Bagaimana Warren Buffett Memilih Saham? (Bagian 3 – Back Test)


Street_InvestingBagian ini merupakan bagian terakhir dari artikel mengenai metode pemilihan saham Warren Buffett. Kali ini saya akan membahas bagaimana jika seandainya metode pemilihan saham Warren Buffett diterapkan di Indonesia. Back test dilakukan sejak tahun 2007 s.d 2013.

Agar back test yang dilakukan mampu mendekati kondisi sebenarnya, terdapat beberapa pengkondisian sbb:

  • Pengukuran kinerja dimulai pada bulan April setiap tahunnya mengingat umumnya laporan keuangan tahunan dirilis pada bulan Maret. Dengan demikian diasumsikan kita mulai membeli saham dan menyusun portfolio setelah laporan keuangan diterbitkan.
  • Interval pengukuran kinerja adalah bulanan.
  • Kinerja portfolio dibandingkan dengan IHSG sebagai benchmark.
  • Dilakukan rebalancing portfolio dan penggantian saham setiap tahun.

Sebagai contoh, berdasarkan laporan keuangan tahun 2012 didapatkan saham-saham berikut:

Stock_List

Bagaimana hasilnya?

BackTestResult

Terlihat bahwa dengan menggunakan metode pemilihan saham ala Warren Buffett, imbal hasil tahunan yang didapatkan jauh melebihi imbal hasil pasar, dalam hal ini IHSG.

Chart_BackTest

Jika kita modelkan portfolio ala Warren Buffett dan IHSG sebagai seakan sebuah reksadana yang NAB awalnya 1,000, terlihat bahwa portfolio model Warren Buffett naik hingga 7x lipat dalam 7 tahun terakhir. Sementara itu, untuk periode yang sama IHSG hanya naik 2x lipat.

Hasil dari metode pemilihan saham Warren Buffett cukup memuaskan mengingat pada kurun waktu tersebut paling tidak IHSG diterpa dua gelombang dahsyat yaitu krisis global 2008 dan koreksi tajam pasar 2013.

Jadi, bagaimana menurut Anda?

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Aneka Ria Riset Investasi, Stock Picking Strategies, Valuasi and tagged , . Bookmark the permalink.

13 Responses to Bagaimana Warren Buffett Memilih Saham? (Bagian 3 – Back Test)

  1. Marciano says:

    Nice article. Dalam backtest ini bagaimana asumsi position sizing nya? Apakah setiap saham dibeli dengan jumlah lot yg sama atau equal weight( dengan nominal uang yg sama)?

    Like

  2. prayudi says:

    tambahan pertanyaan di atas.
    “rebalancing tiap tahun” tehnisnya bagaimana?
    Dari ke 18 saham itu saja? atau masih ambil dr yg lain?
    Jadi, tiap tahun komposisi porto tidak sama?

    Like

  3. parahita says:

    Setiap saham dibeli dengan jml nominal yang sama.

    Like

  4. parahita says:

    Kita diasumsikan melakukan perombakan dan rebalancing portfolio setiap thn sesuai dengan saham2 yang lolos filter.

    Like

  5. market whisper says:

    pak parahita…saya menemukan..kondisi yg bapak sebut dengan “Earning Predictability” bisa pula kontraproduktif

    kondisi ini…ambil contoh kalo berkaca pada perusahaan batu bara ketika periode masyhur ..akan keluar angka prediktabiliti yg bagus…tapi ketika sekali saja laba turun…hancur semua hitungan valuasi (dan mungkin MOS kita pun bisa jebol)…semakin kita beli semakin turun..semakin kita punya keyakinan akan value yg sudah kita hitung – kita semakin terkubur dalam downtrend, (karena harga bergerak terlebih dahulu) sementara data keuangan adjustment baru akan datang kuartalan (based review – kalo sial baru annual)

    Contoh : HRUM ketika periode bull pasti prediktabilitas nya oke, tapi ketika di umumkan laba turun > -50% harga nya sudah turun 77% off high..

    dan bukankah market juga efficient, ketika saham predictable laba nya..informasi akan terserap dengan cepat – dan price adjustable soon dan menjadikan nya mahal (secara Price – not PE), jadi menurut saya kecil sekali menemukan kesalahan market yg menjudge saham predictable di level harga yg rendah..(fenomena ini mungkin terjadi pada saham small caps)

    mungkin hanya untuk masukan supaya lebih konstruktif kita coba tekankan ke tradisi-tradisi yg buffet jaga..bukan maksud saya juga mengesampingkan rasio2x yg buffet pakai.

    karena ada satu quotes yg menarik buat saya dari buffet :

    “buffet sendiri tidak handal memakai komputer..dan hanya pakai komputer untuk main kartu dan baca artikel – karena nya berkshire tidak membeli microsoft dalam portfolio nya”

    Like

  6. parahita says:

    Tidak ada sistem yang sempurna. Di awal artikel sudah saya sampaikan bahwa screening ini berdasarkan aspek kuantitatif. Untuk aspek kualitatif silakan untuk menilai sendiri.
    Buffett memang tidak menggunakan komputer, tapi jika komputer bisa memberikan manfaat mengapa tidak kita gunakan?

    Like

  7. david says:

    pak parahita, apaakah dari 400an sekian perusahaan di BEI hanya 18 perusahaan diatas yg lolos screening ala buffett ?

    Like

  8. yosua says:

    Kalo risikonya gimana ya pak?
    soalnya kalo dari gambar keliatannya turunya tajam pas 2008, kalo si IHSG tidak terlalu tajam.
    terima kasih

    Like

  9. Dear Hu Parahita,

    perubahan harga saham JRPT disebabkan tahun kemarin stocksplit, bukan karena turun 83.83%.

    Thanks.

    Doddy (DNACapitalGroup.com)

    Like

  10. parahita says:

    @david iya
    @yosua saya hanya menyampaikan hasil screening. Yang dimaksud dengan risiko itu apa?
    @doddy prayogo tks untuk koreksinya

    Like

  11. Wahyu says:

    pak parahita, maksudnya disini rebalancing portofolio itu bagaimana?
    harus diganti tiap tahun itu maksudnya seperti apa pak?
    Saya telah beli buku bapak dan lumayan bermanfaaat, tapi bagian back test ini agak membuat saya bingung, tolong dijelaskan. trima kasih

    Like

  12. Ryan Elf says:

    Artikel yang sangat menarik pak, terimakasih atas ulasannya. Saya ingin menanyakan lagi mengenai rebalancing portofolio, seperti apakah penjelasan teknisnya. Terimakasih.

    Like

  13. parahita says:

    @Ryan Elf
    Praktiknya biasanya kita jual sebagian saham yang jumlahnya sudah terlalu banyak dan hasilnya digunakan untuk membeli saham yang jumlahnya masih sedikit.

    Like

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s