Membaca Laporan Keuangan Bag. 3: Pendapatan


Pendapatan (revenue) biasa disebut juga dengan penjualan (sales) atau top line. Misalkan seorang tukang bakso menjual 15 ribu mangkok bakso setiap tahun. Jika harga per mangkok adalah 10 ribu rupiah, maka kita katakan pendapatan tukang bakso tersebut dalam setahun adalah 150 juta rupiah. Jadi pada umumnya, penjualan adalah harga barang dikalikan dengan volume penjualan.

Yang sering saya temui adalah tertukarnya istilah pendapatan dengan laba. Dalam bahasa sehari-hari, pendapatan disebut juga dengan omzet. Adapun laba adalah pendapatan setelah dikurangi dengan biaya/beban.

MYOR_Pendapatan

Pada laporan keuangan MYOR tahun 2015, terlihat bahwa penjualannya adalah Rp 14,82 triliun. Angka ini apabila berdiri sendiri tidak banyak artinya. Namun jika kita bandingkan dengan penjualan tahun lalu yang mencapai Rp 14,17 triliun, kita bisa mengetahui bahwa pertumbuhan pendapatannya pada tahun 2015 adalah 4,6%. Besarnya pendapatan tidaklah menjamin perusahaan akan memperoleh laba. Apabila biaya operasionalnya melebihi pendapatan, perusahaan akan mengalami kerugian. Oleh karena itulah dalam melakukan analisis, kita tidak bisa menafsirkan besarnya pendapatan tanpa menyertakan pos-pos lain untuk memperoleh informasi yang lebih terperinci.

Apakah ada informasi lain yang bisa kita dapatkan terkait dengan pendapatan? Ada.

Mari kita mencoba melihat ke dalam penjelasan laporan keuangan. Jika telah mengunduhnya, Anda bisa melihat pada halaman 59.

MYOR_Pendapatan_Detail.png

Sangatlah menarik mengetahui bahwa 48,7% penjualan MYOR berasal dari ekspor. Jika porsi ekspor cukup besar, umumnya dampak fluktuasi US Dollar terhadap penjualan akan teredam.

Artikel sebelumnya:

This entry was posted in Investasi. Bookmark the permalink.

4 Responses to Membaca Laporan Keuangan Bag. 3: Pendapatan

  1. Wadiyo says:

    dalam laporan MYOR 48% pendapatan dari ekspor,
    Bagaimana dengan kurs mata uang yang digunakan ya, apakah kurs terakhir atau bagaimana ya?
    terima kasih

    Like

  2. Pingback: Membaca Laporan Keuangan Bag. 4: Harga Pokok Penjualan | Pojok Ide Investasi

  3. Pingback: MARJIN LABA BRUTO (GROSS PROFIT MARGIN) | Pojok Ide Investasi

  4. Pingback: Membaca Laporan Keuangan Bag. 6: Marjin Laba Bruto (Studi Kasus TELE) | Pojok Ide Investasi

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s