Ngobrol Tentang Capex


Street_InvestingKali ini kita akan berdiskusi tentang Capex (Capital Expenditure). Untuk mengingatkan, yang disebut dengan Capex adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh ataupun meng-upgrade aset tetap seperti tanah, bangunan, dan mesin produksi. Secara langsung nilai dari capex akan berpengaruh terhadap besarnya pos PPE (property, plant & equipment) di bagian non current assets. Pada umumnya, agar dapat berekspansi, perusahaan harus mengeluarkan capex untuk memperbesar kapasitas produksi. Besar kecilnya capex bergantung pada perkembangan usaha ataupun target yang ingin dicapai oleh manajemen.

Andaikan sebuah perusahaan yang memproduksi kecap memiliki kapasitas produksi 10.000 botol kecap per hari. Saat ini perusahaan tersebut rata-rata memproduksi 9.500 botol kecap per hari atau dengan kata lain utilisasinya mencapai 95%. Jika perusahaan merasa nyaman-nyaman saja dengan kondisi ini, maka dapat dikatakan bahwa produksi botol kecapnya cukup efisien. Lain halnya jika ternyata manajemen melihat ada peluang untuk menjual 2.000 botol kecap tambahan per harinya.  Tentu saja, dengan kapasitas produksi yang ada saat ini, perusahaan tidak akan mampu untuk menangkap peluang tersebut.  Jika ingin dapat memproduksi lebih banyak botol kecap, perusahaan harus membeli mesin tambahan. Dana yang digunakan untuk membelinya inilah yang disebut dengan capex.

Perlu diingat bahwa pada kondisi tidak berekspansi pun, perusahaan tetap harus mengeluarkan biaya untuk mengganti mesin-mesin yang sudah habis masa pakainya ataupun rusak. Biaya ini dikenal dengan nama maintenanc capex. Karena biaya yang dikeluarkan digunakan untuk mengganti mesin lama, maka tidak ada penambahan kapasitas.  Bagaimana cara menghitung maintenance capex? Pendekatan yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan menyamakan nilainya dengan depresiasi. Hal ini berangkat dari pemikiran bahwa depresiasi secara pembukuan menyatakan berkurangnya nilai aset tetap atau dengan kata lain pengurangan kapasitas.

maintenance capex = depresiasi

Sebagai contoh, pada tahun 2010 besarnya depresiasi AUTO adalah 127 miliar rupiah. Berdasarkan definisi di atas, maka besarnya maintenance capex adalah 127 miliar rupiah juga. Permasalahan dari metode ini adalah adanya perbedaan perhitungan depresiasi (stright line atau double declining) sehingga penggunaan depresiasi sebagai acuan penentuan maintenance capex cenderung misleading.

Cara lain yang lebih akurat adalah dengan menghitung persentase PPE terhadap sales/revenue dan kemudian mencari rata-rata persentase tersebut selama beberapa tahun terakhir. Dengan demikian kita dapat mengetahui seberapa besar fixed asset yang dibutuhkan untuk nilai penjualan tertentu. Kalikan persentase tersebut dengan pertumbuhan/penurunan penjualan dari tahun sebelumnya untuk memperkirakan besarnya growth capex. Kurangkan total capex dengan growth capex dan kita akan memperoleh estimasi nilai maintenance capex. Metode perhitungan maintenance capex ini diperkenalkan oleh Bruce Greenwald.

Mari kita melihat contoh dari AUTO.

Terlihat bahwa rata-rata perbandingan antara PPE terhadap revenue adalah 15,76%. Dengan angka tersebut kita dapat memperkirakan kebutuhan capex untuk maintenance alat produksi.

Dari contoh AUTO, terlihat bahwa pada tahun 2010, berdasarkan cara pertama maintenance capex-nya adalah 127 miliar sementara dengan menggunakan cara kedua estimasi maintenance capex-nya adalah 274 miliar. Terlihat bahwa nilai berbeda sangat jauh.  Mengapa bisa begitu? Nilai depresiasi telah ditetapkan di awal, baik dengan menggunakan stright line method ataupun double declining method sementara pada kenyataannya, nilai maintenance capex bergantung pada perkembangan bisnis. Seandainya kondisi ekonomi memburuk sehingga penjualan menurun, maka mesin produksi yang sudah habis masa pakainya kemungkinan tidak perlu diganti karena masih cukup untuk mengakomodir permintaan.

Menghitung maintenance capex berguna bagi kita untuk mengetahui apakah suatu perusahaan benar-benar tumbuh ataukah hanya sekedar bertahan hidup. Jika dari tahun ke tahun maintenance capex-nya sangat kecil sementara penjualan terus naik. Ada kemungkinan bahwa sebelumnya banyak sekali kapasitas produksi yang tidak terutilisasi dengan baik. Kondisi terburuk terjadi ketika sales terus menurun dan maintenance capex sangat kecil. Hal ini menandakan adanya kemungkinan perusahaan sudah berada pada masa senjanya.

Perusahaan yang baru tumbuh akan memiliki growth capex yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan maintenance capex-nya. Perusahaan seperti ini sedang giat-giatnya berekspansi. Hanya saja, tetap waspadai apabila tidak terjadi pertumbuhan revenue yang signifikan karena ada kemungkinan perusahaan hanya burning money.

Gallery | This entry was posted in Analisa Fundamental Saham (Bedah Bisnis) and tagged , . Bookmark the permalink.

20 Responses to Ngobrol Tentang Capex

  1. aneka says:

    Wah pak, bagus sekali nih, jadi lebih mengetahui jeroan peruasahaan lebih dalam ya, terima kasih banyak.

    Like

  2. Davi says:

    Pak Parahita, saya sudah baca, tapi angka growth capex gimana hitung ya ? Misalnya angka growth capex tahun 2010, 155,793, datang dari mana ya ? Thanks

    Like

  3. yusup says:

    saya coba valuasi salah satu emiten di sektor farmasi,, tetapi ko didapet growth capex > capexnya sendiri sehingga nilai maintenance capex jadi negatif?? bisa kasih komen mas??

    2010 2009 2008 2007 2006
    Revenue 3183829 2854058 2704728 2365636 2189715
    PPE 422449 411184 407070 404456 412984
    PPE / Revenue 13% 14% 15% 17% 19%
    rata-rata 16%
    Pertumbuhan Revenue 329771 149330 339092 175921

    Capex 30456 22449 30658 31553 23982
    Growth capex 51895 23500 53362 27684
    maintenance -21439 -1051 -22704 3869

    Like

  4. parahita says:

    @Davi
    Tinggal kurangkan dengan tahun sebelumnya

    @yusup
    perhitungannya hanya estimasi saja. jadi tidak bisa tepat benar

    Like

  5. yusup says:

    terima kasih jawabannya mas,, tapi maksud saya apakah itu berarti sebagian besar capex terserap ke growth capex, atau ada pos lain yang menyerap pertumbuhan revenue selain growth capex atau nilai capex yang sedikit dimanipulasi dalam lap keunya emiten tsb, atau… atau ada arti dan kemungkinan lain yang harus dipelajarin lebih dalam lagi?? kalo boleh tau ada referensi yang text book yang membahas tentang cash flow dll gak mas? sekali lagi thanks ya mas atas sharing dan inspirasinya 🙂

    Like

  6. lapis dua says:

    saya jadi ingat konsep laba pemilik w.buffet yang formulanya adalah Laba pemilik= laba bersih + depresiasi-capex. dan dimana keadaan ekonomi sedang inflasi maka capex yang untuk mempertahankan produksi maka lebih besar dari depresiasi, hal ini disebabkan oleh harga barang yang umumnya lebih tinggi dari sebelumnya.

    Like

  7. yusup says:

    ups… betul juga thanks to Lapis dua atas inspirasinya…. thanks a lot bro/sis…

    Like

  8. Santoso says:

    Mas, Nannya total capex th 2010 sebesar 429.732 dari mana angka tersebut ya?

    Like

  9. yusup says:

    @santoso, sedikit berbagi, total capex diperoleh dari lap keu emiten. berbicara tentang capex sebenarnya kita sedang mencari tahu tingkat efektifitas aset dalam menghasilkan pertumbuhan penjualan. kita bisa tahu total capex yang dianggarkan itu apakah hanya untuk mempertahankan penjualan (maintenance capex) atau kah untuk ekspansi (growth capex)

    Like

  10. siahaan says:

    Apasaja komponen capex tsb….

    Like

  11. parahita says:

    @siahaan
    Capex adl belanja yg berkaitan dgn alat produksi seperti mesin, bangunan dll.

    Like

  12. parahita says:

    @santoso
    Angka tsb didapatkan dari cash flow statement (laporan arus kas)

    Like

  13. widhi says:

    tolong dunk dibahas tentang non cash working capital……..dulu waktu mata kuliah yang bahas ini saya mungkin lagi gak nyimak (asdosnya mengganggu ‘konsentrasi’)..hehehehe

    sebenernya kalu rumusnya tau sih…tapi butuh penjelasan yang lebih detail.

    terima kasih.

    Like

  14. Albert says:

    Kalau menurut saya perhitungan Bruce Greenwald ini margin error nya cukup besar yang bisa mengarahkan kita pada salah penafsiran, apalagi jika disamakan dengan kondisi nyata yg terjadi pada perusahaan mengenai penggunaan capex tersebut. Seperti pada contoh di atas, penurunan PPE pada tahun 2007 malah membuat revenue pada tahun yg sama meningkat significant. Dengan kata lain ada indikasi bahwa pertumbuhan PPE dengan revenue tidak sejalan, yang bisa jadi malah berkebalikan, sehingga error yg timbul dari perhitungan average PPE / revenue cukup besar. Mohon pencerahannya dari master2 jika ada yg salah. Thumbs up bwt blognya, sangat inspiratif

    Like

  15. Zul says:

    Makasih sharingnya….
    Sangat berguna dlm menilai suatu perusahaan

    Like

  16. parahita says:

    @widhi non-cash working capital ya working capital dikurangi cash.
    @albert memang formula ini akan lebih efektif untuk perusahaan yang sudah cukup mature dengan growth yang stabil.

    Like

  17. ria says:

    bagaimana pengaruh capex terhadap nilai mata uang suatu negara?
    -trims-

    Like

  18. atiek silalahi says:

    Sangat terbantu dgn tulisan2 bapak….matur nuhun…

    Like

  19. Lidya Namira says:

    Capex liat nya di laporan arus kas atau neraca ya?

    Like

  20. parahita says:

    Di laporan arus kas

    Like

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s