Mencari Saham Yang Bagus? Lihat Ke Sekeliling


Ketika Anda sedang menggosok gigi, pernahkah terpikir bahwa banyak sekali pihak yang terlibat untuk dapat menghadirkan pasta gigi di kamar mandi Anda? Mereka bekerja dengan tekun memproduksi pasta gigi, mengirimkannya ke minimarket dan menjualnya kepada jutaan rumah tangga di negeri ini. Sebagai hasilnya mereka akan mendapatkan keuntungan yang akan dipergunakan untuk memproduksi lebih banyak pasta gigi dan menjualnya.

Setiap kali berangkat ke kantor atau ke kampus, kita mengendarai mobil atau motor yang dihadirkan oleh sebuah pabrikan. Kita mungkin saja tidak mau tahu bagaimana rumitnya proses perakitan mobil sampai dengan mur dan baut terkecil sampai bisa kita kendarai dengan nyaman. Jika kita berpikir lebih lanjut, proses yang mereka lakukan berulangkali secara terus-menerus tersebutlah yang memfasilitasi jutaan orang agar bisa sampai ke tempat tujuannya. Tentu saja mereka melakukannya tidak dengan cuma-cuma. Untuk memperoleh kenyamanan tersebut kita harus mengeluarkan sejumlah uang yang akan menjadi keuntungan mereka.

Sebagian besar barang dan jasa yang kita pergunakan sehari-hari merupakan hasil dari penambahan nilai atas sesuatu sehingga menjadi lebih berguna. Mbok Yem yang setiap hari  lewat di depan rumah kita untuk menjual sayur akan sangat membantu kita apabila malas untuk pergi ke pasar. Untuk jasanya tersebut, Mbok Yem berhak untuk menjual sayuran dengan harga sedikit lebih tinggi daripada di pasar sehingga mendapatkan keuntungan yang memberinya penghidupan. Contoh tersebut tentu saja sangat sederhana apabila dibandingkan dengan bagaimana ratusan mobil dirakit dan dijual setiap harinya. Akan tetapi, pesan yang disampaikan adalah sama. Dengan menambahkan nilai pada sesuatu, kita akan menikmati keuntungan.

Mari kita lanjutkan lagi ceritanya. Seandainya kita memberikan modal kepada Mbok Yem untuk berjualan sayur, kemungkinan besar ia akan menolak. Alasan pertama adalah Mbok Yem tidak membutuhkan tambahan modal. Alasan kedua, jika penghasilannya yang tidak besar dibagi lagi ke orang lain jangan-jangan malah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Keadaan akan menjadi berbeda apabila kita berbicara tentang bisnis perakitan dan penjualan mobil. Tidaklah mudah untuk membangun bisnis tersebut. Banyak sekali yang harus dipikirkan dan yang lebih penting, modal yang dibutuhkan juga jauh lebih besar. Untuk mendapatkan modal, mereka bisa saja merogoh kocek sendiri. Bagaimana jika kurang? Mereka bisa saja meminjam uang dari bank dan mengembalikannya beserta bunga sesuai dengan kesepakatan dengan bank. Selain meminjam, cara lain untuk mendapatkan modal adalah dengan meminta orang lain untuk menyumbang modal dan bersama-sama dengan mereka menjadi pemilik bisnis tersebut dan mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan produknya. Salah satu cara yang sangat populer untuk mendapatkan tambahan modal adalah dengan mendaftarkan perusahaannya ke pasar modal. Dengan begitu, setiap orang berhak untuk secara ‘patungan’ memberikan modal bagi kelangsungan bisnis tersebut. Orang yang menyumbang modal akan mendapatkan sebagian kepemilikan atas bisnis tersebut. Kepemilikan tersebut dinamakan saham.

Ketika pertama kali menawarkan sahamnya ke publik, kita menyebutnya Penawaran Saham Perdana atau lebih terkenal dengan IPO (Initial Public Offering). Saat IPO, kita membeli saham langsung kepada perusahaan dan akan menjadi modal tambahan untuk bisnisnya. Perusahaan yang terdaftar di bursa saham disebut juga dengan emiten.

Setelah membeli saham saat IPO, kita otomatis menjadi salah satu pemilik dari perusahaan tersebut dan berhak mendapatkan laba dari bisnisnya secara proporsional sesuai dengan persentase kepemilikan kita. Dengan demikian, tanpa harus bersusah payah membangun suatu bisnis, kita bisa memilikinya dengan membeli sahamnya. Sejalan dengan waktu, saham yang kita miliki dapat kita jual ke orang lain melalui pasar sekunder. Demikian pula apabila kita ingin membeli saham perusahaan lain, kita tidak perlu menunggu IPO. Kita hanya perlu membelinya dari orang lain yang memiliki saham perusahaan tersebut.

Untuk memperjualbelikan saham, kita membutuhkan pialang/perantara/broker yang menghubungkan antara calon pembeli dan penjual. Mereka akan meminta sejumlah fee atas jasanya tersebut. Seperti lazimnya sebuah pasar, saham-saham yang diperdagangkan harganya bisa turun naik karena harga yang ditawarkan oleh penjual dan harga yang diminta oleh pembeli besar kemungkinan berbeda.

Demikianlah, dengan adanya bursa saham kita dapat memiliki sebuah bisnis tanpa harus membangun dari awal. Kita hanya perlu menyertakan modal dan menjadi pemilik dari sebuah bisnis. Dengan berinvestasi di saham, secara tidak langsung kita juga turut dalam jalannya roda perekonomian dan bukan hanya sebagai konsumen melainkan juga menjadi seorang pelaku.

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Strategi Investasi and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to Mencari Saham Yang Bagus? Lihat Ke Sekeliling

  1. aswanto says:

    Luar Biasa artikelnya !

    Like

  2. anindita says:

    Sangat jelas dan mudah dipahami. Good job. Thanks

    Like

  3. diana says:

    pak parahita, saham mfin bagus tidak bila kita simpan untuk long term

    Like

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s