Tidaklah Mudah Menjadi Investor Jangka Panjang


One thing on psychology, which we’ve always known, is that every investor says they’re long-term – and they are until the market takes a hit.

~ Steve Forbes ~

Street_InvestingInvestasi dalam jangka panjang berpotensi memberikan laba kumulatif yang tinggi karena dalam jangka panjang harga saham cenderung naik. Tentu saja ada beberapa hal yang perlu kita pahami terkait dengan pernyataan tersebut.

Pertama, jika kita melihat ke belakang, IHSG memang cenderung naik dari tahun ke tahun. Sejak tahun 1997, tercatat IHSG naik hampir 5 kali lipat.

IHSG

Sumber : Yahoo! Finance

Satu hal yang perlu untuk kita sadari adalah bahwa meskipun IHSG naik, belum tentu saham-saham yang kita miliki otomatis akan naik juga. Manakala IHSG jatuh karena memburuknya kondisi ekonomi, kemungkinan akan ada beberapa perusahaan yang bisnisnya terpukul sampai pada titik tidak bisa bangkit kembali. Sebagai contoh ketika ekonomi berkontraksi, penjualan perusahaan akan tergerus sehingga perusahaan harus memiliki dana yang cukup untuk dapat menutupi biaya operasionalnya. Umumnya, ketika kondisi ekonomi memburuk likuiditas juga akan menyurut. Perusahaan akan lebih sulit untuk mencari pinjaman yang dibutuhkan untuk menutup biaya operasional. Perusahaan yang terlalu besar utangnya akan menghadapi permasalahan yang lebih besar karena plafon pinjamannya semakin kecil sementara mereka tetap harus membayar bunga utangnya.

Oleh karena itu, sangatlah penting bagi kita untuk mencermati perusahaan-perusahaan yang mampu untuk survive dalam kondisi yang tidak menguntungkan.

Kedua, kondisi psikologis investor sangat rentan terhadap fluktuasi pasar. Jika kita melihat pasar turun dalam hingga 40% seperti tahun 2008, artinya banyak saham yang turun jauh lebih dalam daripada itu. Kerugian di atas kertas sebesar itu sangat mungkin menggentarkan hati para investor. Tidak ada yang tahu kapan pasar akan pulih karena informasi yang muncul cenderung simpang siur. Investor yang bijak dan berpengalaman akan melakukan review terhadap portfolionya dan memastikan bahwa kondisi fundamental saham-saham yang dimilikinya cukup kuat untuk bertahan. Di saat yang sama ia akan mulai mengumpulkan dana untuk diinvestasikan ke saham-saham yang sudah terdiskon besar. Mudah untuk dikatakan namun sulit untuk dilakukan. Namun kenyataannya mekanisme adalah seperti itu.

Hambatan psikologis lainnya adalah ketakutan kehilangan keuntungan ketika harga saham naik. Jika harga saham naik cukup tinggi, banyak investor yang merealisasikan keuntungan untuk kemudian melihat harga sahamnya naik lebih tinggi lagi. Hal tersebut adalah wajar karena pada dasarnya manusia itu takut dengan kerugian. Permasalahannya adalah kita tidak bisa mengharapkan keuntungan 10x lipat (tenbagger) apabila kita menjual sahamnya ketika telah memberikan keuntungan 100%. Memang benar bahwa untuk memperoleh saham tenbagger tidaklah mudah pada kenyataannya. Yang bisa kita lakukan adalah terus memantau kinerja perusahaan apakah masih memiliki prospek yang bagus. Selama masih bagus kinerjanya dan secara keuangan masih kokoh, kita bisa mempertimbangkan untuk tidak menjual sahamnya walaupun sudah naik tinggi.

Jika Anda hendak menjadi investor jangka panjang, ada baiknya mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas. Apakah Anda siap untuk menghadapi jalan yang terjal dan naik turun?

This entry was posted in Investasi. Bookmark the permalink.

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s