INDF : Raksasa yang sedang kena tonjok


Kali ini saya akan melakukan valuasi terhadap PT Indofood Sukses Makmur (INDF). Indofood merupakan raksasa consumer goods. Ditambah lagi dengan keberhasilannya mengakuisisi LSIP menjadikannya semakin membengkak.

Selama krisis finansial yang melanda dunia ini, harga saham Indofood mau tidak mau ikut terpengaruh. Pada bulan Januari 2008 lalu, INDF sempat menyentuh level 3,175 dan akhirnya turun terus hingga saat ini di level 950. Di harga saat ini, sekilas INDF merupakan “bargain” yang menarik. Consumer goods merupakan salah satu industri defensif yang tahan krisis.

Mari kita hitung bersama πŸ™‚

indfval

Di harga 950 sepertinya INDF merupakan bargain yang menarik karena walaupun sudah dipasang safety margin 50% ternyata 1,513 pun masih menjadi entry price yang menarik πŸ™‚

Disclaimer is on

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Valuasi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

26 Responses to INDF : Raksasa yang sedang kena tonjok

  1. ryad says:

    tapi.. knp ya indf turun terus?

    Like

  2. Chris says:

    nyangkut nih pak di 1130

    mending average down ato gmn ya?

    mohon advise

    thx

    Like

  3. edison76 says:

    datanya coba dilihat lagi bro, perusahaan mature spt indofood biasanya EPS growthnya tidak sampai level 59,19%….

    Like

  4. parahita says:

    @Bro Nikken
    Itu saya dapatkan dari lap keu beberapa tahun terakhir. Seperti yang saya utarakan sebelumnya. Kalo ada growth lebih dari 15% langsung saya cut menjadi 15% dalam perhitungannya.

    Datanya kira2 seperti ini:

    Year Net Earnings (in million Rp)
    2001 746,300
    2002 802,630
    2003 603,480
    2004 386,920
    2005 124,018
    2006 661,210
    2007 980,357
    2008E 1,509,888

    catatan: Net Earnings sampai dengan Q3 2008 adalah Rp 1,136,164 juta.

    Yang menjadi concern saya adalah net earnings boost dari tahun 2005 – 2008. di mana dari tahun 2002-2005 INDF mengalami penurunan net earnings. Apa yang terjadi pada INDF pada tahun 2005? Seakan-akan pada tahun tsb INDF mengalami titik balik. Ada yg bisa menjelaskan?

    Like

  5. parahita says:

    @Chris
    Selama yakin fair valuenya masih di atas harganya saat ini, mestinya malah gembira dong soalnya bisa nambah saham πŸ™‚

    Tapi memang secara psikologis hal tersebut bisa sangat menganggu karena berada dalam posisi rugi dalam jangka waktu yang cukup panjang.

    Like

  6. parahita says:

    @ryad
    Terkadang memang market menjadi irasional bro πŸ™‚

    Like

  7. edison76 says:

    @parahita

    Mungkin pertanyaan itu yang harus ditanyakan paling pertama. Mengapa perusahaan yg sudah mature spt indofood, earningnya bisa fluktuatif seperti itu? Apa alasannya?

    Tanpa mengetahui latar belakang perubahan earning yang liar tersebut, maka sulit bagi kita untuk mematok earning growth sebesar 15%.

    Selain itu, tanpa mengetahui penjelasan dibalik pergerakan liar earningnya, maka dikhawatirkan validitas nilai Earning yg dipakai dalam formula valuasi jadi berkurang…

    Like

  8. parahita says:

    @Nikken
    Point yg bagus bro. I will re-check my valuation.

    Like

  9. risyadmum says:

    Saya terima jadi aja, ah.
    Nyontek ya,bro.

    Kapan yah gw bisa bikin valuasi sendiri? ngidam bikin valuasi INCO nih, tapi nggak pede ,he..he..bantuin donk.

    Like

  10. manis says:

    check free cash flow
    and return on capital vs wacc

    earning is a deception

    Like

  11. manis says:

    1. competition booo… maybe
    let me give buffett assumption on
    ‘how much we can hurt these guys ?’

    if i give u some capital as much as INDF, how much u can hurt them ?

    mie sedap ? killing their market share

    2. cyclical industri/sector
    it is so obvious that the earning getting down
    on 2003 2005 when oil increased by government effect the sale and cost

    any other reason ? so many laaaa

    means what ?
    means the EARNING POWER is not so strong

    there are some category buffett like to divided:
    – commodity company
    – consumer monopoly
    – etc etc
    now u can think .. which one INDF categorized ?

    Like

  12. parahita says:

    @manis
    I agree that sometimes earnings can be manipulated. We have to be carefully using earnings as the basis of valuation.

    1. About competition, I don’t care much about Mie Sedap because when I went to “warung indomie”, I still saw the sell Indomie and not Mie Sedap :p

    Why Buffett is still holding Coca Cola although it has a very strong competitor, Pepsi?

    2. Indofood is not a pure commodity nor consumer. It doesn’t have a monopolistic role also. When we talk about Indomie, Indofood is a consumer goods company. When we talk about Lonsum, Indofood is a commodity company.

    What I know is, Indofood has a very strong brand equity and I believe it will be stand still for a long time at its position πŸ™‚

    Like

  13. manis says:

    1. –Why Buffett is still holding Coca Cola although it has a very strong competitor, Pepsi?

    not only COKE has strong brand , but pepsi still losing sale numbers OUTSIDE US / INTERNATIONALLY compare to COKE , as well as the growth

    buffett using company which has sale/ revenue come from outside US to hedge against decreasing value of the dollar

    check BRK report ….

    2. — Indofood is not a pure commodity nor consumer. It doesn’t have a monopolistic role also. When we talk about Indomie, Indofood is a consumer goods company. When we talk about Lonsum, Indofood is a commodity company.

    U need to see the number to support your own opinion, check the sector/industry

    —What I know is, Indofood has a very strong brand equity and I believe it will be stand still for a long time at its position πŸ™‚

    they do have strong brand, compare to their competitor, do they had better return on capital against their wacc ?

    separate opinion and fact.. πŸ˜€

    Like

  14. parahita says:

    “U need to see the number to support your own opinion, check the sector/industry ”

    You can’t judge a company is in a sector/industry because BEJ put it in that sector/industry πŸ™‚

    You have to read their annual reports, see what their business units are?

    INDF has plantations, consumer goods (Indomie, Sarimi,Supermi), Flour, and many more.

    You are talking about wacc. Now, please tell me. What is the wacc of INDF.

    Like

  15. manis says:

    i dont know
    thats why i ask u
    :))

    glad to had somebody to talk to
    dont be irritate with wht i said yak :))

    Like

  16. parahita says:

    Hehehe. Nice to talk to you too πŸ™‚
    Senang rasanya ada pembaca yang kritis.

    Like

  17. pratolo says:

    wah seru juga mengikuti polemik nona manis dengan parahita. saya agak condong pd nona manis. INDF bukan termasuk portofolio saya.
    http://pratolo.com/2008/09/15/ketika-musim-diskon-tiba/

    Like

  18. Aji Monoarfa says:

    Bro.. coba compare antara INDF dengan UNVR waktu ada “serangan” kemarin UNVR masih lebih kuat dari semua saham bluechips. Why..? kan ga jauh beda sama INDF yang juga menguasai pangsa pasar yang cukup besar dan lama..

    comment please.. πŸ™‚

    Like

  19. Erge says:

    Bener kok INDF emang raksasa yang ditonjok πŸ™‚
    Kemaren sempat cuan, tapi ya sedikittttt πŸ™‚

    Like

  20. parahita says:

    @Erge
    INDF mainnya harus sabaaarrr Ge

    Like

  21. parahita says:

    @Aji
    INDF baru aja turnaround beberapa tahun belakangan ini sedangkan UNVR relatif lebih stabil kinerjanya. Ya wajar aja kalo INDF lebih gampang goyang.

    Like

  22. Erge says:

    Gw Request valuasi INCO ama PGAS dong pak…

    Like

  23. parahita says:

    @Erge
    Entar gw coba. Kalo INCO siklikal(komo), jadi harus lebih hati2.

    Like

  24. Pingback: Berburu Perusahaan Yang Solid (Bagian 1) | Pojok Ide Investasi

  25. rioinvest says:

    Debat menarik tentang INDF. . . . tapi rasanya saya setuju dengan argumen Mas Parahita…

    Like

  26. Hendrik says:

    INDF sudah di atas angka Rp 7000, dan hitungan anda tepat sekali setiap tahun nya nilai saham nya mencapai apa yang anda hitung. Ijin share yah, thanks

    Like

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s