GARP in Action: GARP Versi Saya, Fokus pada Pertumbuhan


Seperti yang telah disebutkan pada artikel sebelumnya, ide dasar dari GARP adalah menggabungkan filosofi growth investing dengan value investing. Tiap-tiap investor GARP memiliki preferensi tersendiri dalam melakukan filtrasi. Tidak ada yang baku. Intinya adalah adanya growth yang terkontrol. Biasanya investor akan mencari perusahaan dengan growth yang konsisten namun dapat menjaga kondisi keuangannya agar tidak berada di luar kontrol.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini sedang melaju dengan cukup kencang dan pada tahun 2011 GDP diprediksi akan tumbuh sebesar 6,4%. Dengan adanya kebijakan quantitative easing oleh pemerintah Amerika Serikat, rupiah diperkirakan akan terus menguat terhadap USD karena membanjirnya likuiditas. Walaupun begitu, adanya ancaman inflasi yang diakibatkan oleh pencabutan subsidi BBM bagi kendaraan pribadi roda empat perlu mendapatkan perhatian khusus. Meskipun saya berpendapat bahwa efeknya hanya sementara, market akan melakukan priced-in terhadap saham-saham di BEI.

Satu hal lagi yang perlu mendapatkan perhatian adalah adanya kecenderungan peningkatan investasi riil yang akan memicu kenaikan demand. Sekian lama direct investment telah mengalami perlambatan dan sepertinya tahun 2011 akan mulai melaju kencang.

Berdasarkan kondisi-kondisi di atas, untuk tahun 2011 ini fokus saya dalam melakukan pemilihan saham adalah growth, terutama net earnings dan revenue. Yang lebih penting lagi adalah adanya konsistensi dalam pertumbuhannya. Untuk mengukur konsistensi ini saya menggunakan metode R-Square di mana saya akan memilih saham dengan R-Square untuk historical revenue dan earnings tidak kurang dari 80%. Untuk lebih meyakinkan, saya mencoba untuk cross check data historis 5 tahun dengan data historis 3 tahun. Selain itu, yang lebih penting adalah selama 5 tahun, net earnings tidak boleh negatif. Saya tidak mau mengambil risiko dengan mengambil saham-saham yang berpotensi merugi.

Untuk tingkat pertumbuhannya sendiri, saya mematok minimal 15% untuk net earnings dan 10% untuk revenue. Tidak lupa juga bahwa earnings tidak akan berarti apabila tidak mampu memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Oleh karena itu saya menginginkan ROE terakhir minimal 15%. Ada yang berpendapat bahwa ROE minimal adalah 20% namun saya optimis bahwa untuk perusahaan yang sedang tumbuh, ROE akan meningkat dengan sendirinya di masa datang. Sebagai kontrol, saya memilih perusahaan dengan interest-bearing debt to equity ratio kurang dari 1.

Berikut adalah saham-saham yang masuk ke dalam kriteria saya tersebut. Tabel berikut adalah net earnings selama 5 tahun terakhir.

Tampak bahwa perusahaan-perusahaan tersebut mampu membukukan pertumbuhan laba secara konsisten. Untuk lebih meyakinkan, mari kita perhatikan bagaimana revenue-nya tumbuh.

Pertumbuhan revenue sangat konsisten!

Saham-saham di atas semuanya memiliki interest-bearing debt to equity ratio kurang dari 1. Bagaimana dengan valuasinya? Mau mencoba?

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Stock Picking Strategies, Strategi Investasi and tagged . Bookmark the permalink.

29 Responses to GARP in Action: GARP Versi Saya, Fokus pada Pertumbuhan

  1. Joy Joy Andi Istabella says:

    Menarik, sir.

    Kebetulan selama beberapa minggu ini saya juga melakukan screening kepada hampir seluruh saham di BEI (menggunakan worksheet yang anda buat–tentu saja–terimakasih banyak untuk worksheetnya) dan memang saya mendapati hampir semua saham yang ada di tabel anda masuk dalam valuasi buatan anda. Lantas saya filter lagi berdasarkan likuiditasnya (saya hanya menyukai saham2 yang likuid, hehehe–maafkan) dan akhirnya memberikan saya beberapa saham pilihan pribadi. Favorit saya adalah PTBA, INTP, UNVR, MYOR, ARNA, SMGR (terutama PTBA, karena ternyata menurut perhitungan saya saham itu masih dijual dibawah harga fair-nya) Sayangnya saya belum melakukan screening saham2 di bidang perbankan dan keungangan, karena saya tidak memiliki pengetahuan soal bagaimana menganalisa lap-keu mereka.Pertanyaan buat Pak Parahita: Apakah KLBF tidak termasuk didalam saham jenis GARP?

    Oh ya, dalam kesempatan ini saya hendak mengucapkan terimakasih atas ilmu2 yang telah anda bagikan, sangat berguna bagi saya selama ini. Anda guru yang baik.

    Like

  2. Candra says:

    Metode GARP apakah harus perusahaan yang tumbuh terus Pak pertumbuhan laba mereka ? Misalkan perusahaan A saat ini tumbuh dengan laba Rp. 1.000.000 tahun depan hanya tumbuh menjadi Rp. 900.000
    Kasus ini perusahaan tersebut tidak termasuk kategori GARP ?

    Like

  3. Reminder says:

    kalo saya tetap fokus pada BUMI Resources ( No More ) hehe..Dia puya potensi Leverage yang besar, apalagi trend harga energi yang naik saat ini..saya sangat setuju dengan paparan pak parahita mengenai Magic Formula ala Joel Greenblatt, di mana BUMI menduduki ranking satu hehe..saya tidak pernah menjual saham ini, tapi terrrrusss membeli setiap dia koreksi besar..wahhh.. kalo saya jual saham BUMI saat ini hasilnya sangat luar biasa…saya selalu tergila gila gila mengumpulkan saham ini setiap koreksi besar…

    thank ya pak parahita.atas analisa nya yang membuka metode magic formula hehehe…

    Like

  4. Candra says:

    Kalau saya pribadi hanya fokus pada Cash Flow yang dihasilkan oleh perusahaan saja sama revenue/sales mereka. Perusahaan yang mampu menghasilkan net income 2 jt belum tentu kas mereka bertambah 2 jt. Bahkan bisa minus karena ada pembayaran hutang, bunga obligasi dll. Perusahaan yang mampu menghasilkan kas juga perlu dicermati dari mana asal kas mereka. Apakah dari pinjaman bank dan lainnya.

    Like

  5. parahita says:

    @Joy Joy Andi Istabella
    Apa yang membuat KLBF masuk kategori GARP?

    @Candra
    Selama dalam 5 tahun cukup stabil pertumbuhannya, masih ok. Mungkin ada satu tahun earningnya turun tetapi masih bisa ditoleransi.
    Setuju jika cash flow perlu mendapatkan perhatian. Screening ini hanyalah screening awal. Normalnya operating cash flow nilainya mendekati net earnings.

    @Reminder
    You’re such a risk taker 😀

    Like

  6. Candra says:

    Pak, Cash Flow From Investing bisa dikatakan sebagai Capital Expenditure tidak ? Cash Flow from Investing adalah kas yang dibelanjakan atau digunakan perusahaan. Kalau tidak sama bisa dikasih tahu Pak rumus Capital Expenditure ? Saya sudah search di google tapi tidak berhasil menemukan formula dari CAPEX.

    Like

  7. DAVID says:

    MICE kok ga masuk ya gan ? pdhl revenue nya selalu tumbuh trs loh dr thn 2005 ?

    Like

  8. Candra says:

    Mohon pencerahannya Pak mengenai rumus Capital Expenditure ? Saya sampai saat ini tidak tahu rumus CAPEX.

    Like

  9. aneka says:

    Setau saya CAPEX tidak ada rumusnya, lihat di cash flow statements sudah ada kok, yaitu pembelian aktiva tetap

    Like

  10. parahita says:

    @David
    Revenue tumbuh tetapi apakah earningsnya juga tumbuh konsisten?

    Like

  11. Candra says:

    Aneh sekali saya melihat pemulihan ekonomi di Amerika, sejak krisis 2008 sampai 2010. Angka Unemployment Rate dari Januari 2008 sebesar 5 % hingga November 2010 menjadi 9.8 %. Artinya angka pengangguran di America tidak turun pada saat pemulihan ekonomi dari 2009-2010 kemarin. Tidak ada penurunan signifikan jika kita lihat data pengangguran mereka. Ada apakah gerangan dengan pemulihan ekonomi ? 🙂

    Like

  12. Candra says:

    Yang ada tingkat pengangguran bertambah menjadi 9.8 % 🙂

    Like

  13. badi says:

    Pak Parahita,
    Untuk PTBA sy hitung PEG di atas 1 berarti ini masuk kelompok warning Pak…Ini disebabkan long term growthnya 9.97 di bawah 15%, base on data ini kenapa PTBA dimasukkan Pak ?
    Salam

    Like

  14. badi says:

    Sy hitung valuasi PTBA nya pake rumus Graham dengan harga terakhir 24200, hasilnya overvalue Pak….

    Like

  15. parahita says:

    @Candra
    Memang AS ekonominya pulih ya? 😀 Kalau Indonesia iya, membaik.

    @badi
    Kan saya bilang valuasinya silakan dihitung sendiri 🙂

    Like

  16. Candra says:

    Media massa selalu memberitakan “Economy Recovery” dan ditambah bursa Dow Jone mereka yang sedang Bullish. Setelah saya cek indikator makro ekonomi mereka salah satunya pengangguran. Pengangguran tidak ada penurunan sama sekali dari 2008-2010. 🙂

    Like

  17. badi says:

    @Parahita,

    iyaa Pak…hehehe…

    Like

  18. Joy Andi Istabella says:

    @ Mr Parahita: for the last five years KLBF net income-nya kan naik terus pak… (atau saya yg salah ya? hehe)

    Like

  19. badi says:

    Pak Parahita,

    Saya coba mulai lihat data SMSM – selamat sempurna di BEI, tidak tersedia laporan tahunannya sehingga saya tidak dapat memperoleh data-data seperti dividen per saham. Dimana bisa dapat infonya yaa ?
    Tq sebelumnya.

    Salam

    Like

  20. Aneka says:

    Laporan keuangan bisa didownload di http://www.idx.co.id atau http://www2.idx.co.id utk data2 yang lama.

    Like

  21. parahita says:

    @Joy Andi Istabella
    Memang naik, tetapi apa cukup besar naiknya? 😀

    @badi
    sudah coba cek di ft.com. Memang bukan aslinya sih, tetapi lumayanlah.

    Like

  22. TChron says:

    Pak Parahita bilang DER semua emiten tsb < 1.

    Apakah cara menghitung DER = Total Liabilities / Total Equity ?

    Sekedar konfirmasi utk menyamakan persepsi…

    Like

  23. parahita says:

    Saya lebih suka menggunakan interest-bearing debt (debt yg ada bunganya).

    Like

  24. Joy Andi Istabella says:

    well,there’s truth in your opinion sir. Kenaikan net income KLBF emang ga terlalu signifikan besaranya. Thanks atas pencerahanya. Tapi saya tetep mau amati dan miliki KLBF anyway, the’re solid, good governed, and ever growing company in my humble opinion, hehehe. Thanks again sir, terus menulis dan mencerahkan ya.

    Like

  25. badi says:

    @Parahita,

    Pak sy coba liat di ft.com tidak ada info divident per sahamnya…

    Salam

    Like

  26. parahita says:

    @badi
    Yakin gak ada? 🙂

    Like

  27. badi says:

    @Parahita
    di income statement ada info DPS-Common stock Primary issue untuk 2009 nilainya 65000, yang ini Pak info divident per saham?
    mohon pencerahannya..
    terima kasih sebelumnya…

    salam

    Like

  28. Pingback: Ratio and Valuation Sheet v1.2 | Pojok Ide Investasi

  29. Pingback: Saham-Saham Pilihan 2012 (Bag. 1): Hasil Screening dengan Metode dari Peter Lynch | Pojok Ide Investasi

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s