Bagaimana Warren Buffett Memilih Saham? (Bagian 1 – Strategi Pemilihan Saham)


Street_InvestingBagi seorang investor, pembahasan tentang bagaimana seorang Warren Buffett berinvestasi seakan tiada habis-habisnya. Tak terhitung jumlah buku dan artikel di internet yang mengulas tentang Warren Buffett. Pada artikel ini, saya akan mencoba membahas mengenai bagaimana Warren Buffett melakukan stock picking (pemilihan saham). Agar lebih komprehensif, saya juga akan membahas penerapan metode stock picking Buffett di Bursa Efek Indonesia. Selama ini contoh yang diberikan sebagian besar menggunakan saham-saham yang terdaftar di NYSE atau NASDAQ.

Strategi pemilihan saham dan valuasinya saya kutip dari buku berjudul “The Guru Investor: How to Beat Market Using History’s Best Investment Strategies” yang ditulis oleh John P. Reese dan Jack M. Forehand, CFA.

Untuk menyesuaikan dengan konteks bursa saham Indonesia, saya melakukan beberapa penyesuaian terhadap pemaparan mereka. Di antaranya:

–          Karena terbatasnya data historis sebagian saham, saya hanya menggunakan data 5 tahun. Pada format aslinya, data historis yang digunakan adalah 10 tahun ke belakang. Apabila Anda ingin lebih ‘plong’, silakan menggunakan data historis selama 10 tahun.

–          Beberapa kriteria yang melibatkan EPS terkadang saya ganti dengan net earnings. Saya melakukan hal tersebut untuk menghindari misinterpretasi data apabila terjadi konversi saham seperti stock split atau stock reverse.

Rasanya masih ada yang kurang apabila kita hanya sekedar menentukan saham apa yang akan dipilih. Untuk memfasilitasi hal tersebut, saya juga melakukan back test (pengujian dengan menggunakan data terdahulu) untuk meyakinkan bahwa metode ini juga efektif diterapkan di bursa saham Indonesia. Pembagian artikelnya adalah sbb:

Bagian 1: Metode pemilihan saham (beserta contoh kasus)

Bagian 2: Metode valuasi (beserta contoh kasus)

Bagian 3: Hasil back test 2007 – 2013

Bagi saya pribadi, hasil penggalian pengetahuan ini sangatlah berharga. Besarnya usaha yang saya lakukan untuk memperoleh hasil ini terbayar dengan hasil temuan yang cukup memuaskan, khususnya untuk konteks bursa saham Indonesia.

Mari bergabung dengan saya dalam perjalanan ini 🙂

Pada bagian pertama ini, saya akan membahas tentang metode pemilihan saham Buffett. Seperti yang kita ketahui, dalam melakukan pemilihan saham, Warren Buffett menggunakan baik metode kualitatif maupun kuantitatif. Karena metode kualitatif lebih cenderung subjektif, apa yang akan saya bahas adalah aspek kuantitatifnya.

Secara umum terdapat enam kriteria pemilihan saham ala Buffett yaitu:

1. Earnings Predictability

  • Laba bersih naik selama 5 tahun berturut-turut dan pernah rugi  –> PILIH (Best Case)
  • Laba bersih naik selama 5 tahun berturut-turut dan tidak pernah rugi (pengecualian apabila ada satu tahun laba turun yang tidak lebih dari 45% dari tahun sebelumnya) –> PILIH
  • Kombinasi lain –> BUANG

2.       Level of Debt

  • Long-term debt ≤ 2x earnings –> PILIH (Best Case)
  • 2X earnings < Long-term debt ≤ 5x earnings –> PILIH
  • Long-term debt > 5x earnings –> BUANG

Keterangan: long-term debt adalah utang jangka panjang yang mengandung bunga. Anda bisa mendapatkan nilainya dari web http://www.ft.com

3.       Return on Equity / ROE (rata-rata 5 tahun)

  • ROE ≥ 15% –> PILIH
  • ROE < 15% –> BUANG

Keterangan: ROE = net earnings / equity

4.       Return on Total Capital / ROTC (rata-rata 5 tahun)

  • ROTC ≥ 12% –> PILIH
  • ROTC < 12% –> BUANG

Keterangan: ROTC = net earnings / (debt + equity)

5.       Capital Expenditures

  • Free Cash Flow > 0 –> PILIH
  • Free Cash Flow ≤ 0 –> BUANG

Keterangan: Free Cash Flow (FCF) = Operating Cash Flow – Capital Expenditure

  1. 6.       Use of Retained Earnings (RORE)

RORE = (EPS (y) – EPS (y-5)) / (Retained Earnings (y) – Retained earnings (y-5))

  • RORE ≥ 15% –> PILIH (Best Case)
  • 12% ≤ RORE < 15% –> PILIH
  • RORE < 12% –> BUANG

Contoh Kasus: INTP

Setelah mengetahui apa saja kriteria kuantitatif Buffett, mari kita mencoba untuk menguji satu saham. Saham yang akan kita gunakan sebagai contoh adalah PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk (kode BEI: INTP). INTP adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar 30.9%. Data yang digunakan pada contoh ini berasal dari laporan keuangan tahun 2012.

1.       Earnings Predictability

Predictability

Terlihat bahwa bahwa laba bersih INTP terus naik selama 5 tahun terakhir dan tidak pernah rugi. Oleh karena itu untuk kriteria ini INTP lolos.

2.       Level of Debt

Filter_2

Long-term debt/earnings INTP sangatlah kecil sehingga juga lolos untuk kriteria ini.

3.       Return on Equity / ROE (rata-rata 5 tahun)

Filter_3

Return on Equity (ROE) rata-rata INTP adalah 23.67%, jauh di atas batas minimum 15% sehingga lolos untuk kriteria ini.

4.       Return on Total Capital / ROTC (rata-rata 5 tahun)

Filter_4

Return on Total Capital (ROTC) rata-rata INTP adalah 22.85%, jauh di atas batas minimum 12% sehingga lolos untuk kriteria ini.

5.       Capital Expenditures

Filter_5

Terlihat bahwa Free Cash Flow (FCF) INTP cukup besar sehingga lolos untuk kriteria ini.

6.       Use of Retained Earnings (RORE)

Filter_6

Terlihat bahwa Return on Retained Earning INTP adalah 27.67%, jauh melebihi batas bawah 12% sehingga lolos untuk kriteria terakhir.

INTP telah berhasil lolos untuk keenam kriteria kuantitatif pemilihan saham Buffett sehingga bisa dilanjutkan untuk proses selanjutnya (valuasi).

Artikel selanjutnya akan membahas tentang metode valuasi Buffett.

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Stock Picking Strategies and tagged . Bookmark the permalink.

17 Responses to Bagaimana Warren Buffett Memilih Saham? (Bagian 1 – Strategi Pemilihan Saham)

  1. The Petarung says:

    wuahhh….sangat lugas dan bisa dicerna dengan baik
    menunggu artikel yg valuasi pak :mrgreen:

    Like

  2. Great post Pak Hita, ditunggu bagian berikutnya 😀

    Like

  3. Edi Santoso says:

    Thank u pak, sangat bermanfaat, Artikel valuasinya kira2 kapan mau di share ??

    Like

  4. market whisper says:

    ada contoh saham lain pak?

    Like

  5. The Petarung says:

    nyari retained earning dmn ya pak? atau bgmn ya? makasih pak 🙂

    Like

  6. AS says:

    Mantappp Guru Hita.. Thanks Atas Sharingnya.. Selamat Menikmati Perjalanan Yang Sangat Mengasyikkan Ini !

    Salam,

    AS!

    Like

  7. Heru says:

    Great article bro !
    Btw, Saya masih tetap menunggu “The next rising star” 🙂

    Like

  8. Andy Jaya says:

    Pak Parahita, saya sudah melihat nilai perhitungan diatas via ft.com dan match, hanya 1 yang saya belum paham : retained earning 2012 sebesar 4,034.
    saya membaca arti retained earning di http://www.wikihow.com/Calculate-Retained-Earnings
    kira2 net income – deviden paid out.

    data yang saya dapat dari ft :
    4,760,382 – 1,078,601 = 3,681,781 (tidak sama dengan retained earning diatas yg sebesar 4,034,000.

    ada perhitungan yang saya lewatkan pak?

    Like

  9. hendy says:

    Pak parahita kalo Return on Total Capital / ROTC (rata-rata 5 tahun)… debtnya darimana angkanya?

    Like

  10. hendy says:

    Pak parahita.. mau tanya no. 4 Return on Total Capital / ROTC (rata-rata 5 tahun).. debtnya darimana?

    Like

  11. parahita says:

    Retained earnings/laba ditahan ada di bagian shareholder equity di balance sheet.

    Like

  12. parahita says:

    Retained earnings ada di balance sheet bagian shareholders equity

    Like

  13. parahita says:

    Debt adalah utang yang ada bunganya. Tidak semua komponen liabilities adalah debt. Account payable, cadangan dana pensiun itu bukan debt.

    Like

  14. Reksa says:

    Sharing yang sangat bernilai dan menarik, Pak. Memang banyak sekali buku yang melakukan back test terhadap metode pemilihan saham Buffet ini. Selain buku yang Pak Parahita rujuk dalam tulisan ini, ada juga buku sejenis, “Creating A Portfolio Like Warren Buffet” karya Jeeva Ramaswany. Rata-rata buku seperti ini meskipun pada prinsipnya sama, banyak melakukan modifikasi terhadap teknik-teknik yang dilakukan Buffet. Seperti Free cash flow, Buffet mengistilahkannya dengan “owner earning” = net income-capex+depreciation.

    Like

  15. budinyoto says:

    bagaimana menentukan level of debt saham perbankan, Pak? Bukankah ada simpanan yang mengandung bunga? apakah simpanan tersebut digolongkan sebagai debt juga? terimakasih.

    Like

  16. Pingback: Hasil Screening Saham ala Warren Buffett 2014, Masihkah Relevan? | Pojok Ide Investasi

  17. Ryan Elf says:

    Yang pak Parahita maksudkan dengan Long-Term Debt pada analisa mengenai “Level of Debt” tersebut merupakan Utang Sewa Pembiayaan/Utang Obligasi (Obligation Under Finance Lease) perusahaan ya, benar demikian pak?

    Like

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s