Menjadi Seorang Investor Ritel Profesional


Seorang investor tentu berharap bisa menemukan saham yang bagus yang bagus. Hal tersebut adalah konsekuensi yang wajar sebagai hasil dari usaha kita melakukan penelitian. Kadangkala kita menemukan 1-2 saham yang bagus dan kemudian memutuskan untuk membelinya dengan berharap harganya akan naik di kemudian hari. Tentu saja bisa menemukan saham yang bagus adalah hal yang baik. Namun jika kita telah memutuskan untuk berinvestasi dalam jangka panjang, hal tersebut tidaklah cukup. Jika Anda cukup rajin membaca koran, majalah, artikel di internet, ataupun kasak kusuk di sosial media, dalam satu atau beberapa kesempatan Anda akan mendengar cerita mengenai orang-orang yang mendapatkan keuntungan fantastis dari saham yang dibelinya. Memang benar bahwa tidak tertutup kemungkinan saham yang kita miliki akan memberikan keuntungan puluhan, ratusan, bahkan ribuan persen. Sayangnya saham seperti itu tidak banyak dan mencarinya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Kenyataannya, kinerja kebanyakan saham akan mirip seperti pasar. Artinya, kita tidak bisa berhenti hanya beberapa saham dan kemudian duduk tenang berharap akan membuat nilai investasi kita berlipat ganda. Kita tetap harus mencari peluang-peluang baru karena ada kemungkinan saham-saham yang kita miliki ada masa kadaluarsanya. Manajemen yang buruk, bisnis yang semakin tidak prospektif, ataupun tuntutan hukum yang mengganggu operasioanalnya secara permanen adalah beberapa penyebabnya.

Apa perbedaan antara seorang amatir dengan seorang profesional?

Semasa kecil, sebagian besar dari Anda tentu pernah bermain bulutangkis bersama teman. Anda benar-benar hanya berniat untuk bermain untuk mengisi waktu. Anda tidak berlatih khusus untuk menjadi seorang pemain bulutangkis yang baik. Jika Anda perhatikan, skor yang Anda peroleh banyak yang berasal dari kesalahan lawan Anda dan demikian pula sebaliknya, skor lawan banyak yang diperoleh dari kesalahan Anda. Pada permainan profesional, kemampuan masing-masing individu tidak berbeda jauh. Pada kondisi seperti itu, yang bisa mereka lakukan adalah terus berlatih untuk meminimalkan kesalahan karena kesalahan yang kecil pun bisa membuat hasil pertandingan berbeda.

Demikian pula halnya dengan investor. Bagi seorang profesional keberhasilan seringkali bukan ditentukan oleh seringnya memilih saham-saham dengan imbal hasil fantastis melainkan karena ia berhasil terhindar dari kerugian yang mematikan. Imbal hasil seorang investor profesional mungkin tidaklah terdengar fantastis. Keistimewaan mereka adalah karena mampu berkinerja baik secara konsisten dan mampu menghindari kerugian yang mematikan manakala badai menerpa.

Sebutlah beberapa investor yang namanya sudah melegenda seperti Ben Graham, Warren Buffett, Peter Lynch, atau T. Rowe Price. Imbal hasil tahunan rata-rata yang mereka peroleh umumnya hanya berkisar puluhan persen. Perbedaan mereka dari seorang amatir adalah bahwa mereka mampu mendapatkan keuntungan puluhan persen tersebut secara konsisten. Selain itu, hampir tidak pernah kita mendengar mereka berhasil karena satu atau dua saham saja. Mereka selalu berusaha mencari peluang-peluang baru. Keberhasilan investasi mereka dapatkan dari kerja keras selama bertahun-tahun dan bukan hanya dalam semalam.

Selama ini istilah profesional dikaitkan dengan orang-orang yang bekerja di bidangnya. Lalu apakah seorang investor ritel tidak bisa bersikap profesional dalam berinvestasi? Saat ini mungkin Anda adalah seorang karyawan, ibu rumah tangga, mahasiswa, ataupun wiraswasta. Kemungkinan besar Anda tidak bergerak di bidang pasar modal. Apapun profesi Anda tidaklah berarti Anda harus menjadi seorang amatir. Jika Anda memiliki waktu yang terbatas untuk mengelola portfolio, cobalah untuk menyisihkan 1 jam pada akhir minggu untuk belajar serta mencari saham-saham yang potensial. Menurut saya itu sudah cukup. Pantaulah kinerja portfolio Anda secara berkala. Tidak perlu lama-lama. Cukup 5-10 menit saja. Jika kinerja portfolio Anda buruk, cobalah cari apa yang menjadi penyebabnya. Apakah ada salah satu saham yang longsor ataukah seluruh portfolio Anda berkinerja buruk? Cek kembali apakah saham yang Anda pilih sudah benar. Cobalah mencari berita yang terkait dengan saham tersebut. Jika tidak ada yang mengkhawatirkan dan tidak ada masalah berarti pada laporan keuangannya, Anda bisa terus menambah posisi.

Jika Anda melakukan hal tersebut secara berkesinambungan, semakin lama Anda akan semakin mengerti bagaimana caranya berinvestasi dengan baik. Anda akan menemukan cara untuk selalu memperbaiki kesalahan yang terjadi dan memastikannya tidak berulang di kemudian hari. Tanpa terasa, Anda akan menjadi seorang investor ritel yang profesional.

Gallery | This entry was posted in Basic Investing and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Menjadi Seorang Investor Ritel Profesional

  1. ceritapasar says:

    mantaps hu hita. Enak dibaca dan perlu

    Like

  2. Kelly says:

    Selama ini istilah profesional dikaitkan dengan orang-orang yang bekerja di bidangnya, namun seorang investor ritel juga bisa bersikap profesional dalam berinvestasi. pojokinvestasi.com

    Like

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s