Buku Street Investing (dan buku lainnya) di Tokopedia

This gallery contains 2 photos.

Karena kebetulan saya ada beberapa stok buku Street Investing, saya memutuskan untuk menaruhnya di marketplace Tokopedia pada online store Rempoa Shop. Link-nya adalah sbb: https://www.tokopedia.com/rempoashop/street-investing-redevelop-the-ideas Di online shop saya tersebut, tersedia juga buku Investing Ideas yang merupakan cikal bakal dari … Continue reading

Gallery | Leave a comment

Langganan Hasil Riset Fundamental Saham

Selamat siang,

Saat ini kami mulai membuka pendaftaran langganan analisis fundamental saham. Kami secara rutin akan memberikan:

  1. Analisis komprehensif terhadap suatu saham
  2. List saham potensial
  3. Update kinerja secara kuartalan atau ketika ada perubahan fundamental yang signifikan.

Capture contoh hasil risetnya seperti di bawah ini:

ASGR_Sample

Hasil report akan dikirimkan 3-4x per bulan.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi LINE ID: parahitairawan

Posted in Berita | Tagged | 2 Comments

Santai Saja, Tidak Usah Terburu-Buru

Ada suatu masa ketika saya mulai berinvestasi saham dan baru sedikit mengetahui seluk-beluknya. Saya menampung informasi apapun yang saya dapatkan, mulai dari berita, analisis sekuritas, diskusi teknikal, sampai dengan gosip. Saham A akan melakukan akuisisi, saham B akan terbang, saham C labanya akan naik tinggi. Semua itu saya terima tanpa filter. Terkadang tanpa berpikir panjang, saya membeli sahamnya, Tidak jarang setelah itu saya menyaksikan harga sahamnya tidak ke mana-mana dan pada beberapa kejadian, jatuh dalam.

Lambat laun saya mulai menyadari bahwa cara berinvestasi seperti itu sangat melelahkan. Saya mulai mempelajari bagaimana catanya berinvestasi secara efektif dan efisien. Saya mulai membaca buku-buku serta artikel-artikel tentang itu. Jam terbang pun semakin bertambah. Saya tidak mengatakan bahwa saya sudah banyak memahami tentang saham. Saya hanya berusaha untuk fokus dan belajar secara terus menerus.

Salah satu pelajaran berharga yang saya dapatkan adalah pentingnya bersikap sabar dalam berinvestasi. Saya memahami bahwa terkadang sebuah informasi yang kita terima terasa begitu penting sehingga membuat tangan gatal untuk segera membeli sahamnya. Kenyataannya, faktor ‘penting’ dalam sebuah informasi selalu saja ada. Setiap hari informasi yang ‘penting’ itu datang tanpa henti. Jika kita selalu berusaha mengikutinya, bukan tidak mungkin portfolio kita akan berisi setumpuk saham yang di kemudian hari membuat kita kebingungan mengapa dulu dibeli.Ujung-ujungnya kita kemudian mencari-cari informasi dari kanan kiri untuk mengetahui apakah prospek saham tersebut bagus atau tidak. Jujur saja jika itu yang terjadi, lebih baik dahulu kita tidak membelinya. Membeli suatu saham akan memaparkan kita pada risiko, terlebih jika kita tidak memahami alasan pembeliannya. Uang yang kita peroleh dengan susah payah akan terpapar pada risiko yang tidak perlu. Ketika harga sahamnya turun, kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan. Bahkan ketika harganya naik pun kita masih kebingungan apakah harus dijual atau ditahan saja.

Sekarang ini, saya lebih santai ketika menghadapi berbagai situasi di bursa. Bagi investor jangka panjang, tidak banyak bedanya apakah kita membeli suatu saham hari ini, esok hari, atau minggu depan. Saya lebih memilih menggunakan waktu saya untuk melakukan investigasi dan analisis secara mendalam sebelum memutuskan untuk membeli atau tidak.

Jadi, mengapa masih suka terburu-buru?

 

 

Posted in Basic Investing, Investasi | Tagged | Leave a comment

Pentingnya Recurring Revenue

Ketika melakukan valuasi, kita akan memproyeksikan cash flow di sana mendatang dan mencari nilainya di masa kini. Artinya, tingkat keyakinan bahwa cash flow di masa mendatang sesuai dengan yang kita proyeksikan akan sangat menentukan tingkat akurasi dari valuasi yang kita lakukan.

Sebagai investor, kita tentu menginginkan memiliki perusahaan yang pendapatan dan labanya naik terus menerus secara konsisten. Dengan menggunakan spreadsheet, kita bisa dengan mudah mengetahui apakah secara historis, pendapatan dan laba perusahaan mudah untuk diprediksi. Lakukan regresi eksponensial dan lihat R-Square-nya. Semakin tinggi artinya semakin mudah untuk diprediksi.

Namun jika kita hendak mengetahui apakah pendapatan dan laba perusahaan akan mudah diprediksi atau tidak, kita tidak bisa hanya mengandalkan spreadsheet. Kita harus menggali lebih dalam lagi dengan mencari tahu apa saja sumber pendapatannya. Pada dasarnya terdapat dua jenis pendapatan: recurring (berulang) dan non-recurring (tidak berulang). Orang yang berlangganan surat kabar akan memberikan pendapatan yang berulang bagi surat kabar tersebut. Dalam bentuk lain, recurring revenue bisa berasal dari orang-orang yang secara rutin membeli barang-barang kebutuhan rumah tangga seperti sabun, pasta gigi, minyak goreng, dan lain sebagainya. Kita menyebutkan recurring revenue karena barang-barang yang dibeli umumnya cepat habis masa pakainya harus dibeli terus menerus.

Di sisi lain, penjualan mobil tidak bisa dikatakan sebagai recurring revenue. Jarang sekali orang membeli mobil secara rutin. Jika tahun lalu sebuah produsen mobil bisa menjual 100 unit mobil, untuk meningkatkan penjualan 5%, produsen tersebut harus menjual 105 unit mobil tahun ini. Hal serupa juga terjadi pada pengembang properti. Kemungkinan besar pembeli mereka di tahun depan tidak akan sama dengan pembeli mereka tahun ini. Satu hal lagi yang perlu dipertimbangkan adalah baik produsen mobil maupun pengembang perumahan harus menerima kenyataan bahwa pesaing dari produk mereka sebagian adalah produk mereka sendiri yang mereka produksi sebelumnya. Rumah atau mobil yang telah dibeli bisa dijual kembali dan bersaing dengan rumah dan mobil yang baru diproduksi. Hal ini menjadi dilema bagi para produsen. Semakin besar ia membanjiri pasar, semakin besar jumlah pesaing mereka di masa mendatang.

Kita akan menemui hal yang berbeda penerbit surat kabar. Jika tahun lalu mereka bisa memiliki 100 pelanggan surat kabar, untuk meningkatkan penjualan 5% ia cukup mencari 5% pelanggan baru.

Secara intuitif, kita bisa menebak bahwa pertumbuhan penjualan perusahaan yang memiliki porsi recurring revenue besar akan cenderung lebih stabil dibandingkan perusahaan yang porsi recurring revenue-nya kecil. Berdasarkan pemikiran tersebut jugalah sekarang mulai banyak pengembang properti yang berusaha memperbesar porsi recurring revenue melalui sistem penyewaan dan bukan jual putus. Sebagai contoh, PWON yang memiliki recurring revenue 43% akan cukup tahan terhadap dampak dari kenaikan suku bunga. Para pengembang prooperti yang hanya mengandalkan penjualan rumah baru akan mengalami masa-masa yang sulit manakala suku bunga naik yang mengakibatkan konsumen menunda pembelian rumah.

Posted in Analisa Fundamental Saham (Bedah Bisnis), Investasi, Strategi Investasi | Tagged , | Leave a comment

Tidaklah Mudah Menjadi Investor Jangka Panjang

One thing on psychology, which we’ve always known, is that every investor says they’re long-term – and they are until the market takes a hit.

~ Steve Forbes ~

Street_InvestingInvestasi dalam jangka panjang berpotensi memberikan laba kumulatif yang tinggi karena dalam jangka panjang harga saham cenderung naik. Tentu saja ada beberapa hal yang perlu kita pahami terkait dengan pernyataan tersebut.

Pertama, jika kita melihat ke belakang, IHSG memang cenderung naik dari tahun ke tahun. Sejak tahun 1997, tercatat IHSG naik hampir 5 kali lipat.

IHSG

Sumber : Yahoo! Finance

Satu hal yang perlu untuk kita sadari adalah bahwa meskipun IHSG naik, belum tentu saham-saham yang kita miliki otomatis akan naik juga. Manakala IHSG jatuh karena memburuknya kondisi ekonomi, kemungkinan akan ada beberapa perusahaan yang bisnisnya terpukul sampai pada titik tidak bisa bangkit kembali. Sebagai contoh ketika ekonomi berkontraksi, penjualan perusahaan akan tergerus sehingga perusahaan harus memiliki dana yang cukup untuk dapat menutupi biaya operasionalnya. Umumnya, ketika kondisi ekonomi memburuk likuiditas juga akan menyurut. Perusahaan akan lebih sulit untuk mencari pinjaman yang dibutuhkan untuk menutup biaya operasional. Perusahaan yang terlalu besar utangnya akan menghadapi permasalahan yang lebih besar karena plafon pinjamannya semakin kecil sementara mereka tetap harus membayar bunga utangnya.

Oleh karena itu, sangatlah penting bagi kita untuk mencermati perusahaan-perusahaan yang mampu untuk survive dalam kondisi yang tidak menguntungkan.

Kedua, kondisi psikologis investor sangat rentan terhadap fluktuasi pasar. Jika kita melihat pasar turun dalam hingga 40% seperti tahun 2008, artinya banyak saham yang turun jauh lebih dalam daripada itu. Kerugian di atas kertas sebesar itu sangat mungkin menggentarkan hati para investor. Tidak ada yang tahu kapan pasar akan pulih karena informasi yang muncul cenderung simpang siur. Investor yang bijak dan berpengalaman akan melakukan review terhadap portfolionya dan memastikan bahwa kondisi fundamental saham-saham yang dimilikinya cukup kuat untuk bertahan. Di saat yang sama ia akan mulai mengumpulkan dana untuk diinvestasikan ke saham-saham yang sudah terdiskon besar. Mudah untuk dikatakan namun sulit untuk dilakukan. Namun kenyataannya mekanisme adalah seperti itu.

Hambatan psikologis lainnya adalah ketakutan kehilangan keuntungan ketika harga saham naik. Jika harga saham naik cukup tinggi, banyak investor yang merealisasikan keuntungan untuk kemudian melihat harga sahamnya naik lebih tinggi lagi. Hal tersebut adalah wajar karena pada dasarnya manusia itu takut dengan kerugian. Permasalahannya adalah kita tidak bisa mengharapkan keuntungan 10x lipat (tenbagger) apabila kita menjual sahamnya ketika telah memberikan keuntungan 100%. Memang benar bahwa untuk memperoleh saham tenbagger tidaklah mudah pada kenyataannya. Yang bisa kita lakukan adalah terus memantau kinerja perusahaan apakah masih memiliki prospek yang bagus. Selama masih bagus kinerjanya dan secara keuangan masih kokoh, kita bisa mempertimbangkan untuk tidak menjual sahamnya walaupun sudah naik tinggi.

Jika Anda hendak menjadi investor jangka panjang, ada baiknya mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas. Apakah Anda siap untuk menghadapi jalan yang terjal dan naik turun?

Posted in Investasi | Leave a comment

The BEI Super Companies (update dengan LK 2015)

Street_InvestingSekitar 4 tahun yang lalu (tahun 2012), saya pernah menulis artikel di blog ini yang berjudul The BEI Super Companies. Artikel tersebut memaparkan daftar emiten BEI dengan laba bersih yang terus tumbuh selama 9 tahun berturut-turut. Untuk mengingat kembali, sampai dengan tahun 2011, hanya ada 9 emiten yang mampu secara konsisten tumbuh labanya.

Mengapa emiten-emiten tersebut saya sebut A Super Company?

Tidaklah mudah untuk terus tumbuh di tengah gelombang ekonomi yang terus naik turun. Jika sebuah perusahaan terus perkasa kinerjanya selama satu dekade, itu artinya perusahaan tersebut mampu melewati satu siklus ekonomi dengan baik. Tidaklah banyak emiten yang bisa melakukannya.

Tentu saja memuktakhirkan data tersebut dengan laporan keuangan 2015 yang baru-baru ini dirilis akan menjadi sangat menarik. Apakah emiten-emiten yang dahulu masuk ke dalam daftar masih bertahan? Apa saja emiten-emiten yang berhasil masuk ke dalam daftar?

Daftar The BEI Super Companies disusun hanya berdasarkan konsistensi kenaikan laba bersih tanpa memperhitungkan hal-hal lain. Akan menjadi sangat ceroboh apabila kita hanya mengandalkan data ini untuk berinvestasi. Walaupun begitu, tentu saja emiten yang masuk ke dalam daftar bisa menjadi bahan pertimbangan kita untuk melakukan analisis lebih lanjut.

SuperComp2015Tercatat ada 12 emiten yang masuk ke dalam daftar The Super Companies. Anda bisa membandingkannya dengan daftar sebelumnya. Apa sajakah emiten yang berubah? Hanya ada empat emiten yang bertahan. Itu artinya ada 8 emiten baru yang masuk ke dalam daftar.

Apakah terbayang PT Ace Hardware Indonesia, Tbk yang pada tahun 2005 laba bersihnya hanya Rp 17.5 miliar mampu melipatgandakannya menjadi Rp 588.3 miliar pada tahun 2015?  Bahkan PT Unilever Indonesia, Tbk yang sering disebut sebagai mature company-pun tetap mampu menumbuhkan labanya sebesar 15% per tahun.

Seperti juga artikel sebelumnya, saya juga akan memberikan daftar emiten yang “nyaris” masuk ke dalam kategori Super Companies. Emiten-emiten ini selama satu dekade terakhir sempat tersandung sekali walaupun pada akhirnya bisa bangkit kembali.

AlmostPerfect2015Jika pada tahun 2011 ada 18 emiten yang “Almost Perfect”, pada tahun 2015 terdapat 17 emiten. Sebenarnya ada 1 emiten lagi yang berpotensi masuk ke dalam daftar namun laporan keuangannya belum dirilis sampai dengan artikel ini dibuat.

Pada daftar “Almost Perfect” tersebut kita juga bisa melihat banyak nama besar. Jika jeli, Anda akan bisa menemukan apa perbedaan tabel tersebut dengan tabel pada artikel sebelumnya. Anda akan bisa melihat sektor mana yang ganti mendominasi tabel tersebut.

Pertanyaan yang lebih penting, apakah kita bisa mencari emiten-emiten seperti itu di masa mendatang? Dengan filosofi dan strategi investasi yang tepat, saya yakin kita bisa melakukannya.

 

Posted in Aneka Ria Riset Investasi | Tagged | 6 Comments

Rasio-Rasio Tidak Umum Yang Saya Gunakan

Street_InvestingDalam berinvestasi, filosofi yang saya gunakan adalah membeli saham berfundamental bagus dengan harga yang wajar. Lebih baik lagi apabila saya bisa membeli dengan harga yang murah. Berangkat dari pemikiran tersebut, saya memandang bahwa sebuah perusahaan yang bagus seharusnya memiliki kriteria sebagai berikut:

  • Mampu menghasilkan laba secara konsisten
  • Mampu untuk mengalokasikan laba pada proyek-proyek yang menguntungkan
  • Mampu untuk menjaga agar laba tidak terbuang percuma

Untuk mengetahui apakah perusahaan dapat melakukan hal-hal tersebut, diperlukan beberapa parameter untuk mengukurnya. Akibatnya, terkadang saya menggunakan rasio-rasio keuangan yang tidak umum. Mari kita lihat satu-persatu.

  1. Mampu menghasilkan laba secara konsisten

Untuk keperluan ini, biasanya saya melihat laju pertumbuhan laba bersih selama lima tahun terakhir. Saya mengharapkan paling tidak laba bersih perusahaan tumbuh secara konsisten sebesar 15% per tahun.

Untuk mengetahui konsistensi pertumbuhannya, saya menghitung tingkat predictability pertumbuhan laba bersihnya. Secara teknis, predictability adalah tingkat akurasi kenaikan laba bersih apabila diasumsikan tumbuh secara eksponensial. Predictability maksimum adalah 100%. Saya mengharapkan tingkat predictability lebih dari 90%.

Mengapa predictability sangat penting?

Apabila laba bersih semakin dapat diprediksi, semakin akurat hasil valuasi kita. Jika laba bersih perusahaan tidak stabil dari tahun ke tahun, kita akan kesulitan untuk mencari harga wajar perusahaan.

  1. Mampu untuk mengalokasikan laba pada proyek-proyek yang menguntungkan

Laba yang diperoleh perusahaan akan digunakan untuk berekspansi. Kejelian pihak manajemen akan membuat tingkat keuntungan dari aktivitas ekspansi tersebut tetap tinggi. Untuk mengukurnya, saya menggunakan beberapa rasio seperti ROE (Return on Equity) dan ROTC (Return on Total Capital). Prinsip kerja dari kedua rasio tersebut hampir sama. Perbedaannya, dengan menggunakan ROTC kita memfaktorkan utang dalam perhitungan. ROTC penting karena kadangkala ada perusahaan yang memiliki tingkat keuntungan tinggi namun diperoleh dengan memanfaatkan leverage (utang) yang besar.

Untuk menganalisis lebih lanjut, saya menggunakan rasio laba bersih dibagi dengan jumlah utang jangka panjang. Saya menghendaki nilainya minimal 20% yang berarti utang jangka panjangnya dapat dilunasi oleh laba bersih dalam waktu maksimal lima tahun.

  1. Mampu untuk menjaga agar laba tidak terbuang percuma

Intinya adalah mengetahui apakah cash flow perusahaan cukup sehat. Biasanya saya menggunakan perbandingan antara jumlah operating cash flow selama 5 tahun dengan jumlah laba bersih selama 5 tahun. Biasanya pada perusahaan yang sehat nilainya akan lebih besar dari 75%. Semakin tinggi semakin baik.

Selain itu, saya juga memantau Free Cash Flow (FCF) dari tahun ke tahun. FCF didefinisikan sebagai operating cash flow dikurangi dengan capital expenditure (capex). Jika nilainya positif, artinya perusahaan mampu membiayai ekspansinya dengan dana internal. Walaupun begitu, kita juga harus mempertimbangkan lebih lanjut karena perusahaan yang sedang tumbuh pesat biasanya memiliki FCF negatif karena potensi laba di masa mendatang jauh lebih besar daripada laba saat ini. Sebagai konsekuensi, perusahaan harus mengalokasikan capex yang cukup besar agar tidak kehilangan kesempatan.

  1. Catatan Tentang Valuasi

Langkah terakhir yang saya lakukan adalah melakukan valuasi. Pada dasarnya, valuasi yang saya lakukan adalah untuk mengetahui apakah di harga saat ini, saham yang akan saya beli berpotensi untuk mendapatkan imbal hasil yang layak di tahun-tahun mendatang. Metode yang saya gunakan untuk valuasi sudah pernah dijabarkan pada artikel sebelumnya di blog ini.

Jika hendak melangkah lebih maju, Anda bisa menggunakan metode valuasi pada artikel ini.

Posted in Stock Picking Strategies, Strategi Investasi | Tagged , , | 4 Comments