Santai Saja, Tidak Usah Terburu-Buru


Ada suatu masa ketika saya mulai berinvestasi saham dan baru sedikit mengetahui seluk-beluknya. Saya menampung informasi apapun yang saya dapatkan, mulai dari berita, analisis sekuritas, diskusi teknikal, sampai dengan gosip. Saham A akan melakukan akuisisi, saham B akan terbang, saham C labanya akan naik tinggi. Semua itu saya terima tanpa filter. Terkadang tanpa berpikir panjang, saya membeli sahamnya, Tidak jarang setelah itu saya menyaksikan harga sahamnya tidak ke mana-mana dan pada beberapa kejadian, jatuh dalam.

Lambat laun saya mulai menyadari bahwa cara berinvestasi seperti itu sangat melelahkan. Saya mulai mempelajari bagaimana catanya berinvestasi secara efektif dan efisien. Saya mulai membaca buku-buku serta artikel-artikel tentang itu. Jam terbang pun semakin bertambah. Saya tidak mengatakan bahwa saya sudah banyak memahami tentang saham. Saya hanya berusaha untuk fokus dan belajar secara terus menerus.

Salah satu pelajaran berharga yang saya dapatkan adalah pentingnya bersikap sabar dalam berinvestasi. Saya memahami bahwa terkadang sebuah informasi yang kita terima terasa begitu penting sehingga membuat tangan gatal untuk segera membeli sahamnya. Kenyataannya, faktor ‘penting’ dalam sebuah informasi selalu saja ada. Setiap hari informasi yang ‘penting’ itu datang tanpa henti. Jika kita selalu berusaha mengikutinya, bukan tidak mungkin portfolio kita akan berisi setumpuk saham yang di kemudian hari membuat kita kebingungan mengapa dulu dibeli.Ujung-ujungnya kita kemudian mencari-cari informasi dari kanan kiri untuk mengetahui apakah prospek saham tersebut bagus atau tidak. Jujur saja jika itu yang terjadi, lebih baik dahulu kita tidak membelinya. Membeli suatu saham akan memaparkan kita pada risiko, terlebih jika kita tidak memahami alasan pembeliannya. Uang yang kita peroleh dengan susah payah akan terpapar pada risiko yang tidak perlu. Ketika harga sahamnya turun, kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan. Bahkan ketika harganya naik pun kita masih kebingungan apakah harus dijual atau ditahan saja.

Sekarang ini, saya lebih santai ketika menghadapi berbagai situasi di bursa. Bagi investor jangka panjang, tidak banyak bedanya apakah kita membeli suatu saham hari ini, esok hari, atau minggu depan. Saya lebih memilih menggunakan waktu saya untuk melakukan investigasi dan analisis secara mendalam sebelum memutuskan untuk membeli atau tidak.

Jadi, mengapa masih suka terburu-buru?

 

 

Advertisements
This entry was posted in Basic Investing, Investasi and tagged . Bookmark the permalink.

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s