Memecahkan Teka-Teki Investasi


Street_InvestingKali ini kita akan sedikit bermain-main. Kita akan mencoba melihat seberapa menguntungkannya investasi kita pada berbagai kondisi. Saya telah membuat model sederhana yang parameternya dapat diubah-ubah untuk mensimulasikan kondisi yang mungkin terjadi.

Ceritanya, kita mulai berinvestasi dan akan menyimpannya untuk dijual 5 tahun mendatang. Setiap tahun kita akan mendapatkan dividen yang jumlahnya terus meningkat seiring dengan pertumbuhan laba bersih.

Pertanyaannya, apakah investasi kita cukup menguntungkan?

Untuk mengetahuinya, kita akan menggunakan Internal Rate of Return (IRR) sebagai penilai. IRR adalah tingkat imbal hasil yang kita dapatkan dari sebuah investasi. Jika Anda terbiasa membaca artikel valuasi di blog ini, Anda akan mengetahui kemiripannya dengan metode valuasi yang selama ini saya gunakan.

Saya juga menggunakan required return untuk menjadi patokan apakah IRR dari investasi kita layak. Investasi dianggap layak apabila IRR > required return. Pada kondisi tersebut, kita akan melihat Net Present Value (NPV) bernilai positif.

 

Case 1: Kondisi normal

Gambar di bawah adalah kondisi normal ketika berinvestasi. Laba bersih yang diwakili oleh EPS tumbuh 15% setiap tahunnya. Perusahaan membagikan 50% dari laba bersihnya sebagai dividen. Sementara itu, sahamnya diperdagangkan pada level P/E 12x.

Base_CaseTerlihat bahwa investasi kita menghasilkan IRR yang cukup baik (19.8%) yang lebih tinggi dari required return sehingga bisa dianggap layak.

 

Case 2: Bagaimana jika laba tidak tumbuh?

Kasus kedua ini cukup menarik. Bagaimana jika kita berinvestasi pada perusahaan yang berada dalam fase mature. Biasanya pada fase ini, perusahaan tetap menghasilkan laba namun tidak tumbuh karena penetrasi pasarnya sudah cukup tinggi. Karena menghasilkan laba, perusahaan membagikan dividen yang akan menjadi imbal hasil kita sebagai investor.

Kita mengasumsikan P/E akan stabil pula sehingga ketika hendak menjual 5 tahun kemudian P/E nya juga tetap. Karena laba tidak tumbuh, maka harga juga stagnan sehingga harga jual sama dengan harga beli kita.

No_Growth_NormalPEPraktis imbal hasil yang kita peroleh murni berasal dari dividen. Terlihat bahwa laba yang stagnan akan menghasilkan IRR hanya sebesar 4.2%. Mengapa IRR-nya kecil? Walaupun kita bisa menjual sahamnya dengan harga yang sama ketika membelinya, nilainya tergerus oleh inflasi sehingga menghasilkan imbal hasil yang rendah.

 

Case 3: Bagaimana jika laba tidak tumbuh namun kita bisa mendapatkan dengan harga murah?

Kasus ketiga ini, hampir sama dengan kasus kedua. Perbedaannya, kita membeli sahamnya dengan harga murah. Bagaimana caranya mendapatkan harga yang murah? Perusahaan ini adalah perusahaan yang bagus bisnisnya dan biasanya cukup stabil P/E-nya. Biasanya kita bisa mendapatkan saham yang bagus dengan harga murah ketika pasar terkoreksi. Pada kondisi tersebut, biasanya tidak perduli saham bagus atau jelek akan terseret turun. Ketika itulah kita memiliki peluang untuk membeli saham bagus dengan harga murah.

No_Growth_LowlPETerlihat bahwa meskipun labanya tidak tumbuh, pembelian pada harga yang murah akan memberikan kita imbal hasil yang layak (21.4%).

Pelajaran yang bisa diambil adalah bahwa harga beli sangat menentukan tingkat imbal hasil investasi kita.

 

Case 4: Bagaimana jika perusahaan tumbuh labanya tanpa membagikan dividen?

Pada kasus keempat, kita akan menemui perusahaan yang sedang dalam fase pertumbuhan. Pada fase ini, bisnisnya sudah mulai membuahkan hasil dengan prospek masa depan yang cerah. Perusahaan akan membutuhkan dana yang besar untuk ekspansi sehingga tidak bisa membagikan dividen.

No_DividendTerlihat bahwa meskipun tidak mendapatkan dividen, investasi kita masih menguntungkan dengan IRR sebesar 15%. Walaupun begitu kita harus waspada karena tanpa ada dukungan dividen, jika laju pertumbuhan laba menurun dan tidak sesuai yang diharapkan akan secara signifikan menurunkan imbal hasil investasi kita.

 

Case 5: Bagaimana jika kita membeli dengan harga yang mahal?

Kasus kelima ini adalah perusahaan yang biasanya menjadi market darling. Tidak ada investor institusi yang tidak memiliki saham ini. Labanya terus tumbuh dan rajin membagikan dividen. Sayangnya, sahamnya dijual dengan harga yang sangat mahal.

High_PETerlihat bahwa selama kita bisa menjual dengan P/E yang sama dengan P/E saat membeli, kita akan mendapatkan imbal hasil yang memuaskan (16.6%). Lalu apa masalahnya?

 

Case 6: Risiko membeli dengan harga yang mahal

Kasus keenam ini akan menjelaskan kemungkinan yang bisa terjadi pada perusahaan kelima jika bisnisnya mulai menurun. Pasar akan menganggap sahamnya “not so darling” lagi dan menurunkan P/E-nya.

High_PE_RiskTerlihat bahwa, penurunan P/E saat kita menjual berpengaruh secara signifikan terhadap hasil investasi kita. Dengan IRR hanya 4.9%, investasinya menjadi tidak cukup layak.

 

Pelajaran yang bisa diambil:

  • Perusahaan yang biasa-biasa saja bisa menguntungkan selama kita bisa tetap mendapatkannya dengan harga murah.
  • Perusahan yang bagus belum tentu menguntungkan karena pasar akan menghukumnya manakala kinerja bisnis tidak sesuai dengan harapan.

Jika Anda masih ingin mengutak-atik model ini, spreadsheetnya bisa diunduh di sini.

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Strategi Investasi and tagged . Bookmark the permalink.

4 Responses to Memecahkan Teka-Teki Investasi

  1. Satrio Utomo says:

    Reblogged this on Rencana Trading Saham Indonesia and commented:
    Selamat pagi…

    Ini ada sebuah ulasan menarik dari rekan saya… Bung Parahita Irawan.

    Selamat menikmati…

    Happy trading… semoga barokah!!!
    Satrio Utomo

    *disclaimer ON

    Like

  2. Pingback: Memecahkan Teka-Teki Investasi: Some Real Life Examples | Pojok Ide Investasi

  3. sj says:

    Bagaimana menentukan required return yg dibutuhkan, karena contoh yang diberikan nilainya sangat kecil, jika dibandingkan required return yg dijelaskan sebelumnya dimana instrumen bebas resiko + risk premium harusnya sebesar +-17%

    Like

  4. parahita says:

    Indonesia grade naik terus sehingga required return juga turun

    Like

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s