It’s The Execution Matters


Kaizen (kahy-zen): a business philosophy or system that is based on making positive changes on a regular basis, as to improve productivity.

– dictionary.com

Salah satu sumber informasi yang saya sukai adalah laporan tahunan perusahaan. Berbeda dengan laporan keuangan yang menyuguhkan angka-angka yang kering, pada laporan tahunan kita bisa membaca sebuah cerita. Manajemen akan bercerita bagaimana pencapaian mereka selama setahun terakhir dan apa yang akan mereka rencanakan di masa mendatang. Kita akan mengetahui berapa pabrik yang akan mereka bangun, seberapa besar target penjualannya, bagaimana strategi mereka untuk memangkas biaya, dan lain sebagainya. Kesemuanya itu tidak kita dapatkan pada laporan keuangan yang hanya menyajikan data masa lalu.

Gaya manajemen dalam menyajikan laporan tahunan juga berbeda-beda. Ada yang sangat agresif berekspansi, ada yang berhati-hati, dan ada pula yang hanya berkata ala kadarnya, yang penting perusahaan tetap jalan seperti biasa. Sebagai investor kita harus bisa membaca bagaimana gaya pihak manajemen dalam mengelola perusahaan. Manajemen yang terlalu ambisius yang tidak terlalu memperdulikan risiko tentu sangat berbahaya. Demikian pula manajemen yang sangat ‘slow’ dan membuat kita bertanya-tanya apakah perusahaan ini masih mau hidup atau tidak.

Salah satu gaya manajemen yang saya sukai adalah yang terbuka kepada para investornya. Bukannya hanya sekedar mengatakan mereka akan memasuki bisnis tertentu, mereka juga akan bercerita apa target mereka di bisnis tersebut. Selain itu, ekspansi yang mereka lakukan sangat terukur dan bukanlah hanya angka di awang-awang. Keterbukaan pihak manajemen akan semakin terlihat pada sesi public expose yang wajib diselenggarakan setiap tahunnya. Pada sesi ini, investor bisa bertanya langsung pada pihak manajemen dan hasilnya bisa kita baca di situs BEI.

Walaupun begitu, keterbukaan dan perencanaan yang bagus tidaklah cukup. Perusahaan juga harus mampu untuk mengeksekusi rencananya dengan baik dan tepat waktu. Bagi seorang investor, kemampuan eksekusi ini menjadi catatan yang penting. Jika kita bandingkan rencana mereka tahun lalu dengan realisasinya tahun ini, apakah masih sejalan? Jika pada tahun tertentu manajemen gagal melaksanakan rencana dengan alasan yang masuk akal tentulah masih terasa wajar. Namun manakala dari tahun ke tahun rencana yang mereka susun selalu gagal tereksekusi tentu akan menjadi pertanyaan besar bagi investor.

Bagaimana cara mengetahuinya?

Kita bisa mencatat apa saja rencana mereka yang disebutkan di dalam laporan tahunan. Berapa besar target penjualan? Berapa besar penambahan kapasitas? Bagaimana mereka mendapatkan pendanaan untuk ekspansi tersebut? Bagaimana mereka bisa mengatasi melonjaknya biaya akibat ekspansi? Berapa lama rencana tersebut dapat terlaksana? Bandingkan pemaparan mereka tersebut dengan pencapaian pada laporan tahunan berikutnya. Berapa persen yang tercapai? Apakah pencapaiannya signifikan dalam mendongkrak performa perusahaan?

Jika Anda telah terbiasa melakukan hal tersebut, dengan mudah Anda akan bisa mengetahui apakah prospek suatu perusahaan masih bagus atau tidak. Proyeksi penjualan akan semakin jelas dan ruang kesalahan semakin menyempit. Namun bila kita mengalami kesulitan dalam membaca apa maksud manajemen, sangatlah berbahaya apabila kita melakukan proyeksi.

Berdasarkan pengalaman saya, kebanyakan perusahaan yang bagus performanya dalam jangka panjang umumnya bisa menjelaskan rencana dan visinya dengan baik serta mampu mengeksekusi dengan akurat. Sejalan dengan waktu, kita akan bisa mempercayai bahwa manajemen mampu untuk mengelola dengan baik dan memberikan keuntungan bagi investornya. Perusahaan yang mampu untuk berkinerja baik selama 1-2 dekade tentulah tidak bisa dibandingkan dengan perusahaan yang baru 1-2 tahun meraup keuntungan. Kita masih belum bisa melihat dengan jelas apakah keuntungan yang didapat hanyalah windfall ataukah memang benar-benar disebabkan oleh kepiawaian pihak manajemen. Perusahaan yang hanya sekali dua kali mencetak keuntungan kemudian tenggelam jumlahnya tidak sedikit. Ada yang mendapatkan keuntungan karena harga komoditas meningkat, ada yang kebetulan produknya menjadi tren sesaat dan kemudian memudar, dan ada juga yang beruntung mendapatkan kontrak besar dan sulit untuk terulang lagi di masa mendatang. Jika Anda hanya menunggu momentum, kesempatan-kesempatan tersebut akan menjadi peluang yang bagus. Namun apabila Anda berencana untuk menaruh uang dalam jangka yang cukup panjang, risiko yang menghadang cukup besar.

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Strategi Investasi and tagged . Bookmark the permalink.

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s