Di Antara Banyak Pilihan


“You are free to choose, but you are not free to alter the consequences of your decisions.”
~ Ezra Taft Benson ~

Street_InvestingSalah satu pekerjaan tahunan saya adalah memilih saham yang akan masuk ke dalam portfolio. Alasannya bukanlah saham-saham yang lama tidak bagus. Saya hanya mencoba untuk mencari peluang. Berdasarkan pengalaman saya, hampir selalu ada bisnis-bisnis baru yang menarik dan saya ingin untuk mendeteksinya.

Salah satu cara untuk mencarinya adalah dengan melakukan screening. Pada dasarnya, saya menyaring saham-saham yang memenuhi kriteria tertentu yang telah saya tetapkan sebelumnya. Setelahnya, saya akan mulai mempelajari aspek bisnisnya secara mendalam. Prosesnya tidak harus seperti itu. Terkadang saya menangkap sebuah fenomena bisnis yang menarik dan kemudian mencari tahu emiten yang terkait. Barulah setelah itu saya meneliti apakah emiten tersebut memenuhi kriteria investasi saya.

Secara sekilas, prosesnya tidak terlalu rumit. Hal tersebut benar apabila hasil penyaringan dan analisis saya hanya menghasilkan sepuluh jenis saham. Saya tanpa ragu akan memasukkannya ke dalam portfolio. Permasalahan muncul manakala proses tersebut menghasilkan 30 saham yang masuk ke dalam kriteria investasi saya. Hal seperti ini sering terjadi ketika ekonomi sedang meroket sehingga para emiten menuai keuntungan yang besar. Pada dasarnya saya setuju dengan konsep diversifikasi asalkan tidak terlalu luas. Memasukkan 30 saham ke dalam portfolio bukanlah hal yang aneh namun membuat saya khawatir saham-saham yang imbal hasilnya tinggi akan terlalu teredam dampaknya terhadap portfolio secara keseluruhan. Saya selalu berusaha mengurangi risiko namun bukan berarti saya mau menerima imbal hasil yang tidak berbeda jauh dari imbal hasil obligasi dan menjadikan kerja keras saya memilih saham menjadi sia-sia.

Pada kondisi tersebut, mau tidak mau saya akan berusaha untuk memeras lagi jumlah saham akan menduduki tempat di dalam portfolio. Seringkali hal tersebut tidaklah mudah. Pada banyak kasus, semua saham tersebut terlihat bagus dan mempersulit proses pemilihannya. Solusi yang saya tempuh adalah membuat skala prioritas. Saya menggolongkan saham-saham yang telah lolos penyaringan menjadi dua atau tiga golongan berdasarkan tingkat prioritas. Saham-saham yang masuk ke dalam prioritas pertama akan langsung masuk ke dalam portfolio. Saham-saham yang berada pada prioritas kedua atau ketiga akan masuk ke dalam daftar tunggu. Saham-saham tersebut bukannya saya abaikan namun saya jadikan pemain cadangan. Setiap kuartal, saya akan memantau perkembangan kinerjanya. Apabila ada saham di dalam portfolio tidak bekinerja sesuai dengan diharapkan, saya akan menggantinya dengan saham yang berada pada prioritas selanjutnya.

Yang kita hadapi tersebut pada dasarnya adalah pilihan keputusan. Seperti kata Ezra Taft Benson yang saya kutip di awal artikel ini, kita bebas memilih saham yang masuk ke dalam portfolio. Bahkan jika hendak mempermudahnya, bisa saja kita mengundinya. Pertanyaan yang lebih besar adalah apakah kita menyadari konsekuensi dari cara pemilihan seperti itu? Setiap pilihan akan menimbulkan konsekuensi tersendiri. Akan menjadi sangat berbahaya apabila kita tidak memahami konsekuensi dari apa yang akan kita lakukan. The highest risk is the uncalculated one. Untuk membantu mengatasinya, saya biasanya menyusun daftar pro dan kontra apabila saya hendak memilih saham. Dengan mengetahui apa konsekuensinya, kita akan lebih mantap dalam melakukan pemilihan.

Jika tidak puas dengan hanya sekedar daftar pro-kontra, Anda bisa menggunakan diagram SWOT (Strengths – Weaknesses – Opportunities – Threats). Diagram SWOT akan memberikan gambaran yang lebih terperinci. Walaupun ada beberapa orang berpendapat bahwa analisis SWOT sudah ketinggalan jaman, saya tetap menggunakannya karena masih berguna dan cukup ampuh dan yang terpenting adalah sederhana.

Untuk lebih jelasnya saya akan memberikan contoh diagram SWOT untuk saham PT Tiga Pilar Sejahtera, Tbk (kode BEI: AISA). Emiten ini bergerak di bidang pengolahan dan penjualan beras serta manufaktur bahan makanan setengah jadi dan juga makanan ringan.

SWOT_AISAAnalisis SWOT AISA

Saya tidak akan membahas tentang saham AISA di sini. Yang hendak saya sampaikan adalah bahwa diagram tersebut memberikan gambaran besar yang cukup jelas sebelum kita melakukan analisis lebih lanjut.

Jadi, pilihlah saham sesuka hati Anda selama mengetahui benar apa konsekuensinya.

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Basic Investing and tagged . Bookmark the permalink.

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s