Ketika Ekonomi Sedang Lesu Darah


Street_InvestingSejak beberapa bulan yang lalu, teman-teman yang memiliki usaha mulai mengeluhkan terjadinya penurunan omset mereka. Saya mendengar cerita tersebut dari beberapa orang, tidak hanya satu orang saja. Karena penasaran, saya coba melihat kondisi sekeliling. Yang saya lihat di mal walaupun ramai tetapi banyak tenant yang menawarkan diskon. Pusat keramaian hanyalah di foodcourt atau tempat-tempat untuk hangout.

Tentu saja itu hanya pengamatan acak yang tidak mungkin menjadi dasar untuk generalisasi. Walaupun begitu, pandangan sekilas seperti itu tidak bisa diremehkan karena sedikit banyak menggambarkan kondisi nyata.

Pemerintah sendiri sudah memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya sekitar 5.2% pada tahun 2015 yang cukup menggambarkan bahwa memang perlambatan laju perekonomian mulai melambat. Jika kita mencoba kembali ke masa lalu, pertumbuhan GDP Indonesia bisa dilihat pada grafik di bawah ini.

Terlihat bahwa sejak tahun 2010 sebenarnya pertumbuhan ekonomi sudah mulai menurun. Hanya saja, kali ini dampaknya cukup terasa. Indonesia sendiri mengalami penurunan GDP dan bukan hanya sekedar penurunan pertumbuhannya ketika krisis moneter terjadi pada tahun 1998. Kala itu GDP turun 13%. Sementara itu ketika krisis global terjadi pada tahun 2008-2009, pertumbuhan ekonomi turun cukup tajam 7.4% pada tahun 2008 menjadi hanya 4.7% pada tahun 2009. Jika kita perhatikan lebih cermat, pada grafik tersebut terlihat bahwa rata-rata pertumbuhan ekonomi dari tahun 1980 hingga 2014 ada di kisaran 5% per tahun.

Mengapa kinerja emiten pada Q1 2015 penting?

Saya belum selesai merekapitulasi hasil keseluruhan emiten untuk kuartal pertama 2015. Namun dari 75 emiten yang telah saya kumpulkan datanya, terlihat bahwa banyak sekali emiten yang turun labanya. Hal ini dapat dijadikan pegangan awal untuk melihat bagaimana kinerja emiten di tahun 2015.

Fenomena ini cukup unik walaupun belum bisa dibilang ‘black swan’. Di samping memang karena magnitudonya tidak cukup besar, penurunan ini sebenarnya pun telah diprediksikan sebelumnya. Hanya saja banyak orang yang terkejut karena beberapa tahun sebelumnya telah terbiasa dengan kencangnya laju perekonomian.

Tidak dapat dipungkiri bahwa ekonomi digerakkan oleh ekspektasi. Masyarakat menjadi lebih konsumtif karena optimis bahwa masa mendatang akan lebih baik. Manakala keyakinan itu menurun, maka mereka akan menahan konsumsi sehingga pendapatan perusahaan akan menurun. Mari kita perhatikan bagaimana perkembangannya pada grafik berikut:

IKKSumber: Bank Indonesia, Survey Konsumen Maret 2015

Terlihat bahwa pada kuartal pertama 2015, Indeks Keyakinan Konsumen turun. Hal ini sejalan dengan hasil laporan keuangan emiten yang telah dirilis. Lalu bagaimana dengan perkembangan kegiatan usaha?

DuniaUSahaSumber: Bank Indonesia, Survey Kegiatan Dunia Usaha Triwulan-I 2015

Terlihat bahwa nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) turun dari 11.03% pada kuartal IV 2014 menjadi 4.83% pada kuartal I 2015.

Kapasitas ProduksiSumber: Bank Indonesia, Survey Kegiatan Dunia Usaha Triwulan-I 2015

Pada grafik tersebut, lebih terlihat jelas bahwa kapasitas produksi turun dari 79.78% pada kuartal IV 2014 menjadi hanya 73.06%.

Pada intinya, ekonomi sedang melambat, titik.

Selama ini kontribusi terbesar GDP adalah konsumsi masyarakat. Agar lebih berimbang, pemerintah harus memperbesar belanja, terutama di sektor infrastruktur yang selama ini menjadi bottleneck bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pada kondisi seperti ini, sebagai investor kita harus lebih hati-hati dan cermat. Pilih emiten dengan leverage rendah baik financial maupun operating karena emiten yang highly leveraged akan terkena imbas lebih buruk. Pilihlah emiten dengan kualitas manajemen yang baik yang mampu menakhodai kapalnya agar selamat mengarungi lautan yang sedang bergelombang seperti saat ini.

Silakan bergabung dengan LINE Group untuk Blog ini di sini

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Strategi Investasi and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to Ketika Ekonomi Sedang Lesu Darah

  1. AS says:

    Woww.. Thanks Pak Parahita..

    Salam,

    ASBWE!

    Like

  2. Ryo says:

    Mantab pak hita untuk wawasan

    Like

  3. Citra Indah says:

    Makasih mas atas informasinya , super

    Like

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s