecahkan sampai dengan 40 tahun kemudian pada tahun 1968. DJIA terus merosot sampai ke titik nadirnya pada tanggal 8 Juli 1932 di 41.22. Penurunan dari titik tertinggi ke titik terendah adalah sekitar 89%. Level tertinggi DJIA di 386.1 yang dicapai pada tanggal 3 September 1929 tidak terlampaui sampai dengan tahun 1954. (more…)

Categories: Investasi · Seri Bubble dan Crash Bursa Saham
Tagged: , , , ,