Trend Analysis Part I: Revenue (Study Case KBLI)


Jika Anda biasa membaca artikel-artikel di blog ini, Anda bisa melihat bahwa metode proyeksi yang biasa saya lakukan terlihat sederhana. Hal tersebut dikarenakan saya berusaha untuk mencari perusahaan yang mudah diprediksi sehingga tidak diperlukan estimasi proyeksi yang terlalu terperinci.

Sayangnya, ada kalanya mau tidak mau kita harus membedah lebih jauh untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat. Urgensinya akan semakin meningkat manakala terjadi perubahan yang fundamental, baik pada skala emiten, industri, ataupun ekonomi secara keseluruhan.

Pada bagian pertama ini, saya akan mencoba untuk melakukan estimasi proyeksi revenue. Walaupun masing-masing industri  memerlukan pendekatan yang berbeda-beda, akan tetapi pada prinsipnya proses proyeksinya sama.

Kali ini saya akan mencoba mengambil KMI Cable & Wire, Tbk (kode BEI: KBLI) sebagai bahan diskusi. Pada bulan Oktober tahun lalu (2012), KMI telah dibahas pada artikel ini. Pada saat itu KBLI diperdagangkan di level 200 dengan estimasi harga wajar 286. Harga wajar tersebut tersentuh pada bulan April 2013.

Guncangnya BEI pada bulan Juni hingga saat ini membuat saya tertarik untuk kembali melakukan analisis terhadap KBLI. Sebagai informasi, harga KBLI yang sempat menyentuh level 315 ikut terhempas jatuh ke level 182 saat ini. Selain terseret oleh pasar, ada beberapa hal fundamental yang berubah pada KBLI. Jika Anda telah membaca artikel tentang KBLI sebelumnya, telah dijelaskan bahwa risiko yang mengancam adalah harga bahan baku dan kurs rupiah. Potensi risiko saat ini telah terwujud dan tiba saatnya bagi kita untuk melakukan kalkulasi ulang.

Jika kita rangkum, beberapa kondisi fundamental yang berubah antara lain:

  • Pelemahan rupiah
  • Kenaikan harga bahan baku (aluminium dan tembaga)
  • Kenaikan UMP dan tarif dasar listrik
  • Kenaikan inflasi
  • Melambatnya pertumbuhan ekonomi
  • Kenaikan BI rate

           Anda akan melihat bagaimana faktor-faktor fundamental tersebut mempengaruhi analisis dan valuasinya. Yang mempengaruhi proyeksi revenue adalah kenaikan inflasi dan melambatnya pertumbuhan ekonomi.

Ok, mari kita mulai melakukan proyeksi revenue

Long-term Trend

Sebelumnya, kita akan melihat tren pertumbuhan revenue KBLI sampai dengan tahun 2012.

LT_Rev_ProjTerlihat bahwa CAGR revenue KBLI cukup mengesankan. Sejak tahun 2009, revenue KBLI rata-rata tumbuh sebesar 40.35% per tahun. Kita akan mencoba melakukan proyeksi tahun 2013 pada bagian berikutnya.

Quarterly Analysis

Selanjutnya, kita akan mencoba untuk membuat proyeksi revenue sampai dengan akhir tahun 2013 dengan melihat perkembangan dari kuartal ke kuartal. Bagaimana caranya?

Historical Assumption

Pada tabel di bawah terlihat bahwa dengan memilah-milah revenue per kuartal membantu kita untuk melihat faktor seasonality dalam distribusi revenue KBLI. Terlihat bahwa pada Q4 revenue KBLI secara historis lebih tinggi daripada kuartal-kuartal yang lain.

Rev_Proj

Revised Projection

Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, saat ini terjadi perubahan terhadap beberapa faktor fundamental. Kenaikan harga bahan baku memaksa KBLI untuk menaikkan harga sehingga potensi revenue berkurang. Selain itu, melambatnya pertumbuhan ekonomi juga cukup berpengaruh terhadap revenue KBLI. Perubahan-perubahan tersebut membuat saya hanya berani memproyeksikan revenue sebesar 70% dari asumsi awal untuk Q3 dan Q4 tahun 2013. Hasilnya adalah sebagai berikut.

Rev_Proj_Revised

Terlihat bahwa karena adanya perubahan faktor fundamental, proyeksi revenue 2013 turun dari 2.9 triliun menjadi hanya 2.4 triliun.

Update data historis revenue KBLI adalah setelah ditambahan data tahun 2013 adalah sbb:

LT_Rev_Proj_RevisedPada artikel selanjutnya, saya akan membahas mengenai cara memproyeksi COGS.

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Strategi Investasi and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Trend Analysis Part I: Revenue (Study Case KBLI)

  1. repento says:

    dengan menghitung trend revenue lalu trend COGS maka diperoleh trend op.income ya pak

    trus nanti apakah dikatikan dengan FCF pak

    Like

  2. parahita says:

    @repento
    Iya, karena biasanya COGS adalah persentase dari revenue walaupun juga harus diadjust.
    Keterkaitan dengan FCF dengan proxy relasi laba bersih dengan operating cash flow.

    Like

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s