Mengandalkan Dividen untuk Pensiun?


IG: rempoashop

Mempersiapkan pensiun?

Sebenarnya masa pensiun saya masih relatif lama. Hanya saja tadi sempat terpikir bagaimana saya bisa membiayai biaya hidup manakala masa pensiun tiba. Apakah terlalu dini? Time flies bro/sis. Walaupun masih terasa lama, namun nanti tiba-tiba sudah di depan mata.

Terlepas dari hal tersebut, saya akan membahas salah satu alternatif sumber pendapatan di masa pensiun, yaitu dividen. Tentu saja banyak sumber pendapatan lain yang bisa kita manfaatkan seperti obligasi/sukuk, tabungan, atau menyewakan rumah kos. Jika Anda sempat merintis usaha, hasil dari usaha tersebut akan sangat membantu. Saya memilih untuk membahas tentang dividen karena relevan dengan topik blog ini.

Pada dasarnya memilih saham yang layak diharapkan dividennya tidak berbeda jauh dengan memilih saham secara umum. Yang berbeda adalah penekanan pada aspek-aspek tertentu agar kita bisa menikmati dividen secara konsisten. Yang terpikir oleh saya di antaranya:

  1. Bisnisnya harus bagus dan kinerjanya konsisten dalam jangka panjang. Saya tidak menginginkan saham yang saya miliki memberikan dividen namun di tahun-tahun mendatang mengalami kesulitan usaha sehingga kesulitan untuk membayar dividen.
  2. Konsisten dalam membagikan dividen. Kita akan membahas poin ini setelahnya.
  3. Dividend yield yang tinggi. Dividend yield adalah perbandingan antara dividend per share dengan harga saham. Jika DPS 20 rupiah dengan harga saham 1,000 rupiah per lembar, artinya dividend yield saham tersebut adalah 2%.
  4. Pilih emiten yang bisnisnya cukup mature namun masih ada potensi untuk tumbuh. Yang dimaksud dengan mature adalah telah memilki market share yang cukup besar serta stabil bisnisnya. Walaupun begitu, kita sebaiknya memilih emiten yang masih bisa tumbuh. Dengan demikian pokok investasi kita terus tumbuh dan bisa melawan inflasi.
  5. Secara pribadi saya tidak memilih saham-saham komoditas/cyclical yang kinerjanya sangat dipengaruhi oleh siklus ekonomi. Di masa pensiun kita mengharapkan pendapatan yang stabil. Hal tersebut sulit kita peroleh dari emiten-emiten berbasis komoditas.
  6. Pilih saham-saham dengan dividend payout ratio (DPR) yang tidak terlalu tinggi.DPR adalah perbandingan antara dividen dengan laba bersih. Jika DPR terlalu tinggi, manakala labanya turun perusahaan akan cenderung mengurangi dividen yang dibagikan.
  7. Selalu perhatikan cash flow dan posisi cash perusahaan. Bagaimanapun juga dividen dibayarkan menggunakan cash. Jika cash flow perusahaan tidak begitu baik atau sering kekurangan cash, kita harus waspada. Salah satu hal yang paling sering dihilangkan dalam kondisi itu adalah dividen.

Berbicara tentang dividen, cara paling mudah adalah melirik saham-saham BUMN/BUMD. Pemerintah membutuhkan dividen untuk membiayai APBN sehingga kemungkinan kecil BUMN tidak membagikan dividen. Tentunya hal tersebut tidak berlaku jika usahanya masih mengalami kerugian. Oleh karena itulah pendalaman terhadap prospek bisnisnya harus tetap dilakukan. BUMN yang bisa kita lirik antara lain BBNI, BMRI, TLKM, SMGR, KAEF, JSMR dan lain-lain.

Selain saham BUMN, kita juga bisa memantau saham-saham yang masuk ke dalam kategori Blue Chip seperti INDF, ICBP, KLBF, UNVR, MYOR, INTP, ASII, dsb.

Pada umumnya dividend yield berkisar antara 2-5%. Relatif kecil memang, terutama apabila dibandingkan dengan obligasi/sukuk yang bisa memberikan yield 7-8%. Namun ada hal yang menjadi keunggulan saham yaitu harganya yang cenderung naik seiring pertumbuhan bisnisnya. Jika bisnisnya terus tumbuh, demikian pula dividennya. Dengan demikian dividen yang kita dapatkan akan terus tumbuh.

Advertisements
This entry was posted in Basic Investing and tagged . Bookmark the permalink.

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s