Memecahkan Teka-Teki Investasi: Some Real Life Examples


Street_InvestingPenjabaran tanpa contoh nyata seperti lauk tanpa garam, kurang menggigit. Begitu pula dengan simulasi kasus investasi yang telah dipaparkan pada artikel sebelumnya. Kurang sedap rasanya apabila kita tidak melihat bagaimana contohnya di dunia nyata.

Saya akan memberikan beberapa contoh kasus investasi pada beberapa emiten dengan menggunakan data tahun 2009-2014. Kita akan berandai-andai berinvestasi pada akhir tahun 2009 dan kemudian menjualnya pada tahun 2014 dan melihat bagaimana kinerjanya selama 5 tahun tersebut.

Catatan:

  1. Karena belum semua emiten mengumumkan pembagian dividen tahun 2014, saya menggunakan data historis dividend payout ratio untuk estimasi.
  2. Awal perhitungan adalah tahun 2009 yang notabene masih terasa adanya hawa krisis global. Untuk keperluan pembelajaran, saya rasa hal tersebut tidak menjadi masalah karena pada tahun 2009 harga saham mulai kembali ke level normal.
  3. Data yang dipergunakan bersifat historis dan tidak menjamin kinerja di masa depan.

INTP: Kendaraan investasi yang cukup ideal

Contoh pertama kita adalah INTP (PT Indocement Tunggal Prakasa, Tbk), salah satu produsen semen besar di Indonesia. Walaupun memiliki IRR yang tidak terlalu tinggi (15%), kestabilan kinerja INTP cukup menarik. INTP juga rajin membagikan dividen dan labanya tumbuh dengan konsisten.

INTPSumber: Laporan keuangan perusahaan, diolah

Catatan: Investasi pada saham seperti ini cukup ideal. Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa kita tidak hanya saham semacam ini yang bisa memberikan kita keuntungan yang memadai.

AUTO: Going nowhere

Emiten kedua yang kita bahas adalah PT Astra Otoparts, Tbk (AUTO). Jika kita membeli AUTO pada tahun 2009, kita akan menjualnya dengan harga yang hampir sama pada tahun 2014. Hal lain yang perlu mendapatkan perhatian adalah terus menurunnya EPS dari tahun ke tahun.

AUTOSumber: Laporan keuangan perusahaan, diolah

Catatan: Dengan harga penjualan 4,200 pada tahun 2014, karena ada efek nilai waktu uang, angka tersebut hanya bernilai 2,510 pada tahun 2009 dan menjadikan IRR AUTO bernilai 0 atau dengan kata lain investor tidak mendapatkan hasil apa-apa.

AISA: Ketika pertumbuhan mengerek harga

PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk (AISA) adalah sebuah cerita tentang pertumbuhan. Keputusannya untuk masuk ke bisnis beras pada tahun 2010 membuat AISA menjadi growth stock. Tercatat sejak tahun 2009 s.d 2014 labanya tumbuh 45% per tahun. Untuk berekspansi, AISA membutuhkan dana yang sangat besar sehingga hampir tidak pernah membagikan dividen. Walaupun begitu, IRR AISA yang sangat tinggi (57.1%)menjustifikasi pertumbuhan labanya.

AISASumber: Laporan keuangan perusahaan, diolah

Catatan: Terlihat bahwa P/E AISA relatif konstan pada nilai yang wajar. Hal yang perlu diperhatikan adalah jika pertumbuhan mulai melambat dan P/E disesuaikan dengan hal tersebut.

BSDE: Pertumbuhan yang telah terantisipasi

Kasus selanjutnya adalah PT Bumi Serpong Damai, Tbk (BSDE). Booming properti yang terjadi beberapa tahun belakangan tak ayal mendongkrak laba BSDE. Selama lima tahun terakhir EPS BSDE tumbuh 75.5% per tahun. Investor yang melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana harga rumah di BSD terus melonjak terus memburu sahamnya.

BSDESumber: Laporan keuangan perusahaan, diolah

BSDE adalah cerita tentang pembelian prospek perusahaan. Perburuan saham BSDE mendongkrak P/E ke level 31.4x dan kemudian turun menjadi hanya 8.6x pada tahun 2014. Walaupun EPS tumbuh hingga 75.5% per tahun, jika kita berinvestasi pada saham BSDE selama lima tahun terakhir, imbal hasil yang kita dapatkan ‘hanya’ 28.9%.

Catatan: BSDE adalah dilema yang umum terjadi pada growth stock. Mahalnya harga yang harus kita bayar untuk membelinya menyebabkan tingkat keuntungan yang kita dapatkan menurun dengan bayangan risiko jatuhnya harga saham manakala kinerja tidak sesuai yang diharapkan.

UNVR: Pay me more!

Rasanya seperti tidak ada kata mahal untuk saham UNVR (PT Unilever Indonesia, Tbk). Harganya terus naik dari tahun ke tahun. Yang menarik adalah P/E yang cenderung terus meningkat dari 27.7x pada tahun 2009 menjadi 43x pada tahun 2014. EPS UNVR sendiri tumbuh 14.1% per tahun. Artinya, kenaikan harga sahamnya didorong oleh dua faktor yaitu kenaikan laba dan ekspansi P/E. Dengan P/E yang tinggi, UNVR masih mampu memberikan IRR 26.6% per tahun. Sangat layak untuk sebuah kendaraan investasi.

UNVRSumber: Laporan keuangan perusahaan, diolah

Catatan: Dengan pertumbuhan hanya 14%, sampai kapankah P/E UNVR akan terus didongkrak?

MNCN: Sinergi pertumbuhan dan harga murah

Kasus berikutnya adalah PT Media Nusantara Citra, Tbk (MNCN). Jika Anda berinvestasi pada saham MNCN pada tahun 2009, Anda akan memperoleh imbal hasil 70.1% ketika menjualnya pada tahun 2014. Pada tahun 2009 MNCN dijual sangat murah dengan P/E hanya 7.5x. Kombinasi ekspansi P/E dan tingkat pertumbuhan laba yang tinggi menyebabkan harga saham MNCN terus terdongkrak naik.

MNCNSumber: Laporan keuangan perusahaan, diolah

Catatan: Saham seperti MNCN cukup langka karena gabungan antara pertumbuhan yang tinggi dan harga yang murah jarang terjadi kecuali ketika pasar terkoreksi cukup dalam.

BISI: Ketika pasar menghukum

Kasus terakhir yang akan kita bahas adalah PT BISI International, Tbk (BISI). Kenaikan tajam laba bersih pada tahun 2010 tampaknya telah diantisipasi oleh investor sehingga pada tahun 2009 P/E BISI melonjak ke level 54x. Sayangnya seiring jalannya waktu, kinerja BISI cenderung stagnan sehingga investor mengembalikan P/E BISI ke level yang lebih normal yaitu 14.4x. Akibatnya IRR BISI bernilai negatif, yaitu -14.4%

BISISumber: Laporan keuangan perusahaan, diolah

Catatan: Jika perusahaan memiliki prospek yang bagus namun dalam perjalanannya tidak sesuai dengan harapan, jangan segan-segan untuk melepasnya.

Disclaimer is on.

Gallery | This entry was posted in Strategi Investasi and tagged , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Memecahkan Teka-Teki Investasi: Some Real Life Examples

  1. AS says:

    Woww.. Thanks Pak Parahita..

    Salam,

    AS!

    Like

  2. mudah dipahami bagi newbie seperti saya,

    Salam SUKSES Pak Parahita..

    Like

  3. nimba says:

    blog ini sangat menarik sekali kontennya, harus lebih banyak waktu bersambung untuk membaca setiap tulisan yang ada di sini. Harus saya bookmark dulu agar tidak lupa.

    Like

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s