Tracking Terhadap Laba Per Kuartal


Pada umumnya, membangun portfolio dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan tahunan sudah cukup. Walaupun begitu, ada baiknya minimal setiap enam bulan kita mengamati perkembangannya. Apabila ada indikasi yang kurang baik pada fundamentalnya, tidak ada salahnya kita mulai waspada.

Kali ini saya akan mencoba untuk membuat estimasi laba untuk tahun berjalan dengan menggunakan data historis kuartalan. Walaupun metode ini masih banyak memiliki kekurangan di sana-sini, paling tidak kita memiliki gambaran mengenai apa yang bisa kita harapkan pada emiten ini pada tahun berjalan.

Jadi, bagaimana caranya? Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Kumpulkan laporan keuangan triwulan. Di situs IDX, data laporan triwulan tersedia mulai dari tahun 2010. Laporan terbaru yang sudah dirilis adalah kuartal 2 2014.
  2. Masukkan laba masing-masing kuartal ke dalam tabel. Kolom memuat data kuartalan dan baris memuat data tahunan.
  3. Buatlah prediksi data kuartal berikut dengan menggunakan data historis yang telah kita susun.
  4. Untuk memeriksa akurasi, kita bisa menggunakan formula LOGEST yang tersedia pada Microsoft Excel.

Sebagai contoh, kita akan coba mengestimasikan laba PT Unilever Indonesia, Tbk (kode BEI: UNVR). Tabelnya adalah sebagai berikut:

Estimasi Kuartalan_1

Untuk melihat formulanya sekaligus memanfaatkan spreadsheet sebagai template, Anda bisa mengunduhnya di sini.

Pada tabel tersebut, kita bisa melihat bahwa UNVR masih akan cenderung tumbuh pada tahun 2014. Berdasarkan data historis, terlihat bahwa prediktabilitas laba bersih UNVR untuk tiap-tiap kuartal > 90% yang memberikan indikasi yang cukup baik. Konsep prediktabilitas ini telah saya perkenalkan sebelumnya untuk memperkirakan stabilitas pertumbuhan laba tahunan. Kali ini saya menggunakannya pada data kuartalan.

Salah satu informasi menarik yang bisa kita peroleh dengan melakukan analisis terhadap data kuartalan adalah tren musiman. Pada kasus UNVR ini, terlihat bahwa kuartal ketiga menyumbang laba tertinggi yaitu sebesar 27,2% dan kuartal keempat menyumbang laba terendah yaitu 19,9%. Kita bisa melakukan pengujian yang sama terhadap emiten lain dan kemungkinan akan mendapatkan hasil yang berbeda. Yang perlu diingat, estimasi kontribusi laba tersebut akan semakin valid apabila prediktabilitasnya semakin tinggi.

Gallery | This entry was posted in Strategi Investasi and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Tracking Terhadap Laba Per Kuartal

  1. hapiz says:

    Angka 3 pada akhir rumus Index Logest mencermintak apa Pak Parahita ?

    Like

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s