The Case of Rate of Return


Salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian kita adalah potensi rate of return dari investasi kita. Hal ini berkaitan dengan time frame investasi dan opportunity loss.

Katakanlah suatu perusahaan dengan P/E ratio 25x dengan pertumbuhan laba bersih 20% per tahun dan dividend yield rata-rata 2%. Jika diasumsikan bahwa P/E ratio akan tetap 25x, maka imbal hasil yang bisa kita harapkan per tahunnya adalah sebesar pertumbuhan laba bersih ditambah dengan dividend yield yaitu 17%. Apakah imbal hasilnya bisa lebih dari itu? Bisa, namun dengan konsekuensi P/E ratio akan mengembang. Jika harga saham terus naik melebihi pertumbuhan laba bersihnya, P/E ratio akan terus naik dan pada titik tertentu akan stagnan. Ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi:

  1. Harga akan terus naik dan P/E ratio-nya kembali mengembang.
  2. Harga akan turun untuk mengembalikan P/E ratio ke level yang wajar.
  3. Harga akan terus stagnan menunggu labanya tumbuh sehingga didapatkan nilai P/E ratio yang lebih wajar.

Yang tidak kita inginkan adalah skenario kedua dan ketiga. Pada skenario kedua, hal tersebut cukup jelas karena kita akan kehilangan uang. Pada skenario ketiga, kita harus bersabar lebih lama lagi sebelum harganya kembali naik. Meskipun saat itu terlihat tidak untung maupun rugi, terdapat konsekuensi lain yang harus kita pikirkan.

Seperti pada contoh di atas, potensi imbal hasil per tahun adalah 22% yang sepertinya sudah cukup bagus dan dapat mengimbangi inflasi. Kondisinya akan berubah manakala harga akan naik setelah dua tahun. Pada kondisi tersebut, rate of return kita hanyalah 10,5% per tahun. Meskipun sudah jauh berkurang, imbal hasilnya masih di atas inflasi. Kondisi akan semakin memburuk apabila kita harus menunggu selama tiga tahun. Pada kondisi tersebut, rate of return yang didapatkan hanyalah 6,9% dan membuat kita berpikir-pikir apakah sebaiknya uangnya dimasukkan ke dalam deposito saja.

Buy and hold adalah strategi investasi yang cukup baik apabila kita terus mengawasi perkembangan bisnisnya. Kondisi fundamental yang menurun atau permasalahan hukum akan berpotensi membahayakan potensi imbal hasil. Semakin lama waktu yang diperlukan untuk kembali ke harga wajar, semakin kecil rate of return kita. Jika Anda yakin bahwa kondisi fundamentalnya tidak berubah dan tidak melakukan kesalahan dalam valuasi, salah satu solusi yang bisa ditempuh adalah dengan menambah porsi untuk saham tersebut. Dengan demikian Anda akan mengurangi potensi opportunity loss.

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Strategi Investasi and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to The Case of Rate of Return

  1. Gusnul says:

    Mantap bro. Mari kita segera implementasikan!!

    Like

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s