Langganan Hasil Riset Fundamental Saham

Selamat siang,

Saat ini kami mulai membuka pendaftaran langganan analisis fundamental saham. Kami secara rutin akan memberikan:

  1. Analisis komprehensif terhadap suatu saham
  2. List saham potensial
  3. Update kinerja secara kuartalan atau ketika ada perubahan fundamental yang signifikan.

Capture contoh hasil risetnya seperti di bawah ini:

ASGR_Sample

Hasil report akan dikirimkan 3-4x per bulan.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi LINE ID: parahitairawan

Posted in Berita | Tagged | Leave a comment

Street Investing: Redevelop The Ideas & The Fundamental Puzzle

20140703_210557

Street Investing: Redevelop The Ideas

Setelah sekian lama, akhirnya buku Street Investing kembali diterbitkan. Kali ini penerbitannya secara Indie melalui www.nulisbuku.com. Pada edisi kali ini, ada beberapa update yang cukup penting, yaitu:

  • Update study case agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.
  • Tambahan topik mengenai pengelolaan portfolio. Pada edisi sebelumnya topik ini tidak terlalu banyak disinggung.
  • Revisi dan update pada beberapa bab di edisi sebelumnya.

The Fundamental Puzzle

Puzzle adalah teka-teki yang harus dipecahkan dengan menggabungkan kepingan-kepingannya satu persatu. Pada awalnya, Anda akan kebingungan harus memulai dari mana. Untuk mengatasinya, tidak ada jalan lain. Kita harus berani untuk mencoba memulai dengan meletakkan kepingan pertama pada tempatnya. Selalu ada risiko kita akan melakukan kesalahan dan terpaksa mengulanginya kembali. Lambat laun, kepingan yang tercecer mulai tersusun rapi dan gambaran besarnya mulai terlihat.

Investasi saham adalah sebuah puzzle raksasa. Seringkali kita menemui berbagai fenomena yang membuat kita menyadari bahwa apa yang kita ketahui selama ini sangatlah sedikit. Mau tidak mau kita harus mencoba melaluinya. Terkadang prosesnya terasa amat berat. Walaupun begitu, seperti halnya puzzle semakin lama kita memainkannya semakin terasa mudah menyelesaikannya.

Siapkah Anda untuk mulai meletakkan kepingan pertama pada tempatnya?

Pemesanan Buku

Kedua buku ini formatnya hardcopy dan  bersama dengan buku Behind Investing Ideas yang telah diterbitkan bisa dipesan melalui situs nulisbuku.com. Klik link untuk pemesanan:

Hope u enjoy the books :)

 

Posted in Berita, Books for Sale | Tagged , | 10 Comments

Jadi Sampai di Mana Kita? (Kinerja Emiten 2014 Secara Keseluruhan)

Pada tulisan sebelumnya, saya pernah membahas tentang kinerja keseluruhan emiten selama satu dekade. Kita bisa melihat bagaimanakah kinerja emiten BEI secara keseluruhan dan mendapatkan gambaran yang besar.

Seperti yang kita ketahui, dari tahun 2014 sampai dengan saat ini kondisi ekonomi terasa cukup berat. Pertumbuhan ekonomi menurun dan banyak emiten yang turun labanya atau bahkan merugi.

Untuk mendapatkan gambaran tahun 2015, kita akan melihat bagaimana kinerja emiten secara keseluruhan selama 12 tahun ke belakang (hingga tahun 2014).

Agresivitas Ekspansi Mulai Menurun

CPR_DER

Pada kedua grafik di atas, terlihat bahwa sejak tahun 2009 hingga tahun 2013 emiten berekspansi dengan agresif. Hal ini terlihat dari meningkatnya nilai capex/revenue dari hanya 6.39% pada tahun 2009 menjadi 10.91% pada tahun 2013. Meningkatnya nilai capex/revenue adalah indikasi bahwa perusahaan berekspansi untuk mengantisipasi permintaan di masa depan (mendahului kenaikan revenue).

Yang menarik, pada tahun 2014 capex/revenue mulai menurun menjadi 10.21%. Fenomena ini diikuti pula dengan menurunnya rata-rata DER yang selama 4 tahun sebelumnya terus meningkat.

Mengapa? Mungkin jawabannya ada pada bagian berikut.

Menurunnya Profitabilitas

Profitability

Terlihat bahwa revenue growth masih terus menurun sejak tahun 2011 hingga 2014. Yang perlu diingat adalah bahwa yang turun hanyalah pertumbuhannya. Secara keseluruhan revenue masih terus naik walaupun momentumnya terus menurun. Hal ini sebenarnya pilihan yang sulit bagi pengusaha. Revenue terus naik namun jika berekspansi, profitabilitas turun.

Terlihat juga bahwa rasio-rasio profitabilitas juga menunjukkan bahwa secara keseluruhan kinerja emiten masih menurun di tahun 2014.

  • ROE turun dari peak 12.1% pada tahun 2011 menjadi 8.5% pada tahun 2014
  • Net profit margin terus menurun menjadi hanya 7%. Sebagai catatan, nilai ini masih terbilang cukup tinggi mengingat beberapa tahun sebelumnya hanya berada di bawah level 6%.
  • Inventory turnover terus menurun selama empat tahun terakhir.

Terlihat cukup jelas bahwa menurunnya pertumbuhan ekonomi telah berpengaruh cukup besar terhadap kinerja emiten. Sebagai investor, yang bisa kita tunggu adalah realisasi pembangunan infrastruktur yang diharapkan bisa memicu jump start perekonomian.

Posted in Aneka Ria Riset Investasi | Tagged , | Leave a comment

Memproyeksikan Revenue

Revenue (pendapatan) atau biasa disebut dengan top line adalah awal yang baik bagi kita untuk melihat kinerja suatu perusahaan. Perusahaan yang baik akan secara konsisten dapat terus tumbuh pendapatannya. Walaupun kinerja bisnis tidak bisa dinilai dengan hanya melihat pendapatannya, tidak dapat dipungkiri bahwa perusahaan yang labanya tidak tumbuh secara konsisten atau bahkan stagnan bukanlah gambaran yang bagus untuk prospek ke depannya.

Pada banyak kasus, kita tidak serta merta dapat memproyeksikan pendapatan dengan hanya melihat data masa lalu. Tentu saja, data masa lalu sangat penting dan dapat menjadi acuan bila pendorong pertumbuhannya hanyalah pertumbuhan ekonomi atau pertumbuhan jumlah penduduk. Dalam hal tersebut, kita tidak bisa berekspektasi banyak karena pertumbuhan penjualan akan sebanding dengan pertumbuhan GDP.

Bagaimana cara memproyeksikan revenue?

Ada beberapa pendekatan yang bisa kita gunakan. Salah satu yang paling umum telah saya sebutkan di atas, yaitu melihat data historis dan menggunakan ekspektasi pertumbuhan GDP sebagai acuan. Cara lain yang bisa kita gunakan adalah dengan mengestimasikan market sizing.

Kira-kira langkahnya adalah sbb:

  1. Perkirakan besarnya pasar secara keseluruhan. Dalam hal ini adalah pangsa pasar suatu industri secara keseluruhan.
  2. Perkirakan pangsa pasar yang bisa didapatkan oleh perusahaan.
  3. Perkirakan tingkat pertumbuhan pangsa pasar.

Secara logis, pendapatan bisa tumbuh apabila:

  1. Pangsa pasar meningkat
  2. Menaikkan harga jual
  3. Ukuran pasar membesar

Selain itu, akan sangat membantu apabila kita memperhatikan apa saja target manajemen terkait dengan pertumbuhannya. Berapakah target pangsa pasar? Apakah ada rencana manajemen untuk menaikkan harga jual? Apakah terdapat produk baru yang berpotensi untuk menambah sumber pendapatan?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat kita temui di laporan tahunan, paparan publik, ataupun berita di media. Coba cocokkan target dari manajemen dengan kondisi perusahaan saat ini. Apakah targetnya masuk akal? Seberapa besar pendanaan yang dibutuhkan untuk mencapai target tersebut?

Manajemen yang baik akan dapat menerjemahkan target-target yang hendak diraih dengan langkah-langkah konkret yang terukur. Misalnya, jika ingin pendapatan naik 50% dalam 5 tahun perusahaan akan membangun 2 pabrik baru dengan kapasitas sekian, sekian. Untuk membangun pabrik-pabrik baru tersebut, dibutuhkan dana sekian dan akan didanai sekian persen dari internal dan sisanya akan dibiayai secara eksternal (misalnya meminjam dari bank atau menerbitkan obligasi).

Tentu saja pada awalnya tidaklah mudah untuk memproyeksikan pendapatan secara akurat. Kita harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana model bisnisnya. Akan lebih baik lagi apabila kita melakukan tracking secara berkala untuk memastikan bahwa kondisi aktual masih sesuai dengan rencana semula.

Dengan melakukan banyak latihan otomatis kita akan terbiasa dalam melakukan proyeksi sehingga hasilnya akan semakin akurat. Yang perlu dilakukan adalah memulainya.

Posted in Strategi Investasi | Tagged , , | Leave a comment

Data Laporan Keuangan (Update 2014)

Update: Data laporan keuangan 2014 dan laporan tahunan 2014 telah tersedia

Dalam melakukan analisis fundamental, keberadaan data historis merupakan kebutuhan yang sangat penting. Melakukan analisis fundamental tanpa membaca laporan keuangan akan sangat berisiko bagi kita. Untuk itu, kami menyediakan softcopy laporan keuangan dan laporan tahunan emiten-emiten di IDX dengan ukuran total file sekitar 34 Gb (gede ya :D ).

Kami menawarkan kumpulan laporan keuangan dan laporan tahunan tersebut dalam paket yang terdiri atas 9 DVD. Adapun isi dari paket tersebut adalah:

  1. Laporan keuangan seluruh emiten tahun 2004 (317 emiten), 2005 (165 emiten), 2006 (340 emiten), 2007 (259 emiten), 2008 (386 emiten), 2009 (407 emiten), 2010 (456 emiten), 2011 (427 emiten), 2012 (471 emiten), 2013 (495 emiten), 2014 (463 emiten), dan lain-lain (37 emiten).
  2. Laporan tahunan seluruh emiten tahun 2003 (169 emiten), 2004 (194 emiten), 2005 (320 emiten), 2006 (72 emiten), 2007 (237 emiten), 2008 (233 emiten), 2009 (277 emiten), 2010 (395 emiten), 2011 (484 emiten), 2012 (485 emiten), 2013 (497 emiten), 2014 (483 emiten), dan lain-lain (41 emiten)

Mengapa data laporan keuangan sangat penting?

Dengan memiliki data yang lengkap, kita akan dapat melakukan analisis secara lebih komprehensif dan bisa merunut secara historis. Sumber data adalah web BEI dan web emiten yang bersangkutan yang dipublikasikan secara resmi.

Saya sangat sering berkutat dan sangat menyadari betapa berharganya data dan informasi. Kompilasi laporan keuangan dan laporan tahunan ini tersedia di web BEI. Permasalahannya, data yang tersedia terbatas (hanya 2 tahun ke belakang) dan apabila hendak mengunduh secara keseluruhan, membutuhkan effort yang besar karena ukuran total file yang sangat besar.

NB: Tidak seluruh emiten ada data laporan keuangan dan laporan tahunannya. Kami berusaha untuk mengumpulkannya agar semakin lengkap.

Harga paket  Rp 475.000,- (free ongkir ke seluruh Indonesia).

Mohon maaf paket tidak dijual secara terpisah.

Pengiriman akan dilakukan via JNE. Untuk memesan silakan isi form berikut ini. Kami akan merespons pada kesempatan pertama.

Disclaimer: Kami tidak bertanggung jawab atas akurasi data  hasil kompilasi dan kerugian apapun terkait dengan penggunaan data yang ada di dalam kompilasi tersebut. Pergunakanlah data tersebut dengan bijak untuk membantu analisis investasi Anda.

Posted in Berita | Tagged | Leave a comment

Ketika Ekonomi Sedang Lesu Darah

Sejak beberapa bulan yang lalu, teman-teman yang memiliki usaha mulai mengeluhkan terjadinya penurunan omset mereka. Saya mendengar cerita tersebut dari beberapa orang, tidak hanya satu orang saja. Karena penasaran, saya coba melihat kondisi sekeliling. Yang saya lihat di mal walaupun ramai tetapi banyak tenant yang menawarkan diskon. Pusat keramaian hanyalah di foodcourt atau tempat-tempat untuk hangout.

Tentu saja itu hanya pengamatan acak yang tidak mungkin menjadi dasar untuk generalisasi. Walaupun begitu, pandangan sekilas seperti itu tidak bisa diremehkan karena sedikit banyak menggambarkan kondisi nyata.

Pemerintah sendiri sudah memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya sekitar 5.2% pada tahun 2015 yang cukup menggambarkan bahwa memang perlambatan laju perekonomian mulai melambat. Jika kita mencoba kembali ke masa lalu, pertumbuhan GDP Indonesia bisa dilihat pada grafik di bawah ini.

Terlihat bahwa sejak tahun 2010 sebenarnya pertumbuhan ekonomi sudah mulai menurun. Hanya saja, kali ini dampaknya cukup terasa. Indonesia sendiri mengalami penurunan GDP dan bukan hanya sekedar penurunan pertumbuhannya ketika krisis moneter terjadi pada tahun 1998. Kala itu GDP turun 13%. Sementara itu ketika krisis global terjadi pada tahun 2008-2009, pertumbuhan ekonomi turun cukup tajam 7.4% pada tahun 2008 menjadi hanya 4.7% pada tahun 2009. Jika kita perhatikan lebih cermat, pada grafik tersebut terlihat bahwa rata-rata pertumbuhan ekonomi dari tahun 1980 hingga 2014 ada di kisaran 5% per tahun.

Mengapa kinerja emiten pada Q1 2015 penting?

Saya belum selesai merekapitulasi hasil keseluruhan emiten untuk kuartal pertama 2015. Namun dari 75 emiten yang telah saya kumpulkan datanya, terlihat bahwa banyak sekali emiten yang turun labanya. Hal ini dapat dijadikan pegangan awal untuk melihat bagaimana kinerja emiten di tahun 2015.

Fenomena ini cukup unik walaupun belum bisa dibilang ‘black swan’. Di samping memang karena magnitudonya tidak cukup besar, penurunan ini sebenarnya pun telah diprediksikan sebelumnya. Hanya saja banyak orang yang terkejut karena beberapa tahun sebelumnya telah terbiasa dengan kencangnya laju perekonomian.

Tidak dapat dipungkiri bahwa ekonomi digerakkan oleh ekspektasi. Masyarakat menjadi lebih konsumtif karena optimis bahwa masa mendatang akan lebih baik. Manakala keyakinan itu menurun, maka mereka akan menahan konsumsi sehingga pendapatan perusahaan akan menurun. Mari kita perhatikan bagaimana perkembangannya pada grafik berikut:

IKKSumber: Bank Indonesia, Survey Konsumen Maret 2015

Terlihat bahwa pada kuartal pertama 2015, Indeks Keyakinan Konsumen turun. Hal ini sejalan dengan hasil laporan keuangan emiten yang telah dirilis. Lalu bagaimana dengan perkembangan kegiatan usaha?

DuniaUSahaSumber: Bank Indonesia, Survey Kegiatan Dunia Usaha Triwulan-I 2015

Terlihat bahwa nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) turun dari 11.03% pada kuartal IV 2014 menjadi 4.83% pada kuartal I 2015.

Kapasitas ProduksiSumber: Bank Indonesia, Survey Kegiatan Dunia Usaha Triwulan-I 2015

Pada grafik tersebut, lebih terlihat jelas bahwa kapasitas produksi turun dari 79.78% pada kuartal IV 2014 menjadi hanya 73.06%.

Pada intinya, ekonomi sedang melambat, titik.

Selama ini kontribusi terbesar GDP adalah konsumsi masyarakat. Agar lebih berimbang, pemerintah harus memperbesar belanja, terutama di sektor infrastruktur yang selama ini menjadi bottleneck bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pada kondisi seperti ini, sebagai investor kita harus lebih hati-hati dan cermat. Pilih emiten dengan leverage rendah baik financial maupun operating karena emiten yang highly leveraged akan terkena imbas lebih buruk. Pilihlah emiten dengan kualitas manajemen yang baik yang mampu menakhodai kapalnya agar selamat mengarungi lautan yang sedang bergelombang seperti saat ini.

Silakan bergabung dengan LINE Group untuk Blog ini di sini

Posted in Strategi Investasi | Tagged | 3 Comments

Memecahkan Teka-Teki Investasi: Some Real Life Examples

This gallery contains 7 photos.

Penjabaran tanpa contoh nyata seperti lauk tanpa garam, kurang menggigit. Begitu pula dengan simulasi kasus investasi yang telah dipaparkan pada artikel sebelumnya. Kurang sedap rasanya apabila kita tidak melihat bagaimana contohnya di dunia nyata. Saya akan memberikan beberapa contoh kasus … Continue reading

Gallery | Tagged , | 2 Comments