pojok ide – pemikiran dan obrolan mengenai investasi

Bagaimana Cara Menentukan Harga Wajar Saham?

November 15, 2008 · 61 Comments

Melakukan penilaian (valuasi) saham adalah proses menentukan berapa harga yang wajar untuk suatu saham. Walaupun harga saham berubah setiap waktu, namun dengan mengetahui nilai wajarnya, kita akan lebih tenang dalam menghadapi gejolak pasar. Konsep harga wajar ini telah saya bahas di tulisan sebelumnya di sini.

Dalam melakukan valuasi, mau tidak mau kita harus mengerti sedikit cara membaca laporan keuangan sebab perhitungan valuasi melibatkan item-item dalam laporan keuangan perusahaan. Untung saja, seorang teman baik saya, Edison telah memaparkan dengan sangat baik bagaimana cara membaca laporan keuangan di blognya di sini.

Warren Buffett mengatakan bahwa nilai intrinsik (nilai wajar) suatu saham didefinisikan sebagai nilai saat ini dari aliran kas masuk yang akan didapatkan sepanjang umur hidup perusahaan tersebut.  Nilai saat ini dari uang yang akan kita dapatkan di masa depan merupakan konsep time value of money yang dapat kita pelajari di sini. Buffett mengatakan bahwa cara ini adalah satu-satunya cara yang masuk akal untuk mengevaluasi keatraktifan dari suatu investasi dan bisnis. Pemikiran Warren Buffett mengenai nilai intrinsik ini banyak dipengaruhi oleh John Burr Williams, yang merupakan orang yang pertama kali mengemukakan pemikiran mengenai nilai intrinsik ini.

Charles S. Mizrahi dalam bukunya “Getting Started in Value Investing” menjelaskan sebuah cara sederhana dalam melakukan penilaian harga wajar saham. Meskipun sederhana bukan berarti cara ini tidak efektif.  Keindahan dari cara ini justru berasal dari kesederhanaannya. Agar lebih mudah dipahami, proses valuasi ini akan saya pecah menjadi beberapa langkah.  Sebagai contoh saya akan menilai harga wajar saham PT. Unilever Indonesia. Laporan keuangannya dapat kita ambil di websitenya di sini. Saya memilih Unilever karena perusahaan ini merupakan perusahaan yang sangat solid dengan manajemen yang mumpuni. Perlu diingat, sebelum melakukan valuasi kita sebaiknya memilih perusahaan dengan pertumbuhan laba bersih 5 tahun ke belakang minimal 10%. Beruntung sekali ternyata kita dapat memperoleh data keuangan Unilever sampai dengan 10 tahun ke belakang. Selain itu, sebaiknya saham yang akan kita nilai memiliki Return on Equity (ROE) minimal 15%. Unilever dapat memenuhi kriteria-kriteria tersebut.

Sebelum melakukan valuasi, coba buat dulu profil dari perusahaan tersebut seperti di bawah ini:

profilunvr2

Pertama-tama kita harus menentukan dahulu pertumbuhan (growth) EPS (Earning per Share) selama paling tidak 5 tahun ke belakang. Dalam menentukan berapakah proyeksi pertumbuhan EPS selama 5 tahun ke depan, ikuti langkah berikut:

  • Jika rata-rata pertumbuhan EPS perusahaan 5 tahun ke belakang lebih besar dari 15%, maka proyeksi pertumbuhan EPS 5 tahun ke depan adalah 15%. Mengapa saya menentukan proyeksi EPS 15%? Sangat sedikit perusahaan yang mampu mempertahankan pertumbuhan EPS di atas 15% per tahun secara kontinyu. Oleh karena itu sebaiknya kita proyeksikan pertumbuhan EPS selama 5 tahun ke depan adalah 15%.
  • Jika pertumbuhan EPS perusahaan 5 tahun ke belakang lebih kecil dari 15%, maka proyeksi pertumbuhan EPS 5 tahun ke depan adalah 10%.

Terlihat bahwa pertumbuhan EPS rata-rata Unilever adalah 16.94% per tahun. Oleh karena itu kita tentukan proyeksi pertumbuhan EPS 5 tahun ke depan adalah 15% per tahun.

Setelah itu kita tentukan proyeksi rasio P/E (Price to Earning) untuk 5 tahun ke depan. Untuk memproyeksi P/E Unilever 5 tahun ke depan, kita dapat menggunakan langkah mudah berikut:

  • Jika P/E lebih dari 20, gunakan proyeksi P/E 17
  • Jika P/E kurang dari 20, gunakan proyeksi P/E 12

Saat ini berdasarkan data kuartal III dapat diperkirakan P/E Unilever adalah 21.9 (> 20). Dengan demikian kita tentukan proyeksi P/E 5 tahun ke depan adalah sebesar 17.

Setelah menentukan proyeksi pertumbuhan EPS dan P/E, mari kita mulai proses valuasinya.

LANGKAH 1: Menghitung EPS 5 tahun ke depan berdasarkan proyeksi pertumbuhan 15%

Menentukan besar EPS 5 tahun ke depan berdasarkan proyeksi pertumbuhan EPS (15%). Mari kita perhatikan tabel perhitungan besar EPS 5 tahun ke depan di bawah ini:

projeps

Kita mendapatkan proyeksi EPS r tahun ke depan (akhir tahun 2013) adalah sebesar 718 rupiah.

LANGKAH 2: Mengalikan proyeksi P/E dengan proyeksi EPS pada tahun ke-5 (tahun 2013)

Karena proyeksi P/E yang kita gunakan adalah 17, maka dengan mengalikan EPSsaham Unilever maka pada akhir tahun ke-5 (akhir tahun 2009) dengan proyeksi P/E (17), saham Unilever akan diperdagangkan pada harga 12,207 rupiah per lembar.

LANGKAH 3: Menghitung laba yang dibayarkan sebagai dividen

Berdasarkan laporan keuangan yang lalu, didapatkan bahwa porsi keuntungan yang diberikan Unilever sebagai dividen adalah 60.22%. Angka ini disebut juga dengan dividen payout ratio. Dengan menjumlahkan EPS selama 5 tahun ke depan kita mendapatkan jumlah EPS adalah 2,768 rupiah per lembar saham (411 + 472 + 543 + 624 + 718 = 2,768). Dengan mengalikan jumlah EPS tersebut dengan dividen payout ratio sebesar 60.22%, kita memproyeksikan total dividen yang akan kita terima selama 5 tahun ke depan adalah sebesar 1,667 rupiah per lembar saham (2,768 x 60.22% = 1,667).

Sebagai catatan, nilai dividen payout ratio Unilever ini sangat tinggi. Hal tersebut wajar karena Unilever merupakan perusahaan yang sudah mature dan tidak terlalu agresif berekspansi.

LANGKAH 4: Menghitung harga saham total

Dengan menambahkan proyeksi harga saham 5 tahun ke depan dengan jumlah dividen yang kita terima dalam kurun waktu tersebut, kita mendapatkan harga saham total Unilever 5 tahun ke depan adalah 13,875 per lembar (12,207 + 1,667 = 13,875 –> dengan pembulatan). Apakah perhitungan kita sudah selesai? Belum. Harga yang kita dapatkan tersebut adalah harga 5 tahun ke depan. Kita harus mengetahui berapa harga wajar yang pantas kita bayarkan saat ini untuk mendapatkan return yang bagus terhadap investasi kita.

LANGKAH 5: Menentukan berapa harga yang pantas dibayarkan untuk mendapatkan return yang layak

Jika kita memasukkan uang kita dalam deposito, berapakah return per tahun yang akan kita dapatkan? Saat ini kita akan memperoleh return dari deposito sekitar 8-9% per tahun. Karena kita ingin berinvestasi di saham, tentu saja kita menuntut return yang lebih tinggi dari itu karena kita telah mengambil risiko yang lebih tinggi. Kelebihan return tersebut dinamakan risk premium. Di AS, risk premium rata-rata adalah 4.91%.  Untuk Indonesia terdapat tambahan country risk premium sebesar 5.25%. Jadi total risk premium yang akan kita gunakan adalah 10.16% (Nasib, nasib. Tinggi bener country risk Indonesia yah :( ). Data tersebut dapat kita dapatkan dari sini. Dengan menambahkan total risk premium (10.61%) dengan suku bunga deposito (8%), maka return yang layak untuk berinvestasi di saham adalah sebesar 18.61% per tahun.

Kita telah mengetahui bahwa saham Unilever akan diperdagangkan di harga 13,875 untuk 5 tahun ke depan. Berapakah harga yang patut kita bayarkan untuk selembar saham Unilever saat ini untuk memperoleh return 18.61% per tahun?

Untuk menentukan harga yang pantas, maka kita harus membagi harga pada akhir tahun ke-5 tersebut  (13,875) dengan 1.1861 tiap tahunnya selama 5 tahun.

fairpriceunvr3

Terlihat bahwa harga yang pantas kita bayarkan untuk selembar saham Unilever adalah 6,023. Saat ini saham Unilever diperdagangkan di harga 7,600 per lembar, agak terlalu mahal. Sepertinya kita harus menunggu harga sahamnya turun dulu baru kita mulai membelinya :)

Perhatikan bahwa jika kita menginginkan return hanya 15% per tahun, maka harga tertinggi yang pantas kita bayarkan adalah 6,898.  Mari kita perhatikan berapa harga tertinggi yang pantas untuk saham tersebut jika kita menginginkan return yang berbeda.

highestprice

Terlihat bahwa jika kita bersedia membayar harga yang lebih tinggi untuk suatu saham, semakin kecil return yang akan kita terima.  Oleh karena itulah investor yang baik biasanya sangat sabar menunggu harga yang murah untuk mulai berinvestasi :) Investor jenis ini tidak akan gegabah membeli saham tanpa memperhitungkan harga wajarnya.

Disclaimer is on

Categories: Investasi
Tagged: ,

61 responses so far ↓

  • Belilah Saham karena Nilainya, Bukan Harganya « pojok ide // November 15, 2008 at 10:45 am

    [...] ← Kalah Kliring Bagaimana Cara Menentukan Harga Wajar Saham? [...]

  • ryad // November 15, 2008 at 9:22 pm

    tapi mas..
    kalo skrg aja barang yg senilai 6023 bisa dihargain 7600,
    5 thn lagi bisa aja brg senilai 13.875 dihargain 20.000 ya…
    ada faktor monyetnya kan… :)

  • parahita // November 15, 2008 at 9:58 pm

    hahaha. Justru itulah kita harus jeli menimbang apa yang ditawarkan oleh market. Kalau sabar, dapet lah barang murah :)

  • edison76 // November 16, 2008 at 7:17 pm

    commentnya di blog saya kena blokir akismet, bro :)

    Tapi sudah saya de-spam…

  • parahita // November 16, 2008 at 8:55 pm

    o mungkin karena ada linknya yah? lain kali gak ngasi link lagi deh hehehe

  • KLBF : Slow but sure, a hidden treasure « pojok ide // November 19, 2008 at 6:38 pm

    [...] Tentang Saya ← Bagaimana Cara Menentukan Harga Wajar Saham? [...]

  • remi22 // November 20, 2008 at 3:13 pm

    Maaf pak, saya mau tanya sedikit:
    1. Proyeksi growth EPS dan P/E itu asumsi dasarnya apa y? kenapa bisa ditentukan kalo rata2 EPS > 15% diproyeksikan kedepannya 15% atau kenapa kalo P/E = 20, proyeksinya menjadi 17?
    2. Saya coba menghitung Harga Wajar Saham (13,875 / 1.1861) hasilnya = 11,698, sehingga DCFnya = 5,910. Apa saya salah hitung y?
    terima kasih

  • parahita // November 20, 2008 at 3:32 pm

    @remi22
    1. Kebetulan memang saya mengutip dari buku “Getting Started in Value Investing”. Di buku itu disebutkan ketentuan mengenai EPS Growth dan P/E. Sepertinya penulisnya sudah melakukan riset mengenai hal ini.

    2. Mohon maaf. Saya salah nulis. Bukan 1.1861 tetapi 1.1816. Mohon dimaafkan :)

  • remi22 // November 21, 2008 at 11:19 am

    Sori pak, kalo bole nanya lagi nih,
    Dalam buku “Getting Started tadi itu”,riset penulisnya itu di luar negeri y?kalo kita pake hasil riset dia utk kasus di Indonesia apa masih relevan?takutnya, valuasi yg kita lakukan tidak tepat. Apa ada cara lain untuk mem-forecast kedua rasio tadi?
    terima kasih (maaf kalo banyak nanya)

  • parahita // November 21, 2008 at 11:54 am

    @remi22

    Yang saya bedakan antara buku itu dengan valuasi saya adalah risk premium. Risk premium Indonesia lebih tinggi daripada di AS. Kalau di AS risk premium sekitar 10%. Pada valuasi saya, risk premiumnya diset 18%.

    Mengenai EPS growth, logikanya growth Indonesia lebih tinggi daripada AS karena Indonesia adalah negara berkembang. pertumbuhan ekonomi AS sekitar 3-4% per tahun sedangkan Indonesia berkisar 6-10% per tahun.

    Mengenai P/E ratio, saya kira tidak terlalu berbeda kondisinya antara Indonesia dan AS.

  • Value_investor // November 23, 2008 at 5:49 am

    Seneng banget dengan tulisannya.
    Sangat berguna buat pembelajaran.
    Selamat, dan teruslah berkarya buat orang lain.

    Salam,
    Agus

  • Itg // November 28, 2008 at 1:06 am

    Pak, saya masih ga mudeng ni, maklum newbie & lemot :)
    Boleh minta les privat pak?

    Trims,
    Itg

  • parahita // November 28, 2008 at 7:26 am

    Wah, kok kaya jaman sma aja pake les privat :)

  • itg // November 28, 2008 at 3:44 pm

    Hehe ..
    Saya dah lihat laporan keuangannya UNVR merujuk pada link diatas, tapi kok ya saya ga nemuin angka2 itu ya pak? (Harga, EPS, P/E Deviden dll) Mohon bimbingannya ..

  • parahita // November 28, 2008 at 4:09 pm

    Angka yang saya pergunakan adalah proyeksi berdasarkan rata2 dari data di laporan keuangan beberapa tahun ke belakang.

  • itg // November 28, 2008 at 4:19 pm

    Waduh, sepertinya saya memang harus kembali ke awal/ dasar ni. Soalnya benar2 ga mudeng dgn apa itu EPS, P/E, Risk Premiun dll. Trims pak atas komen2nya ..

  • Jarot // December 1, 2008 at 4:46 pm

    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada penulis yang telah memaparkan konsep value investing.
    Jujur saja sebelumnya saya buta akan hal ini, namun dengan adanya tulisan ini, bisa memberikan sedikit gambaran.
    Dan apabila para pembaca bisa memberitahukan dimana bisa saya dapatkan data-data keuangan perusahan spt EPS, P/E, dll selama lima tahun.
    Terima kasih.

  • Itg // December 2, 2008 at 6:17 am

    Pak Parahita, berikut saya embed link ringkasan kinerja UNVR dari situsnya idx:
    http://202.155.2.90/Performance_Summary/UNVR.pdf
    Apakah semua yg diperlukan (Harga, EPS, P/E, Deviden, Deviden pay out ratio, EPS Growth, ROE, Deposito, & Risk premium) sudah tercakup didalm file tsb? Mohon bimbingannya. Trims ..

  • Itg // December 2, 2008 at 6:21 am

    Pak, beriku saya embed link ringkasan kinerja UNVR dari situsnya IDX:
    http://202.155.2.90/Performance_Summary/UNVR.pdf

    Apakah semua data yg diperlukan (Harga, EPS, P/E, Deviden, Deviden pay out ratio, EPS Growth, ROE, Deposito, & Risk premium) sudah tercakup disitu? Bila ya, dibagian manakah itu? Mohon bimbingannya.
    Trims ..

  • parahita // December 3, 2008 at 3:12 am

    Lumayan juga. Tetapi kalau ingin lebih detil sebaiknya langsung baca laporan keuangannya.

  • edison76 // December 3, 2008 at 7:49 pm

    @itg

    Yg disarankan parahita itu benar…analisa laporan keuangan yg benar tidak bisa dilakukan melalui data summary seperti ini…

  • Jarot // December 4, 2008 at 3:14 pm

    Terus di mana donk pak datanya bisa saya cari, Tks

  • parahita // December 4, 2008 at 3:51 pm

    Coba cek di sini (tinggal ganti tahun yg berbeda aja):
    http://202.155.2.90/Corporate_Actions/New_Info_JSX/Jenis_Informasi/01_Laporan_Keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202007/

  • itg // December 5, 2008 at 5:46 am

    Pak Parahita & Edison76,
    makasi banyak atas masukannya. Jangan kapok ya kalo nanti saya tanya2 lagi. :)

  • itg // December 10, 2008 at 9:54 pm

    Pak Parahita, boleh tau alamat emailnya? Saya tertarik sekali untuk mengerti lebih jauh lg ttg valuasi ini. Trims.

  • parahita // December 10, 2008 at 9:58 pm

    Dengan senang hati :)
    email saya:
    roromendut28@yahoo.co.id

  • manis // December 11, 2008 at 12:14 am

    MARGIN OF SAFETY NYA MANA PAK ?

    no investment without margin of safety .-

  • parahita // December 11, 2008 at 12:33 am

    Saya hanya memperkenalkan cara melakukan valuasi. Tentu saja margin of safety diperlukan. Terima kasih atas sarannya :)
    Coba cek posting saya selanjutnya mengenai INDF dan KLBF. Saya sudah menambahkan margin of safety di sana.

  • maniez_106 // January 6, 2009 at 10:18 pm

    pak parahita.. (kayaknya rada unik namanya)
    udah ikutin satu persatu langkahnya eh.. mentok dipoin 5. Menentukan Harga yang Pantas Dibayarkan….. Pada kolomnya ada angka 1.1861, angka itu dari mana keluarnya? Dalam kolom itu pula ada angka 12064, 10491 dst kebawah… angka tersebut juga gimana keluarnya?

    Disalah satu postingan diatas ada keluar kata baru DCF, apaan itu?

    Mo tanya lagi no poin no 2 “Karena proyeksi P/E yang kita gunakan adalah 17, maka dengan mengalikan EPSsaham Unilever maka pada akhir tahun ke-5 (akhir tahun 2009) dengan proyeksi P/E (17), saham Unilever akan diperdagangkan pada harga 12,207 rupiah per lembar” nah… harga saham 12207 itu harga akhir tahun 2009 atau 2013?

    maaf rada bawel.. masih nubi investasi
    makacih ya….

  • wilrus // January 10, 2009 at 11:55 pm

    kalo buat laporan keuangan 10 tahun lalu bs dpt dmana y? trus yg dijadikan acuan buat menghitung EPS tahun tertentu itu laporan keuangan paling akhir y? tanx

  • alka great // January 31, 2009 at 8:51 pm

    mohon bertanya mas,

    dapat angka ini,

    “Karena proyeksi P/E yang kita gunakan adalah 17, maka dengan mengalikan EPSsaham Unilever maka pada akhir tahun ke-5 (akhir tahun 2009) dengan proyeksi P/E (17), saham Unilever akan diperdagangkan pada harga 12,207 rupiah per lembar.”

    cara menghitunggnya bagaimana?
    mohn dijelaskan,
    ^_^

  • parahita // February 7, 2009 at 7:34 am

    @alka_great
    EPS pada akhir tahun ke-5 (2013) adalah 718. Maka Harga saham pada saat itu adalah EPS * P/E = 718 *17 = 12,207.

  • mandrake // February 10, 2009 at 11:18 pm

    kalo semua orang ngitung kaya gini
    kayaknya gampang bener jadi kaya

    hahahahhahahahahahaha

  • parahita // February 11, 2009 at 6:35 am

    @mandrake
    memang itungannya simpel. Pertanyaannya: berapa banyak sih yang mau ngitung?paling cuma beberapa :)

    warren buffett yg gak pake komputer aja bisa berhasil :)

  • mandrake // February 21, 2009 at 3:17 am

    hahhahahahaha
    beberapa?????

    jadi anda sepintar warren buffett ya?

    oh begitu ….

  • parahita // February 21, 2009 at 7:58 am

    gw cuma mau sharing elunya yg sinis.

    memang gw pernah bilang kalo gw sepintar warren buffett? maksud gw warren buffett yg gak pake komputer aja bisa bagus valuasinya. terkadang kita sendiri yg bikin sesuatu yg simpel jadi tambah rumit.
    mungkin semua udah tau cara valuasi, tapi berapa sih yg mau ngitung?

    kalo memang ngitungnya ruwet pake FCFE segala macem malah jadi akurat gitu?
    kalo memang bener, artinya ngikutin valuasi analis yg njelimet itu aja udaah beres.

  • David // February 23, 2009 at 11:53 pm

    buku apa ya yang menjelaskan perhitungan gini saya ingin membelinya bisa di rekomendasikan

  • David // February 24, 2009 at 12:24 am

    kok bisa tau epsnya 15 % gimana caranya?

  • parahita // February 24, 2009 at 9:03 am

    @David
    Saya menggunakan buku dari Charles Mizrahi. Udah disebutkan kok di artikel.
    EPS 15% itu sebagai safeguarding. Kenaikan EPS 15% itu lebih mungkin untuk bertahan dalam jangka panjang.

  • David // February 24, 2009 at 4:57 pm

    saya mau lebih jelas perincian 15% itu didapat dari mana?,agar saya bisa menerapkan nya ke saham

  • David // February 24, 2009 at 5:01 pm

    saya mau menghitung misalnya laporan keuangan indofood dimasa yang akan datang gimana cara memprediksikannya ?

  • David // February 24, 2009 at 5:02 pm

    cara menghitung nilai buku betul gak caranya
    total ekuitas/jumlah saham yang beredar
    di sini jumlah saham yang beredar itu datanya diperoleh dari mana ya

  • parahita // February 24, 2009 at 6:06 pm

    @David
    * 15% itu sepertinya dari pengamatan mr. mizrahi.

    * kalau ingin memprediksi lap keuangan di masa depan namanya membuat proforma lap keuangan. sepertinya akan jadi panjang ceritanya :) mungkin akan saya bahas khusus dlm satu artikel.

    * benar. memang begitu cara menghitungnya. kalo jml saham beredar dapat kita lihat di laporan keuangan.

  • gudangilmuinvestasi // February 24, 2009 at 9:30 pm

    wah banyak juga cerita nya …
    ok deh maju terus pantang mundur parahita..
    membentuk investor yang WARAS dan rasional.
    sesama value investor mesti saling mendukung !
    buat david and parahita:

    15% bukan hanya dari mr. mizrahi tapi dari buffett juga , dimana buffett sering mengambil 15% untuk growth perusahaan yang cukup mature and good, karena di atas 15% dengan CAGR akan membuat overvaluation/ too optimistic…

    mr. mizrahi banyak dipengaruhi oleh buku buffettology -nya mary buffett, yang walaupun buku tsb dikritik oleh buffett sendiri karena terlalu menyederhanakan valuation…

  • gudangilmuinvestasi // February 24, 2009 at 9:31 pm

    EPS calculation ini juga termasuk dipakai oleh mr.price yang alat/software nya dipakai oleh mr.mizrahi di hedge fundnya. silahkan check websitenya …

    but BTW good job….

    so buat si mandrake tukang sihir pengecut :
    gelut jeung aing!

    oh iya numpang iklan :
    http://gudangilmuinvestasi.blogspot.com
    http://gudangilmuinvestasi.blogspot.com/2009/01/investing-guru-value-investing-dvd.html
    http://gudangilmuinvestasi.blogspot.com/2009/01/stock-options-dvd.html

  • David // March 7, 2009 at 11:08 pm

    price earning ratio(P/e) nya 21,29 kan kalau gitu ak leat berarti 1/21,29 itu berarti margin keamananya gak ada donk 4,69%,deposito aja
    antara 8-10% pasti rugi la saya mengutip dari buku The intelligent investor karya benjamin graham

  • parahita // March 8, 2009 at 1:48 pm

    4.69% itu menggambarkan apa kok dibandingkan dg deposito?

    setau saya margin of safety adalah tambahan sejumlah proporsi tertentu thd hasil valuasi kita. jika nilainya masih di bawah harga saham saat ini artinya masih layak beli. mohon maaf, saya masih belum bisa menangkap mengapa 1 / P/E dapat dikatakan sebagai margin of safety.

    Kalo 1 / P/E artinya earning to price. artinya earnings (saat ini) hanya 4.69% dari harga yg harus kita bayarkan. kelihatannya kecil memang. tapi jangan lupa, itu adalah earnings saat ini. dalam melakukan valuasi, kita harus memasukkan faktor earning growth. jika growthnya bagus dan stabil, investor tidak akan ragu untuk memberikan nilai P/E yang tinggi pada suatu saham.

  • David // March 10, 2009 at 2:15 am

    earning growth itu diitung dari earning per share per tahun meningkat berapa % gitu?

  • David // March 10, 2009 at 2:16 am

    dividennnya kan

  • michael // March 13, 2009 at 6:27 pm

    menarik sekali ulasannya,

    boleh minta dibuatin excelnya ga?
    thanks

  • parahita // April 12, 2009 at 5:35 pm

    @David
    Lebih baik kalau kita menggunakan peningkatan laba bersih karena EPS akan berubah jika ada corporate action (stock split, right issue,dll)

  • parahita // April 12, 2009 at 5:36 pm

    @Michael
    Excel nya ada. Nanti saya coba upload.

  • Tecstar // July 7, 2009 at 12:36 pm

    Boleh tau di mana bisa download file excelnya?

    Thanks.

  • micl // August 21, 2009 at 11:38 am

    Tulisannya menarik pak…
    tapi saya bingun bagai mana dapat yang 12.064, 10.491..dst..
    sudah saya analisa tapi ngak ketemu cara hitungnya..apa bisa dinformasikan pak..tks

  • EXPERTTRADER // September 9, 2009 at 3:20 pm

    MAAF TAPI HITUNGANNYA SEBAGIAN SALAH PAK. PARAHITA. KALO LIHAT BUKU MOHON COBA DI CEK LAGI BUKUNYA, ATAU SALAH KETIK.
    SALAH MULAI DARI STEP KE 4.
    THKS

  • parahita // September 9, 2009 at 7:23 pm

    @EXPERTTRADER
    Anda teliti sekali :)
    Mohon maaf, saya salah memasukkan angkanya. Seharusnya saya menambahkan hasil perkalian proyeksi EPS dengan proyeksi P/E (12,207 ) dengan jumlah dividen (1,667) = 13,874. Mengenai nilai valuasinya yg 13,875 memang ada sedikit perbedaan karena pembulatan.

    Tks for your correction :)
    Udah dibenerin di tulisannya.

  • Disfian Oni Rahmad // September 11, 2009 at 1:57 am

    mr. parahita maf kalau saya lancang, saya mo mencoba jawab pertanyan manies_106

    1.1861 atau yang sebenarnya 1.1816 itu didapat dari menambahkan 1 dengan suku bunga deposito dan risk prmium di indonesia. untuk angka yang muncul pada kolom adalah nilai wajar dari saham itu sendiri. cara mendapatkannya dengan membagi nilai pasar dengan 1.1816

    untuk angka 12 ribu sekian menurut saya perhitunagnnya begini.

    P/E=harga wajar/estimasi EPS
    jadi
    harga wajar=P/E*estimasi EPS
    estimasi EPS =718
    P/E=17(di dapat dari mana mr. parahita lebih tahu)
    jadi
    harga wajar=718*17=12.2007
    karena 718 adalah proyeksi EPS pada tahun ke 5, maka itu adalah harga wajar pada tahun 2013.

    terimakasih.
    cuma mo ikut berpartisipasi, jika ada yang salah mohon diingatkan.

  • Disfian Oni Rahmad // September 12, 2009 at 2:22 am

    angka 12.o64 dst hanyalah salah pengetikan, pada kolom itu seharusnya diisi nilai harga wajar pada tahun setelahnya, itu menurut saya. namun yang membuat saya bingung adalah kenapa pada kolom itu ada tulisan “return 15% per tahun”? bukannya disitu itu adalah nilai total saham pada tiap tahunnya? mohon pencerahannya pak. tahx

  • Jempol_singo // September 12, 2009 at 9:57 am

    fi..tu eps d hitungnya gmn c?

  • Disfian Oni Rahmad // September 29, 2009 at 9:48 pm

    jempol_singo: itu udah rumus dasarnya,..

  • edjaya // October 29, 2009 at 9:33 pm

    Pak,

    Saya ingin tanya bagaimana indikator yang Bapak sendiri terapkan dalam mengambil keputusan beli dan menjual sebuah emiten?

    Apakah berdasar pada MACD, Stochastic harian atau per 15 menit.

    Lalu brapa rata-rata gain yang bapak peroleh per bulan selama ini?

    Mohon pencerahannya ya pak, saya sangat mengharapkannya.

    Edjaya
    http://www.sistemafiliasiinternet.com/

Leave a Comment