Piotroski F-Score: Result 2012 & 2011, Cukup Memuaskan


Salah satu metode screening saham yang jarang digunakan adalah Piotroski F-Score. Di tengah-tengah riuh rendahnya bursa saham, metode ini seperti terlupakan. Metode screening ini menarik karena kesederhanaannya yang hanya mengandalkan data dari laporan keuangan. Penjelasan mengenai metode ini pernah dibahas di blog ini beberapa tahun yang lalu di sini.

Sebagai sebuah metode screening saham, tentulah kurang menarik apabila kita tidak mencoba untuk memantau efektivitasnya. Pada artikel kali ini saya akan memaparkan bagaimana hasil investasi saham dengan menggunakan Piotroski F-Score. Saham yang saya pilih memiliki F-Score 8 dan 9 (skala 0 – 9). Saya mencoba untuk melakukan tracking untuk data tahun 2011 dan tahun 2012.

Mari perhatikan tabel berikut:

F-Score_2012

Terlihat bahwa pada tahun 2012 terdapat 12 saham yang memiliki F-Score 8 dan 9. Dari keduabelas saham tersebut, selama tahun 2013 hanya 4 saham yang harganya turun. Ke-8 saham lainnya naik harganya. Jika dirata-rata, imbal hasilnya adalah 39.74%. Hasil ini cukup memuaskan mengingat pada kurun waktu yang sama IHSG relatif stagnan (hanya naik tipis sebesar 0.03%).

Bagaimana dengan tahun 2011?

F-Score_2011

 Jika kita mencoba melakukan tracking untuk hasil screening berdasarkan data tahun 2011, saham-saham dengan F-Score tinggi (8 & 9) memberikan imbal hasil rata-rata sebesar 38.76% pada tahun 2012 sementara IHSG hanya naik sebesar 12.94% pada kurun waktu yang sama.

Berdasarkan data tahun 2011 dan 2012, terlihat bahwa saham-saham yang dipilih menggunakan metode dari Piotroski ini bisa mengalahkan pasar dengan cukup siginifikan. Permasalahannya adalah bahwa laporan keuangan untuk biasanya baru dirilis beberapa bulan setelah tutup tahun.

Bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut?

Pendekatan yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan data kuartal ketiga. Laporan keuangan kuartal ketiga meskipun hanya membuat data 9 bulan, bisa menjadi acuan untuk melihat gambaran kinerja suatu emiten selama tahun tersebut. Jika tidak ada perubahan kondisi fundamental, biasanya data kuartal ketiga cukup bisa menggambarkan data selama setahun penuh. Jika diperlukan kita bisa mencoba mensetahunkan datanya agar bisa dibandingkan dengan data tahun sebelumnya.

Data laporan keuangan di sini.

Gallery | This entry was posted in Aneka Ria Riset Investasi, Stock Picking Strategies and tagged , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Piotroski F-Score: Result 2012 & 2011, Cukup Memuaskan

  1. As says:

    Pak Parahita, mau nanya jika kita Screening menggunakan F Score apakah masih perlu screening ala Graham ? Thx Sharingnya..

    Like

  2. parahita says:

    Dipilih saja salah satu karena masing-masing berangkat dari filosofi yang berbeda.

    Like

  3. Wakhid says:

    Pak, kapan mengadakan training lagi di Jakarta?

    Like

  4. As says:

    Thanks Penjelasannya Pak Parahita..

    Salam

    Like

  5. purple says:

    Pak, TSPC kok tidak masuk dalam kriteria F score tahun 2012 ?
    dengan score 8 ? apakah perhitungan saya salah ?
    terima kasih

    Like

  6. Rizal says:

    Pak, jika menggunakan ini maka data yang disajikan 2 untuk tahun 2015 dan 2016? karena tahun 2016 masih data kuarta I maka langsung dikali 4 atau harus menunggu data kuartal III 2016. mohon penjelasannya. terimakasih

    Like

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s