Modified DuPont Analysis – Studi Kasus Saham Ritel


Street_InvestingPada artikel yang lalu telah dibahas mengenai analisis DuPont pada saham SMSM. Kali ini kita akan mencoba untuk menggali lebih dalam tentang analisis DuPont dengan memodifikasinya agar lebih relevan dengan industri tertentu. Studi kasus akan dilakukan pada industri ritel.

Sebagaimana yang kita ketahui, pertumbuhan industri ritel sangat dipengaruhi oleh footprint. Selain itu, laba bersihnya sangat dipengaruhi oleh beban operasional (OPEX) sehingga kita akan memasukkan kedua parameter tersebut ke dalam breakdown ROE dengan menggunakan metode DuPont. Sebagai tambahan, kita akan memperinci analisis profit margin pula dalam perhitungannya.

Seperti yang kita ketahui breakdown ROE dengan menggunakan metode DuPont adalah sbb:

ROE = (Net Income /Sales) x (Sales / Assets) x (Assets / Equity)

Untuk industri ritel, kita akan memodifikasinya sbb:

ROE = (Net Income / Operating Income) x (Operating Income / COGS) x (COGS / Sales) x (Sales / Store Area) x (Store Area / OPEX) x (OPEX / Assets) x (Assets / Equity)

Untuk mempermudah, kita akan menyajikan angka OPEX per Store area dan bukan sebaliknya karena lebih bermakna.

Dengan memperincinya seperti itu, kita akan melihat bagaimana kinerja operasional sebuah perusahaan. Agar lebih tajam lagi, kita akan mencoba melihat kecenderungan historisnya.

Studi Kasus 1: PT Ace Hardware Indonesia, Tbk (kode BEI: ACES)

ACES_DuPont

Terlihat bahwa ROE ACES pada tahun 2014 menurun. Setelah dibreakdown, terlihat bahwa OPEX/Store Area terus meningkat walaupun Sales/Store Area juga meningkat. Kenaikan OPEX ini dipicu oleh kenaikan UMR serta BBM. Permasalahan lainnya adalah net income/operating income cenderung menurun yang mengindikasikan bahwa ACES menambah utangnya sehingga menambah beban bunga atau ada beban lain yang bersifat non-operasional.

Studi Kasus 2: PT Mitra Adi Perkasa, Tbk (kode BEI: MAPI)

MAPI_Dupont

MAPI mengalami permasalahan yang hampir sama dengan ACES terkait dengan OPEX. Namun pada MAPI, terdapat permasalahan lain yaitu meningkatnya persentase COGS terhadap Sales yang mengakibatkan tergerusnya gross profit margin. Hal ini mengindikasikan bahwa MAPI tidak berhasil mentransfer kenaikan harga dari supplier ke konsumen.

Modifikasi DuPont ini bisa kita terapkan ke industri lain dengan menyertakan parameter yang relevan sebagai bahan analisis. Sebagai contoh, pada industri jasa kita bisa menyertakan jumlah karyawan dalam perhitungan. Intinya, bebaskan kreativitas Anda dalam menganalisis suatu saham.

Gallery | This entry was posted in Strategi Investasi and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Modified DuPont Analysis – Studi Kasus Saham Ritel

  1. Luthfi says:

    Mas Parahita, boleh tahu sumber data untuk total luas toko Ace Hardware & Mitra Adiperkasa tahun 2014? Annual report 2014 mereka belum direlease di website IDX.co.id. Saya coba cari data tsb di laporan keuangan ACES teraudit tahun 2014. tapi tidak ketemu. Terimakasih sebelumnya.

    Like

  2. parahita says:

    @Luthfi
    Saya estimasikan Pak. Sebagian dapat dari public expose emiten

    Like

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s