Membaca Laporan Keuangan Bag. 6: Marjin Laba Bruto (Studi Kasus TELE)


 

 

Kali ini kita akan mencoba melakukan analisis lebih mendalam terhadap marjin laba bruto. Terdapat dua komponen yang mempengaruhi laba bruto, yaitu penjualan dan harga pokok penjualan. Oleh karenanya, untuk mengetahui lebih terperinci kita bisa membedah sampai ke level segmen operasinya. Emiten yang menjadi bahan analisis adalah PT Tiphone Mobile Indonesia, Tbk yang memiliki usaha distribusi voucher telepon seluler dan penjualan telepon selular. Di Bursa Efek Indonesia, emiten ini memiliki kode TELE.
Sebagai pembuka mari kita perhatikan data historis penjualan dan HPP TELE dari tahun 2010 s.d 2015.

tele_rev_hppSumber: Laporan keuangan TELE 2010-2015, diolah

Terlihat bahwa selama enam tahun terakhir, pendapatan dan HPP TELE tumbuh cukup tinggi secara eksponensial. Kita akan membedah apa saja sumber pendapatannya untuk mengetahui peranan masing-masing lini usaha.

tele_segment

Sumber: Laporan keuangan TELE 2010-2015, diolah

Segmen telepon selular memberikan kontribusi pendapatan tertinggi yaitu 65.38% dan disusul oleh segmen voucher sebesar 34.6%. Segmen jasa perbaikan hanya menyumbang 0.01% pendapatan TELE. Agar lebih jelas, selanjutnya kita akan melihat bagaimana kontribusi masing-masing lini usaha dari waktu ke waktu. Dengan melakukannya, kita akan memiliki gambaran lini usaha mana yang akan lebih berpengaruh terhadap pendapatan perusahaan secara keseluruhan di masa mendatang.

tele_segement_historis

Sumber: Laporan keuangan TELE 2010-2015, diolah

Dari grafik di atas, kita mendapatkan informasi yang menarik. Pada tahun 2010, 93.07% penjualan TELE didominasi oleh segmen voucher sementara segmen telepon selular hanya menyumbang 6.92% pendapatan TELE. Sejalan dengan waktu, kondisi tersebut berubah. Kontribusi segmen voucher terus menurun dan pada tahun 2015 hanya menyumbang 65.38% penjualan TELE. Sementara itu, segmen telepon selular semakin meningkat kontribusinya dan mencapai 34.6% pada tahun 2015.
Secara intuitif, fenomena tersebut terjelaskan oleh penetrasi pasar seluler yang sangat tinggi dan mendekati tahap jenuh. Sementara, penjualan telepon selular masih memiliki prospek yang cerah karena konsumen akan terus mengganti handset yang dimilikinya.
tele_segment_growth

Sumber: Laporan keuangan TELE 2010-2015, diolah

Grafik di atas memperlihatkan bagaimana pesatnya pertumbuhan penjualan segmen telepon seluler. Dengan tingkat pertumbuhan penjualan 78.9% per tahun, segmen telepon selular jauh meninggalkan segmen voucher yang ‘hanya’ tumbuh 20.8% per tahun. Segmen jasa perbaikan memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi daripada segmen voucher namun secara nominal sangat kecil.

tele_segment_gpm

Sumber: Laporan keuangan TELE 2010-2015, diolah

Setelah membedah sumber pendapatan, kita akan mencoba untuk melihat marjin laba bruto masing-masing segmen. Pada grafik di atas terlihat bahwa marjin laba bruto segmen voucher (6%) lebih tinggi daripada telepon selular (4.1%). Hal yang menarik akan kita dapatkan dari grafik berikut.

tele_seluler_gpm

Sumber: Laporan keuangan TELE 2010-2015, diolah

Terlihat bahwa marjin laba bruto segmen telepon selular terus menurun dari tahun ke tahun. Menariknya, pada semester 1 2016, marjin laba bruto segmen telepon selular kembali meningkat. Hal ini merupakan indikasi positif mengingat TELE semakin mengandalkan segmen telepon selular sebagai sumber pendapatannya.
Berdasarkan contoh kasus ini, kita bisa melihat bahwa dengan melakukan analisis terhadap marjin laba bruto, banyak sekali informasi penting yang dapat kita peroleh. Selalu perhatikan informasi yang ada di dalam penjelasan laporan keuangan karena seringkali membantu kita dalam melakukan analisis.

Artikel sebelumnya:

This entry was posted in Investasi. Bookmark the permalink.

One Response to Membaca Laporan Keuangan Bag. 6: Marjin Laba Bruto (Studi Kasus TELE)

  1. Chandra says:

    Ada yang kebalik di artikelnya. 65% pendapatan dari voucher bukan dari telepon selular.
    Kalau boleh bertanya, kenapa cash flow TELE ini selalu negatif ya padahal labanya meningkat terus.

    Like

Sampaikan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s