Membaca Laporan Keuangan Bag. 4: Harga Pokok Penjualan


 

 

Biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu produk disebut dengan Harga Pokok Penjualan (HPP). Istilah lain HPP adalah Beban Pokok Penjualan, Cost of Goods Sold (COGS) atau Cost of Revenue. Cost of revenue biasanya digunakan oleh perusahaan yang menyediakan jasa.

MYOR_HPP

Karena HPP adalah biaya langsung, umumnya nilainya berbanding lurus dengan pendapatan. Komponen HPP umumnya adalah bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung yang terkait dengan proses produksi. Jadi, biaya-biaya seperti biaya distribusi dan biaya pemasaran tidak termasuk dalam HPP karena tidak terkait langsung dengan proses produksi. Secara umum dikatakan bahwa semakin rendah HPP semakin baik.
Lalu bagaimana cara menghitung HPP? HPP dihitung dengan menjumlahkan jumlah persediaan (inventory) pada awal tahun dengan barang yang diproduksi sepanjang tahun dan kemudian dikurangkan dengan jumlah persediaan pada akhir tahun. Untuk lebih jelasnya, kita bisa memperhatikan contoh perincian perhitungan HPP dari MYOR berikut ini. Perincian HPP ini dapat dilihat pada penjelasan laporan keuangan MYOR 2015 nomor 24 pada halaman 55.

MYOR_HPP_det

Terlihat bahwa HPP (dalam laporan keuangan MYOR disebut dengan Beban Pokok Penjualan) adalah jumlah persediaan di awal tahun (Rp 542,8 miliar) + jumlah produksi sepanjang tahun (Rp 10,601.5 miliar) – jumlah persediaan di akhir tahun (Rp 241,8 miliar).
Perincian perhitungan biaya produksi bisa berbeda antar emiten, apalagi pada emiten jasa. Sebagai contoh, komponen penyusun HPP untuk PT Panorama Sentrawisata, Tbk (kode BEI: PANR) akan terlihat sangat berbeda dengan MYOR. Komponen HPP dari PANR adalah biaya perjalanan wisata, biaya jasa transportasi, biaya hotel, biaya jasa konvensi, biaya tiket pesawat, dan biaya penyusutan (depresiasi). Mengapa biaya penyusutan masuk ke dalam perhitungan HPP? Hal tersebut akan kita diskusikan pada topik tentang depresiasi.

Artikel sebelumnya:

 

 

 

Advertisements
This entry was posted in Investasi. Bookmark the permalink.

3 Responses to Membaca Laporan Keuangan Bag. 4: Harga Pokok Penjualan

  1. Pingback: MARJIN LABA BRUTO (GROSS PROFIT MARGIN) | Pojok Ide Investasi

  2. Pingback: Membaca Laporan Keuangan Bag. 6: Marjin Laba Bruto (Studi Kasus TELE) | Pojok Ide Investasi

  3. ayu purnami says:

    great , thanks

    Like

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s