Menjelajah ke dalam Penjelasan Laporan Keuangan


Street_InvestingSebagai bagian dari laporan keuangan, penjelasan laporan keuangan tidaklah kalah pentingnya. Banyak sekali informasi yang bisa kita dapatkan dari sana. Jika Anda hendak memahami laporan keuangan lebih dalam, mau tidak mau Anda harus mengeksplorasi bagian penjelasannnya. Karena setiap emiten memiliki model bisnis yang berbeda, tentu saja bagian penjelasan laporan keuangan antar emiten bisa berbeda-beda, sesuai dengan disesuaikan dengan operasional bisnisnya.

Walaupun sebenarnya banyak sekali informasi dalam penjelasan laporan keuangan, kali ini kita akan mendiskusikan poin-poin yang utama saja dan biasa dibutuhkan oleh investor. Sebagai contoh, saya akan menggunakan laporan keuangan PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk (kode BEI: GIAA) tahun 2015 yang telah dirilis.

1. Sejarah Pendirian dan Informasi Umum Perusahaan

Pada bagian ini kita bisa melihat kapan perusahaan didirikan dan bergerak di bidang usaha apa saja. Informasi ini bisa dilihat pada halaman 8.

InformasiUmum

Dijelaskan bahwa perusahaan berdiri pada tanggal 31 Maret 1950 dan berkntor pusat di Jakarta.

Terlihat bahwa berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, lingkup usahanya ada 8 seperti pada gambar dia atas. Selain itu, kita juga mendapatkan informasi bahwa pada tahun 2015 perusahaan memiliki 16.792 karyawan.

 

LiniUSaha

2. Utang Usaha

UtangUsaha.png

Terlihat bahwa utang usaha terbesar perusahaan adalah kepada PT Pertamina (Persero) sebesar USD 34 juta. Kemungkinan ini adalah utang usaha untuk pembelian jet fuel. Nilai ini jauh menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai USD 104 juta. Informasi ini bisa dilihat pada halaman 80 laporan keuangan. Selain itu, komponen bahan bakar juga dominan untuk utang usaha kepada pihak ketiga.

Perincian Beban Operasional (OPEX)

Karena GIAA bergerak di bidang jasa penerbangan, maka komponen yang perlu mendapatkan perhatian besar adalah biaya bahan bakar. Perinciannya bisa kita lihat pada halaman 115.

Opex

Terlihat bahwa 47% beban operasional adalah biaya bahan bakar. Oleh karena itu, perubahan harga minyak sangat berpengaruh terhadap kinerja GIAA.

Informasi lain yang bisa kita dapatkan adalah beban penyusutuan (depresiasi) yang berguna untuk melakukan valuasi. Biasanya beban penyusutan ini muncul juga di bagian COGS. Namun karena GIAA bergerak di bidang jasa, nilai COGS-nya kecil dan bahkan tidak ada.

4. Risiko Usaha

Risiko perusahaan bisa dilihat pada halaman 121. Risiko yang dijelaskan adalah risiko keuangan, risiko harga bahan bakar pesawat, risiko nilai tukar mata uang non-fungsional, risiko suku bunga, risiko likuiditas, dan risiko kredit.

Terkait dengan risiko harga bahan bakar pesawat, perusahaan mengantisipasinya dengan menggunakan vanilla call option, khusus untuk penerbangan haji. Perusahaan juga melakukan analisis sensitivitas perubahan harga bahan bakar terhadap laba setelah pajak pada halaman 124.

FuelSensitivity

Perusahaan menjelaskan bahwa pada tahun 2015, setiap penurunan harga bahan bakar sebesar 1 USD/barrel, laba setelah pajak akan naik sebesar USD 7 juta.

Selain itu, perusahaan juga menjelaskan dampak dari perubahan kurs rupiah terhadap laba.

RateSensitivity

Pada tahun 2015, penguatan Rupiah sebesar 100 bp (basis poin) akan membuat laba setelah pajak naik sebesar USD 3 juta.

Selanjutnya, perusahaan juga menjelaskan dampak perubahan suku bunga terhadap laba setelah pajak.

InterestSensitivity

Terlihat bahwa pada tahun 2015 dan 2014, kenaikan suku bunga baik LIBOR maupun SBI akan berdampak positif terhadap laba setelah pajak.

 

5. Lini Usaha Perusahaan

Sebenarnya untuk GIAA, kita bisa melihat breakdown pendapatan pada laporan keuangan. Namun pada bagian penjelasan di halaman 157, kita bisa melihat margin dari masing-masing lini usaha.

InterestSensitivity

Demikianlah sekilas penjelajahan ke dalam penjelasan laporan keuangan. Tentu saja jika kita melihat penjelasan laporan keuangan untuk emiten lain ada kemungkinan akan berbeda. Yang penting adalah, dengan membaca penjelasan laporan keuangan, kita bisa mendapatkan informasi yang lebih terperinci sehingga analisis kita menjadi lebih baik.

Membaca laporan keuangan akan terasa membingungkan apabila Anda tidak memahami model bisnis dari perusahaan. Terlebih lagi apabila Anda tidak memiliki sedikit pengetahuan tentang laporan keuangan. Permasalahan akan menjadi lebih sulit apabila Anda mencoba untuk membaca penjelasan laporan keuangan. Walaupun begitu, dapat dikatakan bahwa pengetahuan cara membaca laporan keuangan ibaratnya mirip dengan saat pertama kali belajar mengendarai sepeda. Sulit pada awalnya namun ketika sudah bisa, akan bisa seterusnya. Setelahnya, Anda akan bisa melihat laporan keuangan sebagai suatu cerita utuh dan bukan hanya sekedar deretan angka di dalamnya.

Advertisements
This entry was posted in Analisa Fundamental Saham (Bedah Bisnis), Investasi and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Menjelajah ke dalam Penjelasan Laporan Keuangan

  1. AS says:

    Thanks Pak Parahita. Mantappp!!!

    Like

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s