Memproyeksikan Revenue


Street_InvestingRevenue (pendapatan) atau biasa disebut dengan top line adalah awal yang baik bagi kita untuk melihat kinerja suatu perusahaan. Perusahaan yang baik akan secara konsisten dapat terus tumbuh pendapatannya. Walaupun kinerja bisnis tidak bisa dinilai dengan hanya melihat pendapatannya, tidak dapat dipungkiri bahwa perusahaan yang labanya tidak tumbuh secara konsisten atau bahkan stagnan bukanlah gambaran yang bagus untuk prospek ke depannya.

Pada banyak kasus, kita tidak serta merta dapat memproyeksikan pendapatan dengan hanya melihat data masa lalu. Tentu saja, data masa lalu sangat penting dan dapat menjadi acuan bila pendorong pertumbuhannya hanyalah pertumbuhan ekonomi atau pertumbuhan jumlah penduduk. Dalam hal tersebut, kita tidak bisa berekspektasi banyak karena pertumbuhan penjualan akan sebanding dengan pertumbuhan GDP.

Bagaimana cara memproyeksikan revenue?

Ada beberapa pendekatan yang bisa kita gunakan. Salah satu yang paling umum telah saya sebutkan di atas, yaitu melihat data historis dan menggunakan ekspektasi pertumbuhan GDP sebagai acuan. Cara lain yang bisa kita gunakan adalah dengan mengestimasikan market sizing.

Kira-kira langkahnya adalah sbb:

  1. Perkirakan besarnya pasar secara keseluruhan. Dalam hal ini adalah pangsa pasar suatu industri secara keseluruhan.
  2. Perkirakan pangsa pasar yang bisa didapatkan oleh perusahaan.
  3. Perkirakan tingkat pertumbuhan pangsa pasar.

Secara logis, pendapatan bisa tumbuh apabila:

  1. Pangsa pasar meningkat
  2. Menaikkan harga jual
  3. Ukuran pasar membesar

Selain itu, akan sangat membantu apabila kita memperhatikan apa saja target manajemen terkait dengan pertumbuhannya. Berapakah target pangsa pasar? Apakah ada rencana manajemen untuk menaikkan harga jual? Apakah terdapat produk baru yang berpotensi untuk menambah sumber pendapatan?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat kita temui di laporan tahunan, paparan publik, ataupun berita di media. Coba cocokkan target dari manajemen dengan kondisi perusahaan saat ini. Apakah targetnya masuk akal? Seberapa besar pendanaan yang dibutuhkan untuk mencapai target tersebut?

Manajemen yang baik akan dapat menerjemahkan target-target yang hendak diraih dengan langkah-langkah konkret yang terukur. Misalnya, jika ingin pendapatan naik 50% dalam 5 tahun perusahaan akan membangun 2 pabrik baru dengan kapasitas sekian, sekian. Untuk membangun pabrik-pabrik baru tersebut, dibutuhkan dana sekian dan akan didanai sekian persen dari internal dan sisanya akan dibiayai secara eksternal (misalnya meminjam dari bank atau menerbitkan obligasi).

Tentu saja pada awalnya tidaklah mudah untuk memproyeksikan pendapatan secara akurat. Kita harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana model bisnisnya. Akan lebih baik lagi apabila kita melakukan tracking secara berkala untuk memastikan bahwa kondisi aktual masih sesuai dengan rencana semula.

Dengan melakukan banyak latihan otomatis kita akan terbiasa dalam melakukan proyeksi sehingga hasilnya akan semakin akurat. Yang perlu dilakukan adalah memulainya.

Gallery | This entry was posted in Strategi Investasi and tagged , , . Bookmark the permalink.

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s