Sekali lagi dunia investasi di Indonesia diguncang skandal. Belum terlupa kasus Bank Century dari ingatan, muncul lagi kasus di Sarijaya Sekuritas. Terjadi penggelapan dana di sekuritas tersebut yang diperkirakan jumlahnya mencapai Rp 245 miliar yang merupakan dana dari sekitar 8.700 orang nasabahnya. Sangat disayangkan karena Sarijaya merupakan salah satu sekuritas yang cukup terpercaya. (more…)
Entries tagged as ‘Saham’
Kasus Sarijaya Sekuritas yang menyedihkan
January 6, 2009 · 8 Comments
Categories: Berita · Obrolan Warung Kopi
Tagged: Investasi, pasar modal, Saham, sarijaya sekuritas, sekuritas
ASII: The Automotive Giant Revisited
January 5, 2009 · 5 Comments
Jika kita berbicara mengenai ASII, asosiasi kita adalah suatu kerajaan otomotif terbesar di Indonesia. Walaupun pemikiran itu tidak sepenuhnya benar (di dalam ASII ada perkebunan, bank, dan juga alat berat), tidak dapat dipungkiri bahwa trade mark ASII adalah otomotif. Di saat krisis seperti ini, harga saham ASII terombang-ambing karena badai. Harga sahamnya sempat turun tajam ke 7,100 dan sekarang sudah kembali ke level 12,200. Sebagai catatan, harga saham ASII sempat mencapai rekor tertinggi di 30,100 pada tanggal 14 Januari 2008. Sangat tragis bagi pemegang sahamnya namun sebuah peluang bagus bagi pemburunya.
Bagaimana dengan harga wajar ASII? Tentu kita harus melakukan valuasi sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi. Mari kita mulai. (more…)
Categories: Investasi · Valuasi
Tagged: analisa fundamental, harga wajar, Investasi, nilai wajar, Saham, Valuasi
Seri Bubble dan Crash Bursa Saham 4: Great Depression of 1929
December 12, 2008 · 1 Comment
Mungkin inilah crash terburuk dalam sejarah Amerika Serikat. Crash ini telah memicu terjadinya depresi yang berkepanjangan. Terdapat tiga istilah yang mewakili dimulainya crash ini, yaitu Black Thursday, Black Monday, dan Black Tuesday. Black Thursday mengacu pada hari Kamis tanggal 24 Oktober 1929 di mana Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun sebesar 2.09%. Pada hari itu, jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 12.9 juta lembar, tiga kali lipat dari kondisi normal. Black Monday mengacu pada hari Senin tanggal 28 Oktober 1929 di mana DJIA mengalami penurunan tajam sebesar 13.47% dalam sehari (dari penutupun hari Jumat di 301.22 ke 260.64 pada penutupan perdagangan hari Senin). Black Tuesday mengacu pada tanggal 29 Oktober di mana DJIA turun tajam sebesar 11.73% dengan volume yang sangat besar. Pada hari itu, jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 16.4 juta lembar. Rekor jumlah lembar saham yang diperdagangkan pada hari itu tidak terpecahkan sampai dengan 40 tahun kemudian pada tahun 1968. DJIA terus merosot sampai ke titik nadirnya pada tanggal 8 Juli 1932 di 41.22. Penurunan dari titik tertinggi ke titik terendah adalah sekitar 89%. Level tertinggi DJIA di 386.1 yang dicapai pada tanggal 3 September 1929 tidak terlampaui sampai dengan tahun 1954. (more…)
Categories: Investasi · Seri Bubble dan Crash Bursa Saham
Tagged: crash, depresi, pasar modal, resesi, Saham
Seri Bubble dan Crash Bursa Saham 3: Panic of 1907
December 10, 2008 · 1 Comment
Panic of 1907 adalah krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat di mana bursa saham jatuh sampai dengan 50% dari puncaknya tahun sebelumnya. Kepanikan ini terjadi pada saat terjadi resesi ekonomi.
Kepanikan ini bermula dari kegagalan Otto Heinze untuk melakukan cornering (menggoreng) saham United Copper pada tanggal 17 Oktober 1907 yang menyebabkan Otto Heinze tidak dapat membayar utang-utangnya. Kegagalan ini menyebabkan bank di mana Otto Heinze menjaminkan saham United Copper yang dimilikinya, State Savings Bank of Butte Montana mengumumkan kebangkrutannya. Bank Montana ini adalah milik F. Augustus Heinze, saudara dari Otto. Kepanikan segera menular ke Mercantile Bank karena bank ini merupakan bank korespondensi dari Bank Montana. Para nasabah segera menyerbu ke bank tersebut untuk menarik simpanannya. Tidak hanya sampai di situ, para nasabah mulai menyerbu National Bank of North America dan New Amsterdam National miliki Charles W. Morse yang merupakan rekan dari Heinze.
Rush tidak hanya melanda bank, namun juga perusahaan trust (semacam manajer investasi). Perusahaan trust pertama yang terkena adalah Knickerbocker Trust Company, perusahaan trust terbesar ketiga di New York. Para nasabah melakukan rush karena perusahaan trust ini adalah milik Charles T. Barney yang diduga memberikan dana bagi Heinz untuk melakukan cornering. Kepanikan segera menjalar ke perusahaan trust lain yaitu Trust Company of America dan Lincoln Trust Company.
Categories: Investasi · Obrolan Warung Kopi · Seri Bubble dan Crash Bursa Saham
Tagged: banking, bubble, cornering, crash, pasar modal, Saham
Seri Bubble dan Crash Bursa Saham 2: South Sea Bubble
December 6, 2008 · Leave a Comment
South Sea Bubble merupakan salah satu bubble terburuk sepanjang sejarah. Pada tahun 1700-an, Inggris Raya merupakan negara besar yang koloninya terdapat di seluruh penjuru dunia. Abad ke-18 merupakan zaman kemakmuran Inggris Raya. Mania ini dimulai pada tahun 1711 di mana pemerintah Inggris berutang sebesar 10 juta poundsterling. Untuk membiayai perang dengan Perancis, House of Lords mengeluarkan South Sea Bill yang memberikan izin monopoli kepada South Sea Company untuk melakukan perdagangan dengan Amerika Selatan. Izin ini merupakan imbalan dari pinjaman yang diterima oleh Inggris. South Sea Company menjadi penjamin emisi English National Debt senilai 30 juta poundsterling yang memberikan bunga sebesar 6% per tahun. Dengan diterbitkannya surat utang ini, pemerintah Inggris berkewajiban untuk membayar bunga sebesar 576,534 poundsterling per tahun kepada South Sea Company.
Categories: Investasi · Seri Bubble dan Crash Bursa Saham
Tagged: bubble, crash, fraud, Saham
