Catatan Akhir Tahun 2012


Tahun 2012 mungkin bukan tahun terbaik bagi IHSG walaupun ada peningkatan sebesar 12.9%, lebih baik dibandingkan dengan hanya 3.2% pada tahun 2011. Sebagai catatan, sejak tahun 2000 kenaikan IHSG per tahun rata-rata adalah sebesar 21%. Secara keseluruhan selama 2 tahun tersebut IHSG underperform terhadap kinerja historisnya. Kinerja IHSG yang berada di bawah rata-rata ini cukup jelas menggambarkan dominannya peranan industri pertambangan dan industri pertanian di BEI. Seperti yang kita ketahui, kinerja kedua industri tersebut kurang menggembirakan selama 2 tahun belakangan dan berpengaruh cukup besar terhadap kinerja IHSG.

Yang perlu menjadi catatan, sepanjang tahun 2012 sektor properti, infrastruktur dan perdagangan membukukan kinerja yang cemerlang. Selama beberapa kuartal terakhir kita terus menerus dikejutkan oleh kinerja operasional yang luar biasa pada sektor-sektor tersebut, terutama sektor properti. Walaupun bukan tidak mungkin kinerja yang bagus tersebut dapat dipertahankan pada tahun 2013, saya sendiri sebenarnya cukup khawatir terhadap cepatnya kenaikan harga properti. Penjelasan yang cukup masuk akal adalah besarnya backlog kebutuhan properti sehingga emiten properti menangguk buah yang manis selama tahun 2012.

Bagi sektor pertambangan dan pertanian, tahun 2012 adalah tahun yang suram seiring dengan penurunan harga komoditas. Pada tahun ini indeks pertambangan mencatat penurunan sebesar 27% sementara sektor pertanian turun sebesar 9%. Walaupun harga saham di kedua sektor tersebut sudah terbilang cukup murah, kita harus tetap waspada dan memperhatikan tren perkembangan harga komoditas.

Ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian di tahun 2013 mendatang. Yang pertama adalah keputusan untuk menaikkan UMP yang akan berpengaruh pada laba emiten terutama yang memiliki operating leverage yang cukup tinggi. Kenaikan komponen personnel expenditure akan berpengaruh besar pada emiten-emiten tersebut. Saya pribadi akan mencoba untuk fokus pada emiten-emiten dengan moat yang lebar, dalam hal ini emiten yang mampu untuk menaikkan harga produknya tanpa harus kehilangan pelanggan. Paling tidak, ada baiknya kita mencari emiten-emiten yang operating leverage-nya masih cukup rendah sehingga mampu untuk mengantisipasi dampak dari kebijakan kenaikan UMP tersebut. Seiring dengan hal tersebut, kita juga perlu mengantisipasi adanya kemungkinan kenaikan harga BBM yang akan berpengaruh terhadap daya beli konsumen.

Pada tahun 2013 tampaknya pembangunan infrastruktur akan mendapatkan perhatian cukup besar dari pemerintah karena jika tidak dilakukan akan berpotensi untuk menghambat pertumbuhan ekonomi. Dalam hal ini, emiten-emiten sektor infrastruktur perlu mendapatkan perhatian lebih besar, termasuk di dalamnya emiten-emiten yang terkait dengan sektor tersebut yaitu perbankan dan semen.

Pesan yang sama bagi investor akan sama dari tahun ke tahun. Setiap tahun kondisi ekonomi akan terus berubah. Akan ada industri yang diuntungkan dan akan ada pula industri yang terkena dampak negatif. Carilah emiten-emiten dengan bisnis yang bagus dan relatif tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi.

Akhir kata, have a nice holiday and wish you a prosperous year in 2013.

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Investasi. Bookmark the permalink.

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s